OPINI

Local Content versus Local People Development; Proyek Kilang LNG Blok Masela

×

Local Content versus Local People Development; Proyek Kilang LNG Blok Masela

Sebarkan artikel ini

Oleh Boetje HP Balthazar (*

Boetje HP Balthazar
Praktisi Bidang MIGAS - Nasional/ Anggota KMI-Komunitas MIGAS Indonesia. f:Koleksi Pribadi-

Tujuan pemerintah kita membuat kebijakan LOCAL CONTENT adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan menciptakan lapangan pekerjaan yang akan meningkatkan kapasitas dan keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM) Lokal – LOCAL PEOPLE DEVELOPMENT.

Dalam pembangunan sebuah proyek besar seperti Proyek Kilang LNG Blok Masela-nya perusahaan INPEX MASELA Ltd, local content  sangat penting dan bermanfaat untuk Pembinaan SDM lokal di Provinsi Maluku.

Beberapa faktor yang mempengaruhi local content dalam Pembangunan sebuah Kilang LNG antara lain, bilamana calon Tenaga kerja lokal telah memiliki kualitas dan keterampilan yang memadai maka pemanfaatan SDM lokal peluangnya akan lebih besar.

Ada juga beberapa komponen dan material di lokal yang sulit memenuhi standar kualitas sehingga perusahaan harus mempertimbangkan dengan teliti keseimbangan antara penggunaan bahan lokal dan bahan import.

Disamping hal diatas, Pemerintahan Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta lembaga terkait mungkin akan menetapkan persentase local content minimum tergantung pada jenis Proyek di daerah tersebut.

Sebagai Contoh, Proyek Kilang LNG di Bontang, Kalimantan Timur & Proyek Kilang LNG di Tangguh, Papua Barat memiliki target local content tertentu dalam Pengadaan Barang dan Jasa, pekerjaan konstruksi dan penyediaan tenaga kerja lokal.

PELATIHAN

Melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal di Provinsi Maluku, maka sebagian pekerjaan konstruksi dan Pembangunan fasilitas, bisa dilaksanakan dengan menggunakan tenaga kerja lokal dari Provinsi Maluku.

Beberapa material mungkin harus diimpor, tetapi ada juga komponen yang lebih sederhana bisa diperoleh di sumber lokal.

Persiapan Pembangunan Kilang LNG Blok Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar mudah-mudahan dapat segera dimulai.

Lahan yang dipersiapkan untuk Pembangunan Kilang LNG tersebut setelah mendapat persetujuan dari pihak-pihak yang berkepentingan.

TENDER TERBUKA

INPEX MASELA Ltd sebagai operator Blok Masela akan mempersiapkan proses Tender Terbuka untuk Prakualifikasi Kontraktor-kontraktor yang memiliki Kompetensi untuk mengerjakan Site Preparation di Lokasi yang akan dibangun Kilang tersebut.

Salah satu pekerjaan yang dibutuhkan di awal Site Preparation adalah Pembuatan pagar (Fencing) di sekeliling Lahan Kilang yang akan dibangun.

Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal di samping tenaga kerja Ahli pada umumnya mencakup beberapa posisi tenaga kerja (role) yang memiliki keterampilan vokasional yang relevan.

Pekerjaan fencing bukan sekedar memasang kawat/ pagar saja, tapi melibatkan aktivitas konstruksi ringan sampai menengah dengan standar teknis dan Keselamatan kerja yang cukup tinggi.

Tenaga kerja langsung seperti Helper/ General Labour bertugas membantu pekerjaan ringan, angkat-angkat material, membersihkan area fencing, pengukuran sederhana yang tidak membutuhkan skill tinggi, namun tenaga kerjanya harus paham instruksi untuk bekerja dari Supervisornya.

Tenaga Fabricator/ Steel Fixer tugasnya memotong atau membengkokkan dan memasang batang besi dan penyanggah dan mampu membaca gambar design fencing untuk pekerjaan sederhana.

Tenaga Tukang las (Welder) harus mengerti bagaimana las listerik/ MIG/ TIG sesuai material pagar.

Untuk semua jenis pekerjaan las ini, Tenaga Kerja yang sudah memiliki sertifikasi las menjadi nilai tambah.

Tenaga Fitter/ Installer tugasnya untuk memasang panel, bracket, baut, paku dan komponen fencing sesuai pengukuran yang tepat dan harus rapi.

Tenaga Equipment operator sebagai opsional, tugasnya mengoperasikan gergaji potong, bor listrik dan mengerti penggunaan mesin las portable, juga mencakup operator alat angkat kecil (Handlift, Forklift) jika dibutuhkan.

Tenaga Pendukung supervisi seperti Site Supervisor atau Foreman tugasnya mengorganisasi Tim, mengontrol kualitas pekerjaan dan memberikan briefing safety.

Tenaga Checker/ Surveyor mengukur dan mendefinisikan titik-titik pagar sesuai desain gambar kerja.

KUALITAS DAN KESELAMATAN KERJA

Kontraktor Fencing sebagai pemberi kerja/ perekrut tenaga-tenaga yang disebut di atas akan memastikan kualitas dan keselamatan tenaga kerja.

Untuk Itu Pelatihan Vokasional dan Sertifikasi keterampilan menjadi salah satu syarat dari seleksi keterampilan tenaga kerja.

Keterampilan yang biasanya dicari Kontraktor Fencing adalah untuk tenaga skill, harus memiliki sertifikasi Las SMAW/ GMAW/ GTAW yang fungsinya dalam pekerjaan adalah Las Struktur Baja Pagar.

Tenaga skill tersebut harus memiliki sertifikasi Safety Construction yang fungsinya dlm pekerjaan sebagai K3 Umum di area Konstruksi.

Tenaga skill pengoperasian Peralatan harus memiliki sertifikasi pengoperasian Peralatan tangan dan Listrik, fungsinya dalam pekerjaan adalah mengoperasikan Bor Gerinda dan gergaji Listrik.

Tenaga skill untuk pengukuran dan pembacaan gambar dasar fencing harus memiliki Sertifikasi pengukuran dan pembacaan gambar dasar yang fungsinya dalam pekerjaan adalah menentukan layout dan tinggi pagar.

Tenaga Skill First Aid harus memiliki sertifikasi Pertolongan Pertama yang fungsinya untuk memperhatikan Keamanan dasar Pekerja.

Tenaga Skill High Risk harus memiliki sertifikasi High Risk Work Licence (bila ada) yang fungsinya untuk Operasi alat berat atau ketinggian Struktur.

Tenaga skill Pelatihan pengamanan area kerja (Safety Induction) fungsi dan pekerjaannya untuk melakukan Safety Induction kepada Tenaga Kerja sebagai kewajiban sebelum masuk di site proyek.

Baca Juga:

Industri Maritim dan Perkapalan untuk Menunjang Operasional Sektor Hulu Migas di Laut Maluku: https://sentralpolitik.com/industri-maritim-dan-perkapalan-untuk-menunjang-operasi-sektor-hulu-migas-di-laut-maluku/

Banyak Proyek Kilang/ Gas mensyaratkan Safety Induction Card, K3 UMUM dan Sertifikasi sebagai persyaratan minimum untuk bisa ikut seleksi sebagai Tenaga kerja.

Pelatihan Vocasional yang relevan adalah;

_ Program Teknik Las ( SMK/BLK/Lembaga Pelatihan Kerja )

_ Teknik fabrikasi logam

_ Kursus pengukuran teknis/Gambar Kerja

_ Operator Mesin/Peralatan Tangan.

Jika tujuannya agar Tenaga Kerja Lokal siap ikut seleksi skill labour untuk fencing maka langkah persiapan berikut yang efektif adalah ;

  • ikut Pelatihan/Sertifikasi las (SMAW dasar/ lanjutan)
  • ikut pelatihan Keselamatan Kerja (K3)
  • Pelatihan Basic Construction/ Fabricator
  • Simulasi praktek pemasangan pagar sederhana.
  • Memiliki CV & Portfolio Keterampilan Nyata.
  • Mendaftar ke Kontraktor pemberi kerja. SEMOGA BERMANFAAT (*)

Penulis adalah Praktisi Bidang MIGAS – Nasional/ Anggota KMI-Komunitas MIGAS Indonesia.

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di Channel Telegram