Pendidikan

Jadi Rujukan Pendidikan, Kementerian dan 10 Provinsi Kunjungan Belajar ke Maluku Tengah 

×

Jadi Rujukan Pendidikan, Kementerian dan 10 Provinsi Kunjungan Belajar ke Maluku Tengah 

Sebarkan artikel ini
Kunjungan Belajar
Bupati Zulkarnain Awat Amir, mendampingi Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias saat Kunjungan Belajar, Selasa (27/1/2026). f:F4S-

MASOHI, SentralPolitik.com – Kabupaten Maluku Tengah kian memantapkan posisinya sebagai rujukan kebijakan peningkatan mutu pendidikan, baik bagi pemerintah pusat maupun daerah.

Itu ditunjukkan melalui kunjungan belajar 27 peserta dari 10 Provinsi dan perwakilan Kementerian di SD 216 dan 202 Maluku Tengah, Selasa (27/1/2026).

Hadir pula Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias.

Bupati Zulkarnain Awat Amir dan Betty Epsilon Idroos, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Husen Mukadar menyambut rombongan yang datang bertandang.

Kunjungan belajar ini untuk melihat langsung transformasi kebijakan pendidikan dasar di wilayah kepulauan dan terpencil dengan kondisi geografis sulit.

Para peserta berasal dari Provinsi Aceh, Maluku, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo dan Kalimantan, Utara Papua serta Papua Barat.

Selanjutnya, Papua Tengah, Papua Barat Daya, Papua Selatan, dan Papua Dataran Tinggi, Kemendagri, Bappenas dan Kementerian Keuangan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program Short Course Australia Awards Indonesia (AAI) dan Kemitraan Australia Indonesia melalui Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA).

Short Course hadir untuk memperkuat kapasitas pemda dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti, meningkatkan koordinasi antar level pemerintahan, serta mendorong inovasi layanan publik.

TENAGA PENDIDIK

Bupati Zulkarnain Awat Amir menjelaskan kondisi geografis Malteng terdiri dari 95,8% lautan dan 4,2% daratan menjadi tantangan pemerataan layanan pendidikan.

Saat ini terdapat 395 SD dan 45 MI yang melayani lebih dari 47 ribu siswa dengan dukungan 4.139 guru.

Namun, distribusi tenaga pendidik belum merata, kualitas pembelajaran masih rendah, dan akses teknologi terbatas.

“Kami harus berkolaborasi dengan berbagai pihak agar mampu meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya di SDN 216.

Untuk mengatasi tantangan itu, Pemkab Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), universitas, Kemenag, Balai Teknis Pendidikan, serta komunitas lokal.

Alhasil, sejumlah kebijakan inovatif diluncurkan, termasuk perluasan akses internet melalui kerjasama dengan lembaga penyedia layanan internet Starlink.

Starlink saat ini hadir untuk sekolah di pedalaman dan kepulauan yang mengalami blank spot.

Selain itu, Pemkab mengalokasikan anggaran Rp4,5 miliar untuk pelatihan guru berkelanjutan yang berfokus pada peningkatan literasi, numerasi, dan karakter.

INSTRUKSI BUPATI

Bupati juga telah mengeluarkan instruksi tentang Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan (PKB). Mendorong guru melakukan persiapan pembelajaran berbasis asesmen secara rutin melalui KKG.

Dampaknya, akses internet kini menjangkau sekolah-sekolah di wilayah 3T, meningkatkan peluang pembelajaran digital dan kolaborasi antar sekolah.

Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7–15 tahun meningkat, Standar Pelayanan Minimal (SPM), skor literasi dan numerasi menunjukan tren positif dalam tiga tahun terakhir.

Dian Suryanata, peserta asal Kalimantan Utara mengaku terinspirasi oleh langkah-langkah Pemkab Maluku Tengah dalam penguatan ekosistem pendidikan.

Ia berharap dapat mengadaptasi praktik baik ini untuk menjawab tantangan pembangunan di daerah masing-masing.

Baca Juga:

Bupati Maluku Tengah Terima Bantuan Bus Sekolah daru Kemenhub RI: https://sentralpolitik.com/bupati-maluku-tengah-terima-bantuan-bus-sekolah-dari-kemenhub-ri/

”Saya melihat komitmen kepala daerah yang luar biasa didukung implementasi langsung oleh kepala dinas dan jajarannya. Inilah yang menjadikan pendidikan dasar di Maluku terlihat istimewa seperti pembelajaran di luar negeri,” aku Dian. (*)

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di Channel Telegram