AMBON, SentralPolitik.com – Polda Maluku dalam waktu dekat akan segera punya Laboratorium Forensik (Labfor).
Kepastian pembangunan Labfor di Ambon ini setelah tim Puslabfor Mabes Polri berkunjung ke Polda Maluku Selasa (7/10/2025).
Kapolda Maluku Irjen Pol Prof Dadang Hartanto menerima langsung tim Puslabfor Mabes Polri yang dipimpin langsung Kapuslabfor Bareskrim Polri Brigjen Pol. Sudardjiko, S.I.K di ruang kerja Kapolda Maluku.
Tim ini beranggotakan Kabid Kimbiofor Puslabfor Kombes Pol. Evi Dewi, S.Si., Kabag Jemenmutu Kombes Pol. Harold Wilson Huwae, S.I.K., Analis Madya Bidang Labfor Kombes Pol. Djoko Julianto, serta perwakilan vendor The Capitol Group, Rudi Haryono.
Dalam pertemuan itu, Karo Logistik Polda Maluku Kombes Pol Donny Setiawan turut hadir mendampingi Kapolda Maluku.
Adapun tujuan kunjungan audiensi dari Tim Puslabfor Bareskrim Polri ini dalam rangka pelaksanaan Mutual Check Awal (MC-0) pembangunan Labfor kewilayahan di Maluku.
Dalam pertemuan tersebut Kapuslabfor Brigjen Pol. Sudardjiko memaparkan pembangunan Laboratorium Forensik Kewilayahan di Maluku merupakan bagian dari rencana strategis Polri.
Hal ini untuk memperkuat layanan ilmiah kepolisian di kawasan timur Indonesia, mencakup wilayah Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya.
“Pembangunan ini akan menjadi tonggak penting dalam pelayanan forensik di wilayah timur. Fasilitas yang akan dibangun mencakup bidang pemeriksaan narkoba, dokumen, pencemaran lingkungan, hingga kebakaran,” ujar Kapuslabfor.
LAHAN SPN
Ia menjelaskan, laboratorium tersebut rencananya dibangun di lahan milik Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku dengan target penyelesaian dalam waktu 18 bulan.
Pembangunan ini juga akan menjadi bagian dari jaringan 13 Puslabfor cabang Polda di seluruh Indonesia, guna mendukung penegakan hukum berbasis sains dan teknologi.
APRESIASI
Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menyampaikan apresiasi atas kunjungan serta dukungan tim Puslabfor Bareskrim Polri dalam merealisasikan pembangunan laboratorium tersebut.
“Kami sangat menyambut baik rencana ini, karena keberadaannya akan sangat membantu pelaksanaan tugas-tugas penyidikan di wilayah Maluku,” ujar Kapolda.
Jebolan Akpol tahun 1994 ini menjelaskan, dengan karakteristik geografis dan kondisi sosial Maluku yang kompleks.
Keberadaan laboratorium forensik modern sangat penting dalam mendukung penanganan kasus-kasus yang membutuhkan dukungan ilmiah, seperti penyalahgunaan bahan kimia berbahaya, kejahatan lingkungan, dan pertambangan ilegal.
Dengan fasilitas forensik yang memadai, tidak hanya mempercepat proses penyelidikan, tetapi juga meningkatkan akuntabilitas dan kualitas hasil penyidikan.
“Ini menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja kepolisian,” tegasnya.
SINERGI
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi berkelanjutan antara Polda Maluku dan Puslabfor Mabes Polri.
Baik dalam bidang teknis maupun pengembangan sumber daya manusia, agar layanan forensik di wilayah Maluku semakin optimal dan berdaya saing nasional.
Dalam audiensi tersebut juga dibahas sejumlah poin strategis terkait penguatan sistem forensik kepolisian, peningkatan kualitas penyelidikan ilmiah, serta dinamika keamanan di wilayah Maluku.
Baca Juga:
Pemuda Katolik Tantang Kapolda Ungkap Ilegal Oil di Dobo; Ingatkan Kepercayaan Publik: https://sentralpolitik.com/pemuda-katolik-tantang-kapolda-ungkap-kasus-ilegal-oil-di-dobo-ingatkan-kepercayaan-publik/
Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat profesionalisme, mencerminkan komitmen Polri untuk terus berinovasi dalam pelayanan hukum yang presisi, transparan, dan berbasis teknologi. (*)






