AMBON, SentralPolitik.com – Ini modus oknum Kesdam, Serka Agus Teguh Pribadi (ATP) dan Berry Ritiauw alias Obed saat menggasak uang Casis TNI saat perekrutan.
Dengan Modus alias Modal Dusta inilah, orang tua Casis yang juga petani di Kepulauan Tanimbar ini akhirnya kehilangan puluhan juta rupiah.
Informasi media ini kalau awalnya Ritiauw mendekati orang tua Casis. Ia menawarkan bantuan karena memiliki teman dengan seorang anggota TNI.
Oknum tersebut belakangan diketahui bernama Serka Agus Teguh Pribadi (ATP), oknum anggota yang bertugas di Kesdam Pattimura yang penempatannya di Masohi, Maluku Tengah.
Obed kemudian mempertemukan orang tua Casis dengan ATP. Pertemuan berlangsung pada Oktober 2025 di Lapangan Merdeka, Kota Ambon.
“Siapkan uang Rp. 100 juta ya,” kata Agus kepada orang tua Casis pada pertemuan perdana itu. Meski merasa berat orang tua Casis menyanggupinya.
“Kamu kok nda tawar,” kata Agus memberi statemen. “Bisa turun Rp. 80 juta?” jawab Ortu Casis. “Kalau dari saya Rp. 60 juta saja,” Agus kembali menimpali.
Deal! Selanjutnya berlangsung pertemuan kedua. Pertemuan juga di Lapangan Merdeka. Kali ini terjadi deal, bahwa uang sebesar Rp. 60 juta untuk pengurusan seleksi Casis.
Hadir pada pertemuan pada bulan Oktober 2025 ini yakni Serka Agus, Obed dan orang tua Casis.
“Serahkan saja uangnya ke Obed. Dia orang kepercayaan saya,” kata Agus kepada orang tua Casis.
Karena sudah ada kesepakatan, Ortu Casis kemudian menyerah uang kepada Obed sebesar Rp. 50 juta. Sisa Rp. 10 juta yang belum diserahkan.
Beberapa saat kemudian Obed menyerahkan dana sebesar Rp. 30 juta kepada Serka Agus lewat transfer. Media ini berhasil mengantongi bukti transfer ini.
Karena sudah menerima uang, selanjutnya berlangsung pertemuan lebih santai di rumah kopi di seputaran Kantor Pegadaian.
Beberapa hari berselang, Agus menelepon Obed supaya mengajak Ortu Casis di Karoke, di kawasan Mardika.
JATUH SAAT SELEKSI
Setelah menyerahkan uang, Ortu Casis pulang ke Tanimbar. Sialnya, saat seleksi berlangsung Casis yang bersangkutan gugur seleksi.
Ia kemudian menelepon Orang Tuanya. Selanjutnya ia mengontak Obed.
Mengetahui hal ini, Obed kemudian mengaku sudah menyerahkan lagi Rp. 20 juta ke Agus. Alasannya untuk mendongkrak Casis supaya bisa lanjut seleksi.
Hanya saja si Casis tetap gugur. Pada titik ini baik Agus maupun Obed berjanji kalau ikut seleksi lagi pada Maret 2026.
SELEKSI MARET 2026
Pada seleksi berikut yakni Maret 2026 si Casis ikut lagi dalam proses seleksi.
Kali ini, Agus lewat Obed mengaku kalau Casis tidak perlu cek up karena dia berjanji tetap lolos.
Ortu Casis hanya bisa komunikasi lewat Obed, karena baik Agus maupun Obed tidak memberi nomor ponsel pak Agus.
Saat seleksi berlangsung, Obed kembali meminta tambahan uang sisa Rp. 10 juta sebagaimana “janji suci” di bulan Oktober 2025 lalu.
Hanya saja karena sudah menyerahkan uang Rp. 50 juta tapi tidak lolos, Ortu Casis hanya menyerahkan Rp. 5 juta, dengan catatan sisanya bila benar-benar lolos.
Sialnya, ternyata si Casis tidak tembus. Sejak saat itu, Obed tidak berhasil dihubungi lewat ponselnya.
DITANGANI KESDAM

Atas persoalan ini, Kesdam XV Pattimura bergerak cepat menciduk Serka Agus. Sesuai pengakuan Agus, ia menerima uang sebesar Rp. 30 juta.
Sumber media ini menyebutkan kalau Agus sudah mengembalikan dana. Hanya saja dia tidak bisa memastikan apakah uang itu sudah kembali ke Ortu Casis.
Informasi media ini kalau pengembalian ternyata kabur. Sebab selain Ortu Casis tidak pernah menerima pengembalian, dari bukti transfer ternyata uang dikirim bukan kepada Ortu Casis.
Ada sih bukti pengembalian. Tapi transfer dari Anissa Salampessy kepada Sarah Antilya Vennia.
Hingga kini, media ini belum mengidentifikasi siapa itu Anissa Salampessy dan Sarah Antilya Vennia, serta hubungannya dengan Obed Ritiauw.
Pastinya sampai saat ini Ortu Casis belum menerima sepeser pun uang hasil olahan Obed dan Agus.
KORBAN LAIN
Sebelumnya, karena tidak dapat nomor kontak si Agus, ortu Casis kemudian mencari nomor ponselnya lewat keluarga di Masohi.
Dari penelusuran keluarga, ternyata mereka mendapat nomor ponsel Serka Agus lewat Casis lainnya yang tidak tembus. Casis ini juga merupakan korban Agus.
Komunikasi dengan Serka Agus tidak berjalan mulus, karena oknum TNI selalu beralasan yang tidak masuk akal.
Sementara pelaku yang juga orang kepercayaan Agus yakni Obed lebih parah lagi. Karena selalu berputar pada alasan yang tak masuk logika. Itupun setelah ratusan kali di kontak.
Sampai berita ini naik cetak, media ini belum dapat mengkonfirmasi Obed.
Baca Juga:
Serka Agus Akhirnya Diproses, Kakesdam: Tidak ada Toleransi bagi Pelanggar: https://sentralpolitik.com/serka-agus-akhirnya-diproses-kakesdam-tidak-ada-toleransi-bagi-pelanggar/
Saat media ini hendak menemuinya di rumahnya di kawasan Farmasi Atas, bilangan Kudamati, Obed tidak berada di tempat. (*)






