Organisasi

ISKA Maluku Gelar Sekolah Kebangsaan; Dorong Nasionalisme Generasi Muda di Era Disrupsi

×

ISKA Maluku Gelar Sekolah Kebangsaan; Dorong Nasionalisme Generasi Muda di Era Disrupsi

Sebarkan artikel ini
Sekolah Kebangsaan
ISKA Maluku menggelar Sekolah Kebangsaan di Ambon, Sabtu (8/11/2025). f:DENIS-

AMBON, SentralPolitik.com – DPD Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Provinsi Maluku menyelenggarakan Sekolah Kebangsaan di Aula Seminari Tinggi St. Fransiskus Ambon, Sabtu (8/11/2025).

Perwakilan Presidium Pusat ISKA, Prasetyo Nurhardjanto membuka Sekolah Kebangsaan ini.

Nurhardjanto merupakan bagian dari International Catholic Movement of Intellectual and Cultural Affair.

Ia juga Dosen Atma Jaya serta alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) Lemhannas RI 2013.

Sekitar 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Ambon dan sekitarnya, ikut kegiatan.

SEMANGAT NASIONALISME

Sekolah Kebangsaan ini bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan serta membangun semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.

Tiga narasumber utama tampil membawa materi yakni RD. Dr. (Can.) Ignatius S. S. Refo, M.A., RD. Dr. Costan Fatlolon, M.A dan Ir. Richard Uffie, M.T..

Selain diskusi tematik, kegiatan ini dikemas secara interaktif melalui berbagai games dan role play yang relevan dengan tema kebangsaan.

Dengan skema ini peserta tidak hanya menerima materi, tapi juga mengalaminya secara langsung melalui simulasi nilai-nilai Pancasila dan kehidupan berbangsa.

KONTRIBUSI BAGI INDONESIA

Dalam paparannya berjudul “Bagaimana Indonesia Jika Tanpa Katolik”, Romo Ignatius S. S. Refo.

Romo Igo menegaskan bahwa meskipun umat Katolik hanya berjumlah sekitar 2% dari total penduduk Indonesia, kontribusinya terhadap bangsa sangat signifikan.

“Kita tidak pernah merasa minder dengan jumlah yang kecil. Sejarah mencatat, umat Katolik selalu memberi kontribusi positif bagi kemajuan bangsa,” ujar Romo Igo.

PANCASILA DI TENGAH DISKUSI

Sementara itu, RD. Dr. Costan Fatlolon, M.A., dalam materi bertajuk “Pancasila, Demokrasi, dan Tantangan Era Disrupsi”, menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah perubahan sosial yang cepat.

“Jangan takut untuk berbeda. Pancasila justru mengajarkan bahwa perbedaan adalah kekuatan yang menunjukkan kualitas manusia yang lebih baik,” ungkapnya.

Ia juga mengutip pemikiran filsuf Jürgen Habermas tentang perlunya penguatan institusi demokrasi sebagai fondasi bagi keberlanjutan sistem politik yang adil dan inklusif.

REFLEKSI REALITAS POLITIK

Sementara Ir. Richard Uffie, M.T membawa materi “Menimbang Ulang Kebangsaan Kita dalam Realitas Politik Dewasa Ini”.

Ia menyoroti berbagai tantangan kebangsaan di tengah kemunduran moral dan politik.

Uffie menyebut, bangsa kita tengah menghadapi banyak kemunduran dan tantangan.

“Karena itu, mahasiswa harus berani bersikap kritis dan mengembalikan semangat kebangsaan seperti yang dicontohkan para pendiri bangsa,” tegasnya.

KOLABORASI

Melalui survei interaktif selama kegiatan, peserta mengidentifikasi lima ancaman terbesar terhadap kehidupan kebangsaan, yaitu:

Perpecahan dan disintegrasi, Korupsi, Narkoba,Terorisme dan Intoleransi.

Sebagai bentuk sinergi lintas generasi, acara ini dilanjutkan dengan kegiatan bersama Pemuda Katolik, mitra organisasi ISKA di Ambon dan Maluku umumnya.

Saat Penutupan Kegiatan, Ketua DPD ISKA Maluku, Dr. Andreas Ratuanak, S.H., M.H., menekankan kegiatan ini sebagai bentuk nyata keterlibatan ISKA dalam pembangunan karakter bangsa.

“Sekolah Kebangsaan ini merupakan kontribusi konkret ISKA bagi bangsa,” katanya.

Ia berharap kegiatan ini mampu membuka wawasan kebangsaan yang lebih luas bagi para mahasiswa dan memperkuat semangat nasionalisme generasi muda.

TENTANG ISKA

ISKA merupakan organisasi cendekiawan Katolik yang berkomitmen untuk menghadirkan nilai-nilai iman dan kebangsaan dalam kehidupan sosial, politik, dan budaya.

Melalui program-program pendidikan dan advokasi publik, ISKA terus berperan aktif dalam memperkuat keutuhan bangsa serta memperjuangkan keadilan sosial berdasarkan Pancasila. (*)

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di Channel Telegram