Pemerintahan

RSUD Magretti; Gedung Lama Tak Layak, Gedung Baru Memprihatinkan!

×

RSUD Magretti; Gedung Lama Tak Layak, Gedung Baru Memprihatinkan!

Sebarkan artikel ini
RSUD dr Margretti
Kololse Foto bangunan lama dan baru RSUD dr Margretti di Kota Saumlaki. F: Yanto S-

SAUMLAKI, SentralPolitik.com _ Status bangunan RSUD dr. P. P. Magretti di Kota Saumlaki saat ini masih menggantung. Kondisi Rumah Sakit andalan di Kabupaten Kepulaun Tanimbar itu masih menyisahkan masalah serius.

Miris! Bangunan lama sudah tak layak, sementara bangunan baru sangat memprihatinkan.

Advertisement
Iklan
Scroll kebawah untuk baca berita

Tim Kemenkes RI sampai anak Jokowi, Kaesang Pangarep pernah bertandang ke sana. Melihat gedung baru di Ukurlaran. Tapi solusi tak kunjung datang.

Sementara bangunan lama saat ini masih tetap digunakan meski terus termakan usia. Rusak sana sini.

Satu saat, plafon sempat runtuh menimpa pasien. Ia koma dan meninggal.

RELOKASI

Direktur RSUD Magretti, dr. Felisitas Rante, SP.Rad, kepada media ini Senin (3/2/2025) mengungkap targetnya setelah memimpin Rumah Sakit itu.

Dokter Rante menargetkan secepatnya berkantor di RSUD baru yang rampung di wilayah Ukurlaran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan.

Kerusakan fatal pada beberapa ruangan di gedung lama, menjadi acuan utama untuk segera merelokasi ke bangunan yang baru.

Sayang kondisi keuangan daerah yang masih morat-marit menjadi penghalang utama.

“Sebagai Direktur, tentu optimis. Kami targetkan bisa cepat pindah ke bangunan baru,’’ katan Dr Rante di ruang kerjanya.

‘’Tapi semua itu tergantung pada kondisi keuangan daerah,“ ungkap direktur yang akrab sebagai Dokter Sita ini.

PLAFON TINDIS PASIEN

Kerusakan parah ternganga jelas di beberapa ruangan pada RS itu. Pernah plafon ruangan isolasi gugur. Gibson pernah menimpa pasien. Meninggal!

Tanda-tanda kerusakan lainnya kembali muncul pada Ruangan Pria yang terletak di bagian belakang RS.

Sebagai pimpinan, ia intens berkoordinasi dan menyikapinya dengan merelokasi ruangan dari depan Rumah Sakit ke ruangan bagian depan.

Menyulap ruang menjadi bangsal rawat inap.

“Kemarin ada ruangan yang tidak memungkinkan lagi sehingga pasien dan peralatan medis kita pindahkan,“ ujar Dokter Sita.

PANTAU EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF

Rante melanjutkan, melalui koordinasi yang intens bersama eksekutif dan legislatif di Kepulauan Tanimbar, ada kesepakatan.

Anggaran untuk rehabilitasi bangunan lama, dialihkan sedikit demi sedikit  menyelesaikan kerusakan gedung RS yang baru di Ukurlaran.

“Jadi kita optimalkan bangunan lama dengan menghindari area yang mengancam keselamatan. Pada ruang tersisa kita melakukan Yankes,’’ imbuhnya.

Pihaknya memberi tanda tanda agar siapa pun tidak boleh lewati area larlangan, karena bisa mengancam keselamatan pengunjung; pasien maupun keluarga pasien.

PINDAH AGAR RSUD BISA ALIH STATUS

Rante ungkapkan, RSUD Magretti secepatnya bisa pindah ke gedung baru juga agar RSUD itu bisa berkembang dan beralih status dari RS Tipe D ke Tipe C.

Alih status ini harus memenuhi beberapa indikator utama seperti sarana-prasarana yang memadai, Dokter Ahli, jumlah tempat tidur dan indikator pendukung lain.

Ia mencontohkan, rencana penambahan Alkes berupa alat CT-Scan, terpaksa harus batal. Sebab tidak tersedia ruangan untuk menempatkan Alkes di gedung lama.

Baca Juga:

Kaesang Tinjau RSUD PP Magretti Ukularan; Ini Perjalanan Mandek Proyek Itu; https://sentralpolitik.com/kaesang-tinjau-rsud-pp-magreti-ukularan-ini-perjalanan-mandek-proyek-itu/

“Bisa saja kita melobi ke pusat untuk dapatkan bantuan Sarpras, tapi areal di sini saja sudah penuh. Tapi di bangunan baru, semoga berbagai bantuan bisa mengalir dari pusat,“ kunci dia. (*)

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *