Investasi

Santai dengan Santan, Ngopi dengan Coco Latte di Tiongkok!

×

Santai dengan Santan, Ngopi dengan Coco Latte di Tiongkok!

Sebarkan artikel ini
Coco Latte
Dubes RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun memperlihatkan buah kelapa dan kopi asal Indonesia sebagai bahan baku Coco Latte di Tiongkok. f:KBRI Tiongkok-

Tahu Santan Kelapa? Itu adalah perasan isi buah kelapa setelah dikukur. Emak-emak paling mafhum soal ini.

Iklan

Siapa nyana Santan Kelapa asal Indonesia saat ini begitu viral di Tiongkok. Apalagi setelah Santan dikolaborasi dengan Kopi. Jadilah prodak minuman yang paling diburu, karena bernilai tinggi.

Oiya, data Kepabeanan Tiongkok (GACC), tahun 2025, ekspor kopi Indonesia di Tiongkok meningkat signifikan.

Begitu pula ekspor Kelapa dari Indonesia ke Tiongkok mencapai lebih dari USD 245 juta. Itu karena Indonesia adalah salah satu penghasil kopi dan kelapa terbesar di dunia.

Noh, Santai bercampur Kopi Jadilah Coco Latte!

Bagini, Indonesia mengirim Kopi dan Kelapa ke Tiongkok, lalu negara Tirai Bambu itu kembali mengapal hasil produknya; Coco Latte ke sejumlah negara, termasuk ke Indonesia.

Lantas siapa pengelola kolaborator produk kreatif itu?

Adalah perusahaan Luckin Coffee. Nah, pada Minggu (8/2/2026) kemarin Luckin Coffee meresmikan lagi Gerai-nya yang ke-30 ribu di Kota Shenzhen, Tiongkok.

Shenzhen itu salah satu kota Metropolitan di negara dengan ekonomi terkuat di dunia saan ini yakni China.

Dan, Dubes RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun didaulat ikut meresmikannya.

Tentu ia diundang mendampingi CEO/ Co-founder Luckin Coffee Tiongkok, Guo Jinyi dan Chairman Luckin Coffee, Li Hui.

Kehadiran Oratmangun menandai kemitraan erat antara Indonesia dengan Luckin Coffee, sebagai waralaba gerai kopi terbesar di Tiongkok.

TERLARIS

Oiya, Coco Latte itu salah satu produk Luckin Coffee yang paling laris sejak diluncur di tahun 2021.

Data penjualannya saja mencapai lebih dari 1,4 miliar cangkir. Tentu itu cangkir terjual di tahun 2025. Angka yang sangat signifikan!

“Nah, yang membuat Luckin Coffee istimewa bagi saya, karena cita rasa Indonesia juga hadir dalam setiap seruputan Coco Latte,” kata Dubes Djauhari memberi sambutan.

Ia mengapresiasi prodak itu, sekaligus mengingatkan kalau bahan mentahnya datang dari Nusantara.

Ternyata pasokan kelapa dari Indonesia, berasal dari Banggai, Sulawesi Tengah.

Luckin Coffee sudah meneken MoU dengan Pemerintah Kabupaten Banggai sedari Maret 2025 lalu.

Tak hanya santan kelapa, Luckin Coffee juga menggunakan ‘suku cadang’ yakni biji kopi pilihan dari Indonesia; selain berasal dari Brazil, Colombia dan Ethiopia.

Dubes Djauhari menyebut pasokan kelapa Indonesia untuk produk populer Coco Latte bukan hanya penguat kerja sama perdagangan dan investasi bilateral, tetapi juga sebagai simbol pertemuan budaya.

‘’Ini simbol pertemuan budaya dua negara. Melalui secangkir kopi dan santan,’’katanya.

Oiya, sebagai waralaba gerai kopi terbesar di Tiongkok, Luckin Coffee telah melakukan ekspansi usaha ke sejumlah negara.

Tercatat di Singapura ada 60-an gerai, di Malaysia 40-an gerai dan telah membuka Gerai pertama di kota New York, AS musim panas 2025.

Baca Juga:

Diplomasi Jamu! https://sentralpolitik.com/diplomasi-jamu/

Perusahaan ini menargetkan gerai ke 40.000 di tahun 2026 ini. Dan ini peluang bisnis bagi kita! (*)

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di Channel Telegram