Pemerintahan

BPPP Ambon Luncurkan Simulator Pelatihan Perkapalan dan 16 Klinik Halal

×

BPPP Ambon Luncurkan Simulator Pelatihan Perkapalan dan 16 Klinik Halal

Sebarkan artikel ini
Peluncuran Simulator dan Klinik Halal
BPPP Ambon meluncurkan peralatan navigasi dan engine simulator serta 16 Klinik Hala di Kota Ambon. f:CS-

AMBON, SentralPolitik.com — BPPP (Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan) Ambon resmi meluncurkan penggunaan perdana peralatan navigasi simulator dan engine simulator serta membuka 16 Klinik Halal di Kantor BPPP, Jumat (21/8/2026).

Klinik yang tersebar di wilayah kerja Indonesia Timur ini sebagai langkah strategis memperkuat kualitas SDM dan daya saing produk kelautan dan perikanan.

Hadir saat peluncuran Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Dr. Nyoman Radiarta dan Walikota Ambon Bodewin M. Wattimena.

Perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Kejati Maluku, serta para pemangku kepentingan, dunia pendidikan dan pelaku UMKM.

Kepala BPPP Ambon, Abu Bakar, melaporkan pengadaan dan pemasangan simulator telah selesai dan berfungsi dengan baik. 

BPPP merupakan salah satu dari hanya dua unit pelatihan di lingkungan KKP, bersama Poltek Karawang, yang mendapat kesempatan distandarisasi mengikuti standar internasional.

“Ini bukan untuk tahun ini saja. Kami berkomitmen memperkuat fasilitas, dan tahun depan akan membangun gedung pelatihan baru yang lebih lengkap,’’ harapnya.

‘’Ambon bisa menjadi pusat pelatihan berstandar internasional satu-satunya di kawasan Indonesia Timur untuk penyiapan SDM, baik bekerja di dalam negeri maupun luar negeri,” sambungnya.

Selain peluncuran simulator, acara ini juga menandai pembukaan 16 Klinik Halal yang tersebar di 16 kabupaten/kota di wilayah kerja BPPP Ambon. 

Sebanyak 864 penyuluh kelautan dan perikanan telah mengikuti pelatihan pendampingan proses halal. 

Saat ini sekitar 300 pelaku UMKM telah terdaftar, dengan target memfasilitasi 100 kelompok pengusaha mendapatkan sertifikat halal secara gratis.

“Kami ingin memastikan produk olahan perikanan kita tidak hanya berstatus halal, tapi juga berdaya saing tinggi untuk menembus pasar modern, bahkan ekspor,” tambahnya.

PENDAMPINGAN

Walikota Ambon Bodewin Wattimena menyambut baik langkah ini, menegaskan peningkatan kualitas SDM harus berjalan beriringan dengan jaminan kehalalan dan keamanan produk. 

Ia menekankan pentingnya pendampingan bagi pelaku usaha, termasuk pemberian fasilitasi sertifikasi halal secara gratis dan dukungan akses pasar.

“Kami berharap klinik halal dapat menjadi pusat layanan yang dekat dengan masyarakat, terutama yang selama ini mungkin terkendala pengetahuan dan akses terhadap sertifikasi halal,’’ harapnya. 

Baginya, butuh sinergi antar-pemangku kepentingan agar program ini berdampak nyata bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Dr. Nyoman Radiarta menyebut peluncuran simulator ini sebagai langkah awal untuk membangun SDM kelautan dan perikanan yang kompeten. 

Ia menegaskan dukungan pusat untuk melengkapi fasilitas pelatihan di Ambon secara bertahap.

Pemilihan Ambon karena menjadi pusat pengembangan SDM terkuat di Indonesia Timur. 

Ke depan, ingatnya, manfaatkan fasilitas ini secara maksimal oleh seluruh elemen, SMK, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat. ‘’Agar manfaatnya meluas,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, BPPP Ambon meneken PKS dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpatti, sejumlah SMK jurusan Perikanan di Provinsi Maluku.

Baca Juga:

Pengusaha Perikanan Tangkap Diminta Komit Bangun Maluku: https://sentralpolitik.com/pengusaha-perikanan-tangkap-diminta-komit-bangun-maluku/

PKS ini untuk meningkatkan kualitas lulusan dan penyiapan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing. (*)

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di Channel Telegram