AMBON, SentralPolitik.com – Makelar Calon Siswa TNI terungkap. Adalah Serka Agus Teguh Pribadi, seorang oknum TNI AD pada Satuan Kesehatan Kodim 1502 Masohi dilaporkan terlibat.
Sumber media ini menyebutkan kalau awalnya seorang ayah asal Tanimbar, sebut saja Otto, hendak mengantar anaknya mengikuti seleksi Catam TNI AD.
Ia kemudian bertemu Agus Taguh Pribadi di Lapangan Merdeka Ambon. Agus kemudian menyanggupi mengantar anaknya menjadi Anggota TNI.
Saat pertemuan terjadi deal. Agus bersedia membantu dengan dana sebesar Rp. 60 juta.
Pertemuan berikut terjadi di Lapangan Merdeka. Ikut dalam pertemuan sekitar bulan Oktober 2025 itu Otto, Agus dan Obed.
Agus kemudian menunjuk orang kepercayaannya bernama Obed alias Berry Ritiauw.
‘’Nanti uangnya serahkan saja ke Obed, dia itu orang kepercayaan saya,’’ kata Otto mengutip pembicaraan dengan Agus.
Dari hasil pembicaraan itu, Otto kemudian menstranfer uang sebesar Rp. 60 juta ke rekening Obed alias Berry Ritiauw.
Dari jumlah ini, pada 17 Oktober 2025, Obed kemudian mentranfer dana sebesar Rp. 30 juta ke Rekening Agus Teguh Santoso dengan nomor Rekening BRI nomor 4867*******3530.
Sialnya, saat pengumuman hasil seleksi anaknya Otto tidak lulus. Karena tidak lulus, Agus meminta penambahan Rp.20 juta.
‘’Obed pesan kalau pak Agus minta tambahan Rp. 20 juta untuk mendongkrak naik. Karena itu saya sudah kirim Rp. 20 juta ke pak Agus,’’ cerita Otto mengutip pembicaraan dengan Obed.
Otto mengaku kesal, sebelum kirim ke Pak Agus mestinya memberitahunya. Tapi karena, katanya uang sudah dikirim ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Tak cukup sampai di situ, Obed kembali meminta Rp, 5 juta. Sehingga total uang yang ia serahkan kepada orang kepercayaan pak Agus itu sebesar Rp. 55 juta.
GAGAL PENERIMAAM MARET

Atas insiden ini Agus kembali mengaku kalau bersabar saja, karena pada Maret 2026 ada penerimaan Casis TNI AD lagi.
Sayangnya, pada penerimaan bulan Maret 2026 kemarin, anaknya Otto ternyata tidak tembus penerimaan Tantama TNI AD.
Sementara media ini menghubungi Agus Taguh Pribadi, ia mengaku tidak menerima satu peser pun uang pada penerimaan tersebut.
‘’Saya tidak menerima sepeser pun. Silahkan laporkan Obed ke polisi. Saya siap menjadi saksi,’’ katanya menutupi perilakunya.
Ia tidak sadar kalau media ini sudah menerima bukti transfer dari Obed kepada yang bersangkutan.
Agus dengan lugunya mengaku menjadi korban pencemaran pada kasus tersebut. ‘’Saya ini korban pencemaran nama baik,’’ katanya mengelek.
Sementara saat media ini hendak menemui Obed alias Berry Ritiauw di rumahnya, Senin (30/3/2026) tidak ada di tempat.
‘’Oh, Obed tidak berada di rumah. Kami tidak bisa memastikan kapan dia pulang,’’ kata keluarganya.
Atas insiden ini, Otto meminta perhatian Pangdam XV Pattimura.
Baca Juga:
Temukan Oknum TNI Main di Gunung Botak Lapor ke Sini: https://sentralpolitik.com/temukan-oknum-tni-main-di-gunung-botak-lapor-ke-sini/
‘’Kami ini cuma petani biasa. Kami minta para pimpinan Kodam bisa melihat masalah ini. Kami menghendaki uang kami kembali,’’ tandasnya. (*)






