Pendidikan

Operator SMP 1 Tanimbar Dilaporkan ke Polisi; Hilangkan DAPODIK Guru

×

Operator SMP 1 Tanimbar Dilaporkan ke Polisi; Hilangkan DAPODIK Guru

Sebarkan artikel ini
SMP Negeri 1 Tanimbar Selatan
SMP Negeri 1 Tanimbar Selatan. Operator sekolah itu menghapus Dapodik guru. f:Yanto S-

SAUMLAKI, SentralPolitik.com – Operator Sekolah SMP Negeri 1 Tanimbar Seatan dilaporkan ke Polisi. Ini gara-gara sang operator menghapus Dapodik salah satu guru setempat.

Adalah Anna Nusmese, S.Kom, operator sekolah itu. Gara-gara sentimen pribadi ia menghapus data guru dan tenaga pendidik sekolah itu.

Iklan

Nusmese menghilangkan data guru dari sistem resmi  Kemendikdasmen RI.

Tidak terima dengan perlakuan itu, Rahel Haluruk, S.Pd.K, salah satu pengajar guru melaporkan tindakan operator ke polisi karena terkait dengan fungsi ekonomi guru.

Menurut Haluruk yang merupakan guru Mapel Agama Kristen di sekolah itu, konflik bermula dari keterlambatannya mengumpulkan map berkas fisik kepada operator.

Persoalan administratif sederhana itu justru berkembang menjadi pertikaian terbuka di grup WhatsApp internal sekolah antara Haluruk bersama sang operator.

Situasi memanas ketika Nusmese, di dalam grup WhatsApp internal sekolah yang beranggotakan kepsek, guru dan tenaga pendidik, melontarkan ancaman.

Ia mengancam akan mengunci aplikasi Informasi Guru dan Tenaga Kependidikan (Info GTK), bahkan menghapus data guru yang dianggap membangkang.

Ancaman tersebut cukup serius, mengingat operator memegang kendali penuh atas sistem vital pendidikan, mulai dari Dapodik, ARKAS, Info GTK, Verval.

Selanjutnya pengelolaan data BOS, ijazah, NISN, dan administrasi penting lainnya.

“Dengan kewenangan itu, kami merasa terintimidasi. Sedikit saja menyinggung, ia persulit data, bahkan menghapusnya. Itu terbukti dan mewujudkannya,” ungkapnya.

AKSI NYATA

Bagi Haluruk, ancaman tersebut bukan sekadar gertakan sambal.

Saat ia mengakses data pribadinya di aplikasi Info GTK (platform resmi Kemdikbud) untuk validasi tunjangan profesi dan sertifikasi itu, ternyata datanya telah hilang.

“Saya buka Info GTK, data saya hilang. Padahal saya sementara mengikuti PPG. Ini menyangkut sertifikasi, tunjangan dan masa depan karier saya,” keluh Haluruk.

Ia menilai tindakan operator sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang dan intimidasi administratif.

Kejahatan administrasi ini bukan hanya saya, guru lain juga pernah mengalami hal serupa.

‘’Anehnya, operator memulihkan data setelah kami memohon maaf dan menyodorkan uang,” ungkapnya.

Baca Juga:

Kekerasan Seksual pada 6 Pelajar, Oknum Guru SMP di Tanimbar Dituntut Seumur Hidup: https://sentralpolitik.com/kekerasan-seksual-pada-6-pelajar-oknum-guru-smp-di-tanimbar-dituntut-seumur-hidup/

Pernyataan Haluruk ini turut sejalan dengan pengakuan sejumlah tenaga pengajar di sekolah itu kepada media ini. (*)

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di Channel Telegram