AMBON, SentralPolitik.com – Operasional mobil kontainer di Kota Ambon kerap memicu kemacetan dan keresahan warga. Apalagi mobil besar itu beroperasi tidak sesuai jadwal.
Menanggapi kondisi ini Kapolresta Pulau Ambon dan P.P Lease Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho menggelar Duduk Bacarita Kamtibmas yang melibatkan pihak ekspedisi (ALFI/ILFA).
Bacarita berlangsung di Jembek Cafe, Jumat (21/08/2026). Turut hadir Kasat Lantas AKP Aswan, Kapolsek KPYS Iptu Giovani B.M. Toffy, serta jajaran terkait.
Dalam pertemuan ini, Kapolresta menegaskan kembali komitmen kepolisian dalam mengawal regulasi Walikota Ambon mengenai batasan jam operasional kontainer (pukul 22.00–05.00 WIT).
Terhadap mobil kontainer yang masih beroperasi di luar jam, Kapolresta meminta pihak ekspedisi untuk disiplin mematuhi aturan demi keselamatan umum.
”Kami sudah bertemu pak Walikota. Dalam waktu dekat Pemkot akan mengundang pihak ekspedisi dan Dishub duduk bersama mencari solusi komprehensif terkait persoalan jam operasional ini,” ujar Andrias.
Senada dengan hal itu, Kasat Lantas AKP Aswas menyoroti dampak lalu lintas akibat aktivitas kontainer di jam sibuk.
Karena itu ia menghimbau para pengusaha tidak membiarkan armada beroperasi di luar waktu yang sudah ditentukan.
Sebelum beroperasi malam hari, ia meminta para sopir wajib mengecek kelayakan kendaraan demi menekan risiko kecelakaan.
‘’Kami juga menegaskan melarang keras sopir mengemudikan kendaraan dalam pengaruh minuman keras,” imbau AKP Aswan.
CURHAT EKSPEDISI
Di sisi lain, pihak pengusaha ekspedisi memanfaatkan ruang dialog itu untuk menyampaikan kendala teknis yang memicu keterlambatan dan tumpukan kendaraan di jalan raya.
Perwakilan ekspedisi menjelaskan bahwa operasional armada kontainer sebenarnya telah sesuai dengan jadwal mulai pukul 22.00 WIT.
Hanya saja, lambatnya proses muat kontainer dari lapangan penumpukan ke atas truk oleh pihak Pelindo Ambon sering menjadi pemicu utama keterlambatan
“Sering kali saat jam operasional tiba, ada jeda akibat jam istirahat petugas Pelindo tanpa ada pergantian shift.’’
‘’Kondisi ini membuat truk tertahan lama, padahal durasi operasional malam hari sangat terbatas,” curhat perwakilan ekspedisi.
Selain itu, pihak ekspedisi juga mengeluhkan kemacetan parah di pintu keluar Pelabuhan sewaktu kapal Pelni bersandar.
Lantaran itu mereka berharap dalam pertemuan antara Pemkot, Dinas Perhubungan dan perusahaan ekspedisi nantinya turut melibatkan pihak Pelindo.
‘‘Supaya semua pihak duduk bersama dan mencari solusi terkait proses pemuatan kontainer maupun persoalan kemacetan di kawasan pelabuhan,’’ tandasnya.
Baca Juga:
UT Ambon Serahkan Booth Kontainer dan Komposter UMKM Pantai Galala: https://sentralpolitik.com/ut-ambon-serahkan-booth-kontainer-dan-komposter-umkm-pantai-galala/
Pertemuan yang berlangsung hangat dengan komitmen bersama untuk menjaga ketertiban lalu lintas dan keamanan wilayah Kota Ambon par Ambon pung Bae. (*)






