Pemerintahan

Walikota Ambon Dorong Pengendalian Inflasi Lewat Kerjasama dan Intervensi Pasar

×

Walikota Ambon Dorong Pengendalian Inflasi Lewat Kerjasama dan Intervensi Pasar

Sebarkan artikel ini
Rapat DPD
Walikota Ambon Bodewin Wattimena saat rapat bersama DPD, Jumat (30/1/2026). f:SS-

AMBON, SentralPolitik.com – Walikota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan komitmen menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di daerahnya.

Komitmen itu ia sampaikan melalui rapat koordinasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Ambon, Jumat (30/01/2026).

Iklan

Rakor ini bertujuan menyusun literasi ukuran kemampuan daerah dalam menjaga ketersediaan stok barang pokok, memelihara daya beli masyarakat, serta menopang pertumbuhan ekonomi positif.

“Setiap Senin, tim pengendali inflasi kita selalu mengikuti rapat terpusat untuk segera identifikasi dan tangani faktor-faktor pemicu inflasi,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, terungkap kalau inflasi di Kota Ambon pernah menyentuh angka 7% pada bulan Juni-Juli tahun lalu.

Pemicu kenaikan oleh sejumlah kebijakan Pusat, antara lain kenaikan harga tiket pesawat, BBM, cukai rokok, serta fluktuasi harga beras.

Meskipun beberapa faktor berada di luar kendali daerah, Walikota meminta koordinasi erat dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian SDM.

“Kita harap kerja sama untuk menekan harga tiket dan antisipasi kenaikan BBM, sedangkan harga sayur, ikan, dan karet menjadi tanggung jawab kita sepenuhnya,” katanya.

Walikota menekankan pentingnya implementasi perencanaan, menolak agar dokumen hanya menjadi arsip.

Ia memberikan contoh bahwa kenaikan harga ikan layang akibat ombak harus ditindaklanjuti dengan intervensi, bukan hanya laporan data.

KERJASAMA

Untuk komoditi cabe rawit (butuh 188 ton per tahun, produksi 40-50 ton lokal) ia berencana kerjasama dengan Kabupaten Maluku Tengah, Takalar dan daerah lain.

“Sebelumnya kerjasama tak berbuah, tapi kali ini kita pantau ketat. Kita juga usulkan kios pengendali harga untuk turunkan cabe rawit dari 70.000–120.000 rupiah/kg menjadi 40.000–60.000 rupiah/kg,” jelasnya.

Selain itu, digalakkan pertanian rumah tangga (tanam kangkung, pelihara lele) untuk mengurangi permintaan pasar, serta kerja sama dengan “petani champion” untuk menjamin pasokan.

Fokus pada tiga komoditi penentu: cabe rawit, ikan tongkol, bawang merah, melalui edukasi dan penjualan subsidi.

Baca Juga:

Pemkot Ambon Gelar Rakor TPID, Pastikan Stok Sembako Aman Jelang Ramadhan: https://sentralpolitik.com/pemkot-ambon-gelar-rakor-tpid-pastikan-stok-sembako-aman-jelang-ramadhan/

‘’Jangan cepat umumkan kenaikan tarif listrik atau BBM, agar kepercayaan masyarakat terjaga selama periode 2026–2027,” pungkasnya. (*)

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di Channel Telegram