Organisasi

Hermanto Permelay Permaha “Sang Kuda Hitam” Mengguncang Bursa Ketua KNPI Tanimbar

×

Hermanto Permelay Permaha “Sang Kuda Hitam” Mengguncang Bursa Ketua KNPI Tanimbar

Sebarkan artikel ini

Adu Kekuatan Elite Politik, ASN, hingga Pemuda Intelektual di Era Kekuasaan Baru KKT

SAUMLAKI, SentralPolitik.com – Bursa bakal calon Ketua DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) periode 2026–2029 kian memanas.

Sejumlah nama besar dengan latar belakang kekuasaan, birokrasi, parlemen, hingga profesi hukum mulai saling mengunci langkah.

Namun, satu nama yang awalnya dipandang sebelah mata kini justru mencuri perhatian.

Adalah Hermanto Permelay Permaha. Intelektual pemuda Tanimbar ini tampil sebagai “kuda hitam” yang berpotensi membalik peta pertarungan.

Kontestasi KNPI kali ini tidak lagi sekadar ajang organisasi kepemudaan. Ia berubah menjadi arena uji kekuatan politik di bawah bayang-bayang kekuasaan Bupati dan Wakil Bupati KKT saat ini.

Dukungan diam-diam, manuver senyap, hingga konsolidasi organisasi kepemudaan mulai tercium di berbagai lini.

Sejumlah kandidat datang dengan modal struktural, jabatan ASN dan kursi DPRD, sementara yang lain mengandalkan jejaring aktivis, advokasi hukum, dan basis pemuda akar rumput.

Di tengah dominasi nama-nama mapan, kemunculan Hermanto Permelay Permaha menjadi anomali yang tak bisa lagi diabaikan.

PETA KEKUATAN BALON KETUA

1. Marthen Fariman (ASN). Memiliki kekuatan akses birokrasi dan jejaring struktural pemerintahan, dan tentu memiliki relasi dengan pejabat teknis di lingkup Pemda.

Hanya saja ia memiliki kelemahan. Dimana ruang gerak politik terbatas pada aturan ASN, Rentan dituding tidak independen dan terlalu “pemerintah-sentris”. Sayangnya meski kuat di belakang layar, namun lemah di mobilisasi massa pemuda.

2. Moses Serin (ASN). Serin bernasib sama dengan rivalnya MF. Ia memiliki kekuatan yang hampir berimbang, pengalaman administrasi dan manajemen organisasi, miliki kedekatan dengan lingkar birokrasi menengah.

Namun lagi-lagi miliki masalah klasik ASN yakni netralitas dan batas manuver, kurang gaung di kalangan pemuda militan.

3. Christianus Ganwarin (Anggota DPRD KKT) dan Amrosius Rahanwaty.

Keduanya memiliki kekuasaan politik formal dan akses anggaran, pengaruh fraksi serta jaringan partai, basis konstituen dan kedekatan dengan kelompok pemuda wilayah, pengalaman politik praktis.

Sayangnya sisi lemahnya ada pada stigma KNPI ditarik ke kepentingan partai, potensi resistensi dari OKP yang alergi politisasi.

Juga tentang polarisasi dukungan akibat rivalitas internal elite, dinilai bagian dari status quo kekuasaan.

5. Dolfris Unawekla

Ini figur kandidat yang paling “aman” bagi semua balon lainnya. Memiliki kekuatan jejaring sosial lintas komunitas, fleksibel dan relatif diterima berbagai OKP.

Sayangnya modal politik dan logistik terbatas, perlu konsolidasi kuat untuk menyaingi kandidat elite.

6. Alexander Belay. Ia memiliki pengalaman organisasi dan komunikasi publik, cukup dikenal di kalangan pemuda kota dan dikenal cukup kritis dalam menyatakan pendapatnya.

Namun kelemahannya ada pada basis dukungan belum solid dan terjepit di antara kekuatan besar lain.

7. Hernanto Permelay Permaha (Pengacara) “Sang Kuda Hitam”

Permaha miliki kapasitas advokasi hukum dan narasi kritis. Ia berpotensi menjadi simbol perlawanan terhadap intervensi kekuasaan.

Figur independen, tidak terikat kekuasaan maupun partai, basis pemuda intelektual, aktivis, dan akar rumput, narasi perubahan dan perlawanan terhadap dominasi elite.

Kelemahannya terletak pada kurang struktur massa permanen, butuh kendaraan OKP yang militan, minim akses logistik besar dan menghadapi tekanan dari poros kekuasaan mapan.

SIMBOL PERGESERAN & PERTARUHAN BESAR KNPI TANIMBAR

Jika konsolidasi OKP non-elite berhasil, Hermanto berpotensi menjadi simbol pergeseran kekuasaan pemuda dari KNPI elitis menuju KNPI gerakan.

Pertarungan Ketua KNPI KKT 2026 – 2029 akan menjadi barometer siapa yang mengendalikan pemuda Tanimbar, apakah tetap di bawah bayang-bayang kekuasaan daerah, atau beralih ke tangan pemuda independen yang kritis dan progresif.

Baca Juga:

“Dong Pangge Beta Moyang KNPI Maluku” : https://sentralpolitik.com/dong-panggel-beta-moyang-knpi-maluku/

Satu hal pasti, kemunculan Hermanto Permelay Permaha telah mengganggu kenyamanan poros lama. Dan dalam politik pemuda, kuda hitam sering kali justru menjadi penentu akhir. (*)

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di Channel Telegram