Hukum dan Kriminal

Situasi di Seram Utara Kondusif, Pos Keamanan segera Didirikan

×

Situasi di Seram Utara Kondusif, Pos Keamanan segera Didirikan

Sebarkan artikel ini
Pertemuan
Gubernur dan Forkopimda Maluku melakukan pertemuan dengan warga Seram Utara pasca Kkonflik di sana, Jumat (4/4/2025). F: Pendam XV-

AMBON, SentralPolitik.com _ Situasi di Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah sudah kondusif usai kunjungan Gubernur dan Forkopimda Maluku.

Sementara pemerintah akan membangun Pos Keamanan pasca konflik di kawasan itu.

Advertisement
Iklan
Scroll kebawah untuk baca berita

Ikut dalam kunjungan ini Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo bersama Kapolda Maluku, Irjen Pol. Eddy Sumitro Tambunan.

Pangdam bersama Forkopimda Maluku ini turun langsung menangani konflik yang terjadi antara Desa Sawai, Masihulang dan Rumaolat, Kecamatan Seram Utara.

Ikut dalam kunjungan Bupati Malteng, Kapolres, Dandim 1502/Masohi, Ketua DPRD dan pejabat TNI Polri beserta Forkopimda maupun tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda setempat.

Berangkat sejak pukul 07.00 WIT, Gubenrur dan rombongan menggunakan Kapal Polairud KPC. XVI – 2017 dari dermaga Pelabuhan Tulehu menuju Pelabuhan Ina Marina, Kota Masohi.

Selanjutnya Rombongan melanjutkan perjalanan melalui jalur darat ke Desa Masihulan dengan menempuh waktu selama kurang lebih 7.

Rombongan meninjau langsung perumahan warga yang terbakar akibat konflik Kamis (3/4/2025) yang menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

BERTEMU WARGA

Setelah peninjauan Gubernur, Pangdam dan Kapolda bersama rombongan kemudian bertemu warga Desa Masihulan, selanjutnya Sawai dan Dusun Rumaolat.

Pada saat bertemu tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga secara terpisah, Gubernur dan rombongan menyampaikan keprihatinannya.

Gubernur mengungkapkan, kehadirannya bersama Forkopimda sebagai bentuk kehadiran negara untuk memberikan rasa aman, dan menjamin keamanan pasca pertikaian.

Kapolda Maluku meminta masyarakat bila ada permasalahan yang terjadi agar segera melapor kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum yang berlaku.

“Tidak boleh melakukan perbuatan melawan hukum atau main hakim sendiri. Permasalahan ini telah menyebabkan korban,’’ ingatnya.

Satu anggota Polri menjadi korban saat menghalau masyarakat kedua negeri.

‘’Ada masyarakat menjadi korban sehingga masalah-masalah yang terjadi agar secepatnya disudahi,” pinta Kapolda.

DIRIKAN POS KEAMANAN

Gubernur dan Forkopimda mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan damai di Bumi Maluku.

“Kita akan mendirikan Pos Keamanan bersama, tapi masyarakat terutama tokoh masyarakat ikut bersama guna antipasi hal lain yang terjadi,” ungkap Tambunan.

Kesadaran masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga situasi Kamtibmas.

‘’Karena meski pun banyak Pos Keamanan tetapi ketika masyarakat tidak sadar maka tetap menjadi sia-sia,’’ ingatnya.

Ia menegaskan bila ada tindak pidana segera melaporkan untuk ditindak lanjuti oleh Polres dan Polda Maluku.

‘’Tetapi tidak bolah melakukan perbuatan melawan hukum dengan cara main hakim sendiri,” ajaknya.

Tambunan juga meminta warga menahan diri, dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu negatif yang berseliweran di WAG maupun media sosial.

“Harapan saya bagi seluruhnya bahwa kami hadir untuk mencari solusi dan menjamin rasa keamanan jangan ada kekhawatiran,” katanya.

SAYANGKAN

Sebelumnya, Gubernur Maluku juga menyayangkan konflik yang terjadi antar sesama orang basudara.

“Kedua negeri (Sawai-Masihulan) masih memiliki hubungan kekeluargaan,” sesalnya.

Lewerissa berharap permasalahan yang terjadi adalah untuk yang terakhir, karena banyak orang yang menjadi korban.

“Pemerintahan akan bertanggung jawab atas seluruh kebutuhan masyarakat dan akan membangun kembali pemukiman yang terbakar,” katanya.

Pemprov Maluku bersama Polda dan Kodam kata dia, sepakat membangun Pos guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dia juga meminta warga untuk tidak terpancing dengan informasi atau berita hoaks dan bisa langsung mengecek kebenarannya kepada pihak keamanan.

“Secara pribadi dan sebagai Gubernur Maluku kami meminta ini terakhir kali, karena tidak ada manfaatnya. Percayakan penanganan kepada aparat TNI-Polri,” pintanya.

BERGANDENG TANGAN
Arahan Pangdam
Pangdam XV Pattimura, Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo saat memberikan arahan kepada warga yang berkonflik. F: Pendam XV-

Di tempat yang sama, Pangdam XV/Pattimura juga mengajak masyarakat untuk selalu kuat dalam bergandengan tangan ketika menghadapi persoalan yang ada.

“Saya harap warga dapat bersama Pemerintah dan TNI-Polri selalu menjaga keamanaan,” harapnya.

Pangdam mengaku agama manapun tidak mengajarkan bahwa membalas kejahatan dengan kejahatan.

“Percayakan pihak keamanan. Bila ada permasalahan agar segera melapor sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru,” pintanya.

AKHIRI KONFLIK

Secara umum, semua pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut ingin mengakhiri konflik secara aman dan damai.

Mereka juga menginginkan adanya pembangunan Pos PAM TNI-Polri secara permanen.

Pada kesempatan itu, Gubernur dan rombongan menuju rumah duka di Desa Wahai dan memberikan penghiburan dan santunan kepada keluarga almarhum.

Kepada keluarga Aipda Anumerta Husni Abdullah, Kapolda menyampaikan rasa belasungkawa dan rasa kehilangan prajurit bhayangkara.

Baca Juga:

Bupati Malteng Turun Selesaikan Konflik Tiga Desa di Seram Utara; https://sentralpolitik.com/bupati-malteng-turun-selesaikan-konflik-tiga-desa-di-seram-utara/

‘’Pesan dari bapak Kapolri, bila ada keluarga Almarhum yang ingin menjadi anggota Polri agar diberikan kemudahan,’’ tuntasnya. (*)

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *