Banner Iklan

Banner Iklan
Organisasi

GMNI Maluku Tengah Aklamasi Tetapkan Henri Remiassa sebagai Ketua Cabang 

×

GMNI Maluku Tengah Aklamasi Tetapkan Henri Remiassa sebagai Ketua Cabang 

Sebarkan artikel ini

MASOHI, SentralPolitik.com – Konferensi Cabang (Konfercab) III Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Maluku Tengah menetapkan Henri D Remiassa sebagai Ketua Cabang secara aklamasi.

Henri terpilih dalam Sidang Pleno IV yang berlangsung di Aula Kantor Camat Kota Masohi, Kamis (29/10/2026).

Dalam konferensi tersebut, forum juga menetapkan Farhan Anwar sebagai Sekretaris Cabang.

Kepemimpinan baru ini dihadapkan pada sejumlah agenda penting, mulai dari konsolidasi internal, penguatan kaderisasi, hingga penyusunan program kerja yang lebih terarah.

Henri menegaskan, berakhirnya Konfercab III bukan sekadar menandai pergantian kepemimpinan.

“Melainkan menjadi titik awal untuk membangun organisasi yang lebih terstruktur dan mampu menjawab tantangan mahasiswa di Maluku Tengah,” katanya.

Menurutnya, organisasi mahasiswa membutuhkan kerja nyata, konsolidasi yang kuat, serta strategi kaderisasi yang berkelanjutan.

Kepengurusan baru, kata dia, harus memastikan setiap program tidak berhenti sebagai dokumen organisasi, tetapi mewujudkan melalui kegiatan konkret.

AGENDA

Dalam waktu dekat, GMNI Malteng akan memprioritaskan konsolidasi internal, pelaksanaan Musyawarah Komisariat (Muskom), serta Penerimaan Anggota Baru (PPAB) di tingkat komisariat.

Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat basis organisasi sebelum memasuki tahapan kaderisasi tingkat dasar.

Ia juga menyoroti tantangan regenerasi yang dihadapi organisasi mahasiswa di daerah.

Berkurangnya jumlah mahasiswa di Malteng serta persaingan dengan OKP lainnya, menurut dia, menuntut GMNI mengembangkan pendekatan yang tepat untuk menjangkau mahasiswa baru.

Bagi Henri, kaderisasi tidak boleh dimaknai sebatas perekrutan anggota atau pelaksanaan pelantikan.

KADERISASI

Lebih dari itu, kaderisasi harus menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan intelektual, dan penempaan kepemimpinan agar kader mampu mengambil peran dalam kehidupan masyarakat, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“kader harus dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan, bukan sekadar menjadi anggota organisasi. Karena itu, proses kaderisasi harus berjalan secara serius dan berkelanjutan,” pesannya.

Baca Juga:

Buka Bersama Cipayung Plus, Kapolda Ingatkan Maluku Miniatur Indonesia; https://sentralpolitik.com/buka-bersama-cipayung-plus-kapolda-ingatkan-maluku-miniatur-indonesia/

Ia berharap seluruh pengurus yang nantinya mengisi struktur kepengurusan cabang menunjukkan komitmen melalui kerja nyata. (*)

Baca Berita Menarik Lainnya! Dapatkan informasi terbaru dari SentralPolitik.com
Channel Telegram ➜