MASOHI, SentralPolitik.com _ Ribuan anak ikan mati terdampar di bibir pantai Desa Arara, Kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah.
Terdamparnya ribuan ikan kecil ini menimbulkan banyak spekulasi. Apalagi di Arara bercokol perusahaan budidaya udang investasi dari Negara Cina.
—
Sejumlah pihak menuding telah terjadi pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah PT Wahana Lestari Investasi (WLI).
Perusahaan budidaya uang ini disebut-sebut bertanggung jawab atas kematian ribuan ikan tersebut.
Lantas apa sikap PT WLI?
Staf HRD PT WLI, Arta Ipaenin menjelaskan kematian ikan itu akibat terjadinya fenomena strandline doposition atau pengadukan kuat di perairan dekat pantai.
TURBULENSI
Pengadukan ini meningkatkan turbulensi arus bawah laut yang mengganggu habitat ikan kecil yang menyebabkan ikan kehilangan orientasi.
“Sehingga ikan-ikan ini terdorong ke pantai dan terdampar, ” jelas Arta.
Gelombang tinggi, badai dan kondisi cuaca ekstrem, kata Arta merupakan pemicu utama sehingga membawa ikan-ikan kecil dekat ke pantai.
“Nah, ketika gelombang menerjang pantai, maka ikan-ikan kecil itu terjebak saat air surut, ” urainya.
Lebih lanjut kasus tersebut hanya terjadi sehari atau tidak terjadi lagi di hari-hari berikutnya.
“Jika akibat limbah, tentu ikan terus-menerus mati dan laut ikut tercemat, tapi hanya sehari saja, ” jelasnya.
Meski begitu, untuk memastikan adanya pencemaran lingkungan dan menjawab berbagai spekulasi, PT WLI telah mengambil langkah.
Mereka menggandeng Balai Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Ambon untuk pengujian sampel air.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maluku Tengah.
Baca Juga:
Kawasan Industri Perikanan Bakal Dibangun di Indonesia Timur, Termasuk Maluku; https://sentralpolitik.com/kawasan-industri-perikanan-bakal-dibangun-di-indonesia-timur-termasuk-maluku/
“Kita menunggu hasil uji lab, muda-mudahan hasil lab ini dapat menjawab fenomena yang terjadi,” pungkasnya. (*)
Respon (1)