MASOHI, SentralPolitik.com – Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir membuka Karate Open Tournament Bupati Maluku Tengah Cup 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Kota Masohi, Minggu (1/11/2026).
Kejuaraan yang diikuti Sebanyak 30 kontingen dari 11 kabupaten/kota dengan total 663 atlet dan 884 entri pertandingan ikut dalam kejuaraan.
Turnamen ini mendapat apresiasi dari Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Provinsi Maluku dengan menilai telah menghadirkan atmosfer pertandingan berskala nasional.
Ketua Harian FORKI Provinsi Maluku, Yopie Angwarmase, menilai penyelenggaraan turnamen di Kabupaten Maluku Tengah tersebut memiliki kualitas dan atmosfer yang tidak lagi sekadar mencerminkan kompetisi tingkat kabupaten atau provinsi.
“Ini pertandingan skala nasional,” demikian penilaian Angwarmase terhadap penyelenggaraan Karate Open Tournament Bupati Maluku Tengah Cup 2026.
Menurutnya, kejuaraan karate tidak boleh hanya berorientasi pada perebutan medali dan gelar juara.
Lebih dari itu, karate merupakan sarana membangun karakter, menanamkan kedisiplinan, mengendalikan diri, serta mempererat persaudaraan antaratlet.
FORKI
Sementara Bupati Maluku Tengah mengapresiasi FORKI, panitia pelaksana, serta pendukung ata terselenggaranya kejuaraan tersebut.
Bupati menegaskan, berbagai kegiatan olahraga dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Masohi ke-69 harus mengedepankan semangat persahabatan, persaudaraan, dan sportivitas.
Pemerintah daerah juga berkomitmen mendukung organisasi olahraga dalam membina dan melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Pemkab Malteng, lanjutnya, menyambut antusias usulan agar daerah tersebut menjadi tuan rumah open tournament karate tingkat nasional.
Penyelenggaraan berbagai event olahraga penting, bukan hanya untuk meningkatkan prestasi atlet, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat.
Ketua Panitia, Max Dopeng, M.Pd., dalam laporannya menyebutkan bahwa turnamen tersebut diikuti 30 kontingen dengan total 663 atlet.
Sementara itu, terdapat 538 entri pada kategori open prestasi dan 346 entri kategori festival, sehingga total keseluruhan mencapai 884 entri pertandingan.
Max menjelaskan, jumlah partisipasi tersebut menunjukkan besarnya antusiasme terhadap kejuaraan karate di Maluku Tengah.
Turnamen ini juga menghadirkan atlet berprestasi tingkat nasional hingga internasional, salah satunya Adelia Tuasikal, atlet asal Maluku Tengah sebagai juara dunia di Manila.
MENGGERAKAN UMKM
Ketua FORKI Kabupaten Maluku Tengah, Hidayat Samalehu, S.Pi., mengatakan turnamen ini diselenggarakan untuk memeriahkan HUT Kota Masohi ke-69 sekaligus mendorong kemajuan olahraga karate di daerah.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga untuk menggerakkan sektor UMKM, meningkatkan daya beli, serta memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Sedangkan Ketua KONI Malteng lewat Kadispora, Sukry, menekankan pentingnya pembinaan olahraga berkelanjutan.
‘’Setiap cabang olahraga yang memiliki potensi maupun prestasi harus terus dikembangkan agar mampu melahirkan atlet yang berdaya saing dan membanggakan daerah,’’ katanya.
Sementara Penanggung Jawab Kegiatan, Ricky Risamena berharap penyelenggaraan turnamen tersebut dapat terus berkembang dan melibatkan lebih banyak daerah.
Ia menantang panitia agar pada pelaksanaan tahun berikutnya dapat menghadirkan perwakilan dari berbagai wilayah Indonesia Timur.
Baca Juga:
Nama Hendrikus Rahayaan Masuk Kontingen Maluku di Tim PON Beladiri Sulut; https://sentralpolitik.com/nama-hendrikus-rahayaan-masuk-kontingen-maluku-di-tim-pon-beladiri-sulut-bisa-tampil/
Ia berharap kejuaraan ini menjadi ruang pembinaan atlet, penguatan prestasi, dan pintu masuk bagi Maluku Tengah untuk menyelenggarakan kompetisi karate pada level nasional. (*)






