SAUMLAKI, SentralPolitik.com – Akses air bersih bagi warga RT 08 Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, kini semakin terbuka setelah sumur bor dalam program investasi sosial pilar kesehatan resmi beroperasi, Kamis (12/3/2026).
Program SKK Migas bersama INPEX Masela Ltd ini tidak hanya menjawab kebutuhan dasar masyarakat, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat.
Hadir pada peresmian sumur bor ini Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Kepulauan Tanimbar Somalay Batlayeri, Kades Lermatang Efrat Lambiombir bersama perangkat desa.
Selanjutnya Kepala Pokja Pelibatan Pengembangan Masyarakat (PPM) SKK Migas Roy Widiartha, perwakilan SKK Migas Pamalu Agustinus Egen Slarmanat dan Haikal Sasole.
Serta, Senior Manager Communication and Relations Zaki Zein, serta Manager Social Performance and Land Acquisition INPEX Masela Ltd Dian Fiana Ratna Dewi.
Kepala Pokja PPM SKK Migas Roy Widiartha menjelaskan sumur bor ini merupakan satu dari sejumlah program sosial sepanjang tahun 2026 oleh SKK Migas dan INPEX Masela Ltd yang mencakup sektor ekonomi, kesehatan, dan lingkungan.
Menurut Roy, program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi langkah nyata memastikan masyarakat sekitar proyek mendapat manfaat langsung keberadaan industri Migas.
“Program ini bukan hanya seremoni. Kita bisa melihat langsung kualitas air. Bahkan ke depan air ini bisa diuji kelayakannya untuk konsumsi, dan jika memungkinkan dapat mengembangkan menjadi usaha air isi ulang oleh masyarakat,” ujarnya.
MANFAAT JANGKA PANJANG
Ia menegaskan program ini memberi manfaat jangka panjang.
‘’Beberapa tahun ke depan, SKK Migas dan INPEX masih akan mendampingi masyarakat guna memastikan keberlanjutan program dan kualitas air,’’ sebutnya.
Roy juga menyebut pihaknya akan mengidentifikasi titik-titik baru yang berpotensi dilakukan pengeboran guna memperluas akses air bersih.
Tidak hanya di Desa Lermatang tetapi juga di desa-desa lain sebagai desa terdampak yang membutuhkan.
“Kami ingin memastikan proyek Migas sebagai proyek negara tidak hanya memberi manfaat dari sisi produksi energi, tapi juga membawa dampak nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” katanya.
Ia berharap, kehadiran proyek Abadi Masela memicu berbagai dampak positif lain seperti pengembangan sarana prasarana, logistik, serta peluang ekonomi baru.
“Tugas kami adalah melakukan inkubasi dan penyiapan agar masyarakat siap. Ketika proyek sudah berjalan dan produksi dimulai, masyarakat harus merasakan manfaat dan kesejahteraan dari kegiatan ini,” jelas Roy.
KAPASITAS SUMUR BOR
Sementara itu, Manager Social Performance and Land Acquisition INPEX Masela Ltd Dian Fiana Ratna Dewi menjelaskan kapasitas sumur bor ini.
Memiliki kedalaman 30 meter dan dilengkapi mesin jet pump, tangki penampungan air, serta sambungan listrik PLN berdaya sekitar 1.300 hingga 1.500 volt ampere.
Program ini berdasarkan pemetaan kebutuhan masyarakat desa, di mana akses air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak.
“Selain air bersih, kami juga mendorong program lain seperti sanitasi, kesehatan ibu dan anak, serta pengembangan ekonomi masyarakat seperti pertanian rakyat,” ujarnya.
Menurut Dian, ke depan pihaknya juga merencanakan pembangunan sekitar empat sumur bor tambahan di Desa Lermatang.
Saat ini proses identifikasi lokasi masih berlangsung untuk menentukan titik pengeboran yang paling tepat.
Baca Juga:
SKK Migas Terus Dorong Perkembangan Proyek LNG Abadi: https://sentralpolitik.com/skk-migas-terus-dorong-perkembangan-proyek-lng-abadi/
“Untuk tahap awal kita jadikan ini sebagai pilot project di Desa Lermatang. Setelah itu kita kembangkan sistem pipanisasi agar air bisa menjangkau setiap rumah tangga,” jelasnya. (*)







