AMBON, SentralPolitik.com – Dugaan curang pada seleksi Perwira Polisi atau Sekolah Inspektur Polisi (SIP) mulai menimbulkan polemik di internal Polda Maluku.
Salah satu perwira Polda Maluku meminta Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto turun tangan menangani masalah ini sehingga polemik tidak melebar.
Sebab katanya, masalah ini sudah menyangkut kredibilitas Polda di mata publik.
‘’Ini menyangkut kredibilitas juga. Bagaimana polisi mendapat kepercayaan publik, sedangkan di internal saja ada indikasi kecurangan,’’ kata perwira Polda Maluku ini.
Media ini sebelumnya melansir terjadi dugaan praktik kecurangan pada seleksi Perwira Polisi atau Sekolah Inspektur Polisi (SIP) di Polda Maluku.
Peserta yang juga suami artis asal Maluku ini terindikasi tidak lulus seleksi awal namun bisa mengikuti seleksi lanjut.
Terhadap seleksi perwira, perwira yang enggan media mempublish identitasnya ini menjelaskan terhadap peserta seleksi SIP yang dinyatakan lulus terpilih.
Lulus baik lewat jalur reguler, maupun jalur penghargaan, wajib mengikuti seluruh tahapan seleksi.
“Walaupun dinyatakan lulus lewat jalur Penghargaan, namun untuk dua tahapan seleksi (Psikotes dan Tes Pengetahuan Kepolisian), wajib memenuhi nilai passing grade. Itu wajib hukumnya,” jelasnya.
Jika memang ada informasi dugaan kecurangan dalam seleksi SIP ini, perwira polisi yang enggan disebut namanya ini berharap Kapolda Maluku dapat menelusurinya.
Pasalnya, lewat seleksi SIP ini dapat menghasilkan calon-calon perwira Polri yang berkualitas dan profesional.
Baca Juga:
Dugaan Praktek Curang Terungkap di Seleksi Perwira di Polda Maluku; Libatkan Suami Artis Maluku: https://sentralpolitik.com/dugaan-praktek-curang-terungkap-di-seleksi-perwira-di-polda-maluku-libatkan-suami-artis-maluku/
“Jika ada yang lulus dengan tidak mengindahkan prinsip BeTAH, di kuatirkan akan melahirkan calon perwira polisi yang kurang kredibel serta diragukan profesionalitasnya dalam tugas pengabdian ke depan di masyarakat,” lirihnya. (*)







