Pendidikan

Maluku Tengah Jadi Titik Refleksi Pendidikan Maluku

×

Maluku Tengah Jadi Titik Refleksi Pendidikan Maluku

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Refleksi dan monitoring mutu pendidikan SD/MI Provinsi Maluku di Baileo Soekarno, Kota Masohi. f:F4S-

MASOHI, SentralPolitik.com – Kabupaten Maluku Tengah jadi ruang refleksi dan monitoring mutu pendidikan SD/MI Provinsi Maluku.

Bupati Zulkarnain Awat Amir membuka kegiatan di Baileo Soekarno, Kota Masohi, Senin (26/4). Refleksi dan monitoring melibatkan seluruh ekosistem pendidikan di Maluku.

Provincial Manager INOVASI Maluku, Mus Mualim menjelaskan, Kemitraan Australia-Indonesia melalui Program INOVASI fase 3 terfokus pada lima komponen.

Kelima komponen itu yakni kurikulum dan penilaian, praktik pembelajaran, kepemimpinan pendidikan, kesetaraan gender, disabilitas dan pendidikan perubahan iklim.

“Untuk meninjau pelaksanaan program, mengidentifikasi kebutuhan dukungan provinsi, mengumpulkan masukan untuk penyempurnaan strategi, dan memperkuat sinergi provinsi dan kabupaten, ” jelasnya.

Di Maluku, program ini telah berjalan di Kabupaten Maluku Tengah sejak 2024 dan diperluas ke Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kota Ambon pada 2025.

RUANG BERSAMA

Bupati Zulkarnain Awat Amir mengatakan refleksi dan monitoring sebagai ruang bersama untuk meninjau pelaksanaan program, mengidentifikasi kebutuhan dukungan dari pemerintah provinsi.

Serta menghimpun berbagai masukan untuk penyempurnaan strategi, serta memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten.

“Langkah konkret untuk memastikan bahwa program pendidikan yang kita jalankan tetap selaras dengan kebijakan nasional, sekaligus menjawab kebutuhan riil masyarakat,” paparnya.

Pemda Maluku Tengah sebutnya terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui kebijakan penguatan literasi dan numerasi.

Selanjutnya kompetensi guru, serta perluasan akses pendidikan yang merata dan inklusif.

OBSERVASI

Selanjutnya kegiatan berlangsung dengan kunjungan ke SD/MI di Kota Masohi dengan membagi peserta dalam kelompok untuk melakukan observasi kelas.

Observasi mencakup proses pembelajaran, kondisi lingkungan belajar, serta menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama guru dan kepala satuan pendidikan.

Diskusi ini menjadi wadah berbagi pengalaman, mengidentifikasi tantangan, sekaligus merumuskan solusi nyata untuk peningkatan kualitas pendidikan.

Adapun peserta dari Provinsi Maluku, yaitu Dinas Pendidikan, Baplitbangda, Kementerian Agama, Biro Pemerintahan, BGTK, BPMP, BKD Ambon, BPK Provinsi, Balai Bahasa, Dikti, Unpatti dan UIN A.M Sangadji.

Baca Juga:

Jadi Rujukan Pendidikan, Kementerian dan 10 Propinsi Kunjungan Belajar ke Maluku Tengah: https://sentralpolitik.com/jadi-rujukan-pendidikan-kementerian-dan-10-provinsi-kunjungan-belajar-ke-maluku-tengah/

Sementara Maluku Tengah meliputi Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Baplitbangda, Komisi IV DPRD, BPBD, Dinas Sosial, DP3A, serta Dinas Kesehatan. (*)

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di Channel Telegram