Sosok Kita

Langkah Haru Gubernur Maluku di Lonthoir, Tempat Ayahnya Mengabdi

×

Langkah Haru Gubernur Maluku di Lonthoir, Tempat Ayahnya Mengabdi

Sebarkan artikel ini
Gereja Tua
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Maya Baby Lewerissa berpose bersama di depan Gereja Tua, Banda saat melakukan kunjungan ke Kecamatan Kepulauan Banda. f:Media Center Promal-

Bagi Gubernur Lewerissa, upaya ini bukan sekadar tugas politik, tetapi juga amanah untuk memajukan kampung halaman tempat keluarganya mengabdi.

=== Catatan Ongkie Anakoda, Pimred Harian Kabar Timur ==

Di Pulau Lonthoir, salah satu kepingan emas di Kepulauan Banda, kunjungan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa baru-baru ini bukan hanya tentang urusan negara dan pariwisata super prioritas.

Ia adalah perjalanan pulang, sebuah napak tilas emosional ke tempat yang membentuk masa kecilnya.

Saat melangkah di tanah Lonthoir, di tengah gema sejarah perebutan rempah dunia, Gubernur Lewerissa menyentuh memori pribadi yang mengharukan: masa-masa ia menemani kedua orang tuanya saat bertugas sebagai tenaga pendidik di Banda.

Kunjungan ini, yang bertepatan dengan momentum besar dukungan Mendagri untuk status super prioritas Banda Neira, terasa sangat berbeda.

TEGUR SAPA

Gubernur Lewerissa menyempatkan waktu untuk berdialog langsung dengan warga, dan momen kuncinya terjadi saat ia bertegur sapa dengan seorang ibu rumah tangga.

“Kenal Bapa Econ Lewerissa dan Mama Au Wattimena? Itu beta pung bapa deng mama,” ujar Gubernur Hendrik, memperkenalkan mendiang orang tuanya yang dikenal sebagai sosok pengabdi pendidikan di sana.

Respons dari ibu tersebut menghadirkan kehangatan.

“Iya, dong dua orang bae paskali,” jawab sang ibu dengan senyum penuh kenangan, menegaskan betapa berkesan orang tua Gubernur di mata warga lokal.

Perjalanan nostalgia sang Gubernur berlanjut ke sumur pusaka Lonthoir, Benteng Hollandia, dan kawasan “pohon sejuta umat,” sambil sesekali berhenti untuk menikmati dentingan musik tradisional yang dibawakan pemuda setempat.

“Jaga tradisi ini baik-baik untuk anak cucu,” pesan Gubernur, yang nada suaranya menunjukkan ikatan batin yang mendalam dengan tanah ini.

Di akhir kunjungannya, ia bahkan meminta doa sederhana dari warga: doa untuk umur panjang, kesehatan, dan kekuatan memimpin Maluku.

Sisi personal ini memberikan dimensi baru pada perjuangan Banda Neira meraih status Pusat Turisme Super Prioritas Nasional. Bagi Gubernur Lewerissa, upaya ini bukan sekadar tugas politik, tetapi juga amanah untuk memajukan kampung halaman tempat keluarganya mengabdi.

“Lonthoir adalah museum terbuka kita, tempat orang tua saya pernah menanam harapan lewat pendidikan. Kekayaan sejarah dan budaya Banda adalah modal utama kita,” tegas Gubernur Lewerissa.

Ia menegaskan, warisan ini harus dikelola dengan bijak, diintegrasikan dengan pengembangan masyarakat lokal, dan menjadi narasi yang menarik bagi wisatawan.

Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, yang mendampingi kunjungan haru ini, menyatakan bahwa Lonthoir akan menjadi salah satu pusat pengembangan budaya dan edukasi warisan rempah.

“Pulau Lonthoir akan menjadi etalase bagaimana Banda melestarikan warisan pala dan cengkeh. Status super prioritas akan membawa APBN untuk mewujudkan rencana besar ini,” pungkas Bupati.

Baca Juga:

Jalan Juang Latuharhary dan Lewerissa: https://sentralpolitik.com/jalan-juang-latuharhary-dan-lewerissa/

Kini, dengan komitmen pusat yang didukung penuh oleh semangat personal seorang pemimpin daerah yang pulang ke akar sejarahnya, harapan Banda Neira untuk menjadi destinasi kelas dunia kian menguat, didasari oleh fondasi sejarah, budaya, dan cinta yang tulus. (*)

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di Channel Telegram