Kesehatan

Dokter dan Nakes RSUD Tulehu Ancam Mogok; TPP Tak Jelas, Jasa Medis dan BPJS Masih Gelap

×

Dokter dan Nakes RSUD Tulehu Ancam Mogok; TPP Tak Jelas, Jasa Medis dan BPJS Masih Gelap

Sebarkan artikel ini
RSUD dr Izak Umarella Tulehu
Bangunan RSUD dr Izak Umarella Tulehu. Sejumlah dokter dan Nakes RS itu mengancam akan melakukan aksi mogok kerja. -f:rsudishakumarella.com-

AMBON, SentralPolitik.com – Sejumlah dokter dan Tenaga Kesehatan (Nakes) di RSUD dr H Ishak Umarella Tulehu mengancam akan mengambil langkah mogok kerja.

Selain karena TPP yang tak kunjung cair, sedari tahun 2024 sampai 2026 ini, Pemerintah Provinsi Maluku tak kunjung melunasi Jasa Pelayanan Dokter dan Tenaga Kesehatan bagi rumah sakit itu.

Sumber media ini di internal RSUD dr Umarella mengaku, sejak 2024 sampai 2026 ini, Jasa Pelayanan Dokter dan Tenaga Kesehatan mencapai miliaran rupiah.

Sayangnya, Pemprov Maluku terkesan sengaja mendiamkan dana itu.

Sumber yang enggan mempublikasi identitasnya ini mengaku pada 2024 (dari Bulan Oktober) terdapat tunggakan sebesar Rp 925.059.160.

Pada tahun 2025, Jasa BPJS sebesar Rp3.386.873.840 dan Jasa Medis Rp.161.386.220.

Dan tahun 2026, Pemprov hanya menganggarkan Rp 432.000.000. Sementara sisa yang tidak masuk anggaran sebesar Rp.864.000.000.

‘’Total jasa pelayanan dokter dan tenaga kesehatan yang tertunda pembayarannya sampai 2026 ini sebesar Rp5.337.319.220,’’ rincinya.

SURATI BPKAD PROPINSI MALUKU

Ia mengaku Direktur RSUD dr H Ishak Umarella telah beberapa kali menyurati Kepala BPKAD bahkan Sekda terkait masalah ini.

Direktur meminta penambahan anggaran untuk membayar jasa Dokter dan Tenaga Kesehatan.

‘’Namun sejauh ini tidak ada respon, bahkan terkesan sengaja dicuekin oleh Kepala BPKAD dan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku,’’ tandas sumber tadi.

Karena masalah ini, terjadi gejolak di internal RS dan dikhawatirkan berdampak bagi pelayanan kesehatan di warga Tulehu dan sekitarnya.

‘’Beberapa dokter sudah sepakat akan menghentikan pelayanan. Sudah TPP tidak jelas, uang jasa pelayanan dokter dan Nakes juga gelap,’’ tandas sumber tadi.

Ia juga memaparkan dinamika internal di rumah sakit itu. Atas kekecewaan para dokter, Direktur RSUD dr H Umarella Tulehu, dr Rahmi Meitia Ambon, M.Kes, Sp.A burupaya menenangkannya.

‘’Kami sudah bertemu Kaban BPKAD dan Kaban berjanji menjadi atensi untuk menyelesaikannya,’’ Direktur RSUD dr H Umarella Tulehu, dr Rahmi.

‘’Kita diminta menunggu ada berita baik ya dokter dan Nakes semua,’’ katanya sumber mengutip penjelasan Direktur RS di WAG dr RSUD Umarella.

Menanggapi penjelasan tersebut, sebagian dokter dan Nakes sepakat akan mengambil langkah mogok kerja bila janji Kepala BPKAD Jasmono tidak ada realisasinya.

BEDA TPP dan JASA KESEHATAN

Sementara dokter lainnya mengingatkan perbedaan antara TPP dengan uang Jasa Pelayanan Dokter dan Tenaga Kesehatan.

Jasa, ingatnya, merupakan hak dokter dan Nakes dari pekerjaan mereka.

Sebab 60 persen uang jasa sudah disetor ke Pemda, sedangkan sisanya 40 persen merupakan hak dokter dan Nakes.

‘’Jadi tidak ada alasan bahwa minim anggaran. Karena Pemprov sebenarnya tidak boleh menggunakan 40 % sehingga menunda pembayaran uang jasa,’’ingatnya.

Ia secara terbuka mengingatkan kalau seharusnya Pemprov jangan mencari PAD dari rumah sakit. Karena hasil pelayanan RS adalah tingkat kesehatan masyarakat meningkat, dan layanan makin bermutu.

JASA MEDIS DAN BPJS

Sekedar tau, jasa medis dari BPJS adalah imbalan atau pendapatan finansial yang diterima oleh tenaga medis (dokter, perawat, bidan).

Dokter dan Nakes mendapat dana ini atas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dana ini bersumber dari klaim fasilitas kesehatan kepada BPJS Kesehatan.

Sejak tahun 2024, BPJS Provinsi Maluku telah secara rutin dan teratur melakukan transfer ke Pemda Maluku atas klaim dari RSUD Umarella Tulehu.

Seharusnya dokter dan Nakes menerima hak mereka tepat waktu, karena berkaitan dengan hak atas tugas pelayanan kesehatan yang telah mereka lakukan.

‘‘Bila sampai 25 Juli 2026 tidak ada titik terang, dokter dan Nakes RSUD Tulehu telah bertekad mogok dan menutup pelayanan di Rumah Sakit itu,’’ tandas sumber.

Baca Juga:

Sidak RSUD Haulussy Lewerissa Temukan Pekerjaan Gedung E Bermasalah, Lantai Tak Berkeramik: https://sentralpolitik.com/sidak-rsud-haulussy-lewerissa-temukan-pekerjaan-gedung-e-bermasalah-lantai-tak-berkeramik/

Sayangnya, sampai berita ini naik tayang, Kepala BPKAD maupun Sekda Maluku belum memberikan keterangannya. (*)

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di Channel Telegram