Investasi

LSM Altar Dorong Pemda Tanimbar Temui Pemenang Tender Inpex, Bahas MoU

×

LSM Altar Dorong Pemda Tanimbar Temui Pemenang Tender Inpex, Bahas MoU

Sebarkan artikel ini
Sumitro Fenanlambir
Sumitro Fenanlambir, Devisi Kebijakan Publik LSM Aliansi Tanimbar Raya (ALTAR). f:KP-

SAUMLAKI, SentralPolitik.com – LSM Altar mendorong Pemrintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menemui pemenang tender PT Inpex untuk membahas MoU terkait kegiatan Blok Masela.

Pada proses tender akhirnya tiga perusahaan sebagai pemenang Proyek Strategis Nasional Blok Masela Inpex untuk kegiatan pagar dan jalan. 

Ketiganya adalah PT Nindya Karya, Petrosea dan ETI. PT Nindya Karya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi, EPC (Engineering, Procurement, and Construction).

Petrosea adalah perusahaan multidisiplin yang menghadirkan solusi terintegrasi di bidang Jasa Pertambangan, Rekayasa, Pengadaan & Konstruksi (EPC), EPCI Migas Lepas Pantai, serta Jasa Logistik & Pendukung. 

Sedangkan PT Enviromate Technology International (ETI), perusahaan yang berfokus pada infrastruktur gas alam, energi terbarukan, serta teknologi ramah lingkungan.

Hanya saja hingga kini Pemda KKT belum mengagendakan pertemuan resmi dengan ketiga perusahaan untuk membahas MoU untuk kepentingan Tanimbar.

DORONG PERTEMUAN

Melihat kekosongan itu, LSM ALTAR mendorong Pemda KKT agar segera memfasilitasi pertemuan dengan ketiga pemenang tender. 

’’Jangan tunda. Ini menyangkut kepastian hukum, investasi, dan masa depan ribuan warga KKT,” tandas Devisi Kebijakan Publik LSM Aliansi Tanimbar Raya (ALTAR), Sumitro Fenanlambir.

Proyek Inpex di Blok Masela ditargetkan menjadi penggerak ekonomi baru di Indonesia Timur. Nilai investasinya tembus miliaran dolar.

Dampaknya langsung dari proyek ini adalah penyerapan tenaga kerja, peningkatan PAD, pembangunan infrastruktur, hingga efek berantai untuk UMKM lokal alias multiplayer efek.

PAYUNG HUKUM

Menurut data ALTAR, ketiga pemenang tender sudah melengkapi dokumen dan tinggal menunggu urusan lahan Inpex di Lermatang selesai maka pekerjaan para pemenang tender segera berjalan. 

Saat ini, katanya, butuh duduk bersama di meja perundingan untuk menandatangani MoU antara Pemda KKT dan ketiga perusahaan pemenang tender itu.

“Tanpa MoU, tidak ada kepastian. Perusahaan pemenang tender wajib memenuhi permintaan Pemda KKT sebagai tamu yang baik dan juga sebagai tuan rumah yang baik dalam menjamin iklim investasi yang baik pula di bumi Duan Lolat.’’ 

‘’Pemda KKT jangan tunggu lama. Harus ada MoU sehingga masyarakat juga tahu apa hak dan kewajibannya. Ini untuk Tanimbar yang lebih baik,” jelas Sumitro.

AJUKAN ALASAN

LSM ALTAR merinci kenapa pertemuan ini penting dengan alasan-alasan mendasar.

Pertama,  Kepastian Investasi. Investor butuh komitmen stabilitas di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan hubungan baik dengan Pemda KKT. 

MoU juga jadi dasar agar proyek bisa melibatkan kepentingan Pemda dan masyarakat KKT

Kedua, Perlindungan Tenaga Kerja Lokal.Dalam MoU harus mengatur jelas soal prioritas tenaga kerja KKT, pelatihan skill, dan sistem rekrutmen yang transparan.

Ketiga, Keterlibatan Vendor Lokal. ‘’Ini kesempatan bagi Pemda dalam melibatkan vendor lokal yang bisa diandalkan dalam proyek tanpa diskriminasi,’’ ingatnya.

Keempat, Transparansi CSR dan Lingkungan. Pertemuan ini momentum untuk memastikan dana CSR dan program pemberdayaan benar-benar menyentuh desa-desa lingkar proyek, serta ada klausul tegas soal AMDAL

Selanjutnya, kelima soal komitmen dukungan penuh bagi keberlangsungan Blok Masela di bumi Duan Lolat

“Kalau ditunda-tunda, investor bisa seenaknya tanpa peduli dengan masyarakat bahkan Pemda KKT. Padahal KKT butuh proyek ini untuk kemakmuran rakyat,” ujar Sumitro 

DORONG PEMDA DAN DPRD

Karena itu ALTAR mendorong Bupati KKT untuk segera mengeluarkan surat undangan pertemuan. 

Pertemuan itu harus menghadirkan OPD terkait. ’’Bupati jangan hanya bolak balik ke luar daerah, fokus sedikit lah ke Tanimbar,’’ ingatnya lagi.

Tak hanya itu, ALTAR juga meminta DPRD KKT aktif mengawal. Gelar RDP, minta penjelasan, dan pastikan isi MoU berpihak ke rakyat Tanimbar.

Baca Juga:

Groundbreaking Blok Masela, ISKA KKT: Merawat Bumi Bagian dari Iman: https://sentralpolitik.com/ground-breaking-blok-masela-iska-kkt-merawat-bumi-bagian-dari-iman/

“Kami siap jadi jembatan. Yang penting ada niat baik Pemda. Dengar kesiapan pemenang tender dan kunci dalam MoU,” kata Sumitro.(*)

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di Channel Telegram