BEIJING, SentralPolitik.com – Indonesia Fair 2026, yang berlangsung di KBRI Beijing sepanjang hari Sabtu, 15 Agustus 2026 berlangsung meriah.
Sejumlah pemusik dari Indonesia Timur hadir memeriahkan acara yang berlangsung jelang HUT RI ke-81 itu.
Lagu- lagu hit seperti Tor Monitor, Terserah, Maumere, Ayo Mama, Yamko Rambe Yamko dan Tabola Bale yang ditampilkan Chesylino, Wulan Sari dan Rizky Teng, menggoyang sekitar 6000 orang yang padati area KBRI Beijing.
“Indonesia kaya akan keragaman budaya. Saya juga berasal Maluku, tepatnya Pulau Tanimbar yang juga kaya akan budaya.’’
‘’Pada Indonesia Fair tahun ini, kita menampilkan ragam budaya dari Indonesia Timur, mulai Bali, Maluku hingga ke Papua” ujar Dubes RI, Djauhari Oratmangun, saat membuka acara.
Turut hadir sejumlah Duta Besar dan kalangan diplomatik, mitra KBRI dan pengunjung yang memadati panggung Indonesia Fair.
Dubes Djauhari juga menekankan kebersamaan pada Indonesia Fair tahun ini
“Kita merayakan kebersamaan di tengah keragaman. Saya berharap sahabat- sahabat di Tiongkok khususnya Beijing dapat menikmati aneka budaya, musik, dan produk Indonesia”. Imbuhnya.
UCAPAN DUKA NTT
Sebelum memulai, KBRI Beijing menyampaikan duka dan keprihatinan atas gempa yang terjadi di NTT pada 15 Agustus 2026 pagi hari menjelang acara.
Selanjutnya, susana sangat meriah dengan kehadiran Chesylino, Wulan Sari dan Rizky Teng membawakan lagu-lagunya yang populer asal Indonesia Timur lainnya.
Tor Monitor Ketua dan Tabola Bale yang dibawakan membuat semua pengunjung otomatis bergerak sesuai irama musik.
Trio Obras, Oratmangun Bradars, yang terdiri dari Djauhari, Dharma dan Irbayana Oratmangun turut membawakan lagu-lagi nasional serta lagu-lagu dari timur Indonesia termasuk Cerlele Cerlele dan Sio Mama.
Sementara penyanyi Daniel Pattinama, alumni the X Factor Indonesia, membawakan berbagai lagu populer dengan suara merdunya.
Suguhan ragam budaya nusantara dan khas Indonesia Timur juga ditampilkan oleh grup Papua Baday, kelompok mahasiswa Papua yang tengah menempuh studi di Politeknik Jining, Tiongkok.
Berikutnya, Yingde, sanggar tari dari daerah Yingde, provinsi Guandong, yang didirikan oleh warga Tiongkok yang lahir di Indonesia, juga turut menampilkan berbagai tarian Nusantara, seperti Janger, Harmoni Nusantara dan tari Enggang.
Sementara grup Akapela mahasiswa Indonesia di Beijing membawakan lagu-lagu daerah seperti Rasa Sayange dan Ayo Mama.
PEMENANG VIDIO QRIS
Pada pembukaan juga diumumkan pemenang video kampanye sosial media penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Tiongkok oleh Bank Indonesia.
QRIS telah dapat digunakan di Tiongkok, pasca peluncuran bulan Juni 2026 lalu.
Selain itu juga peluncuran buku mengenai Bali oleh penulis Tiongkok, Yen Lu, dan peluncuran fase kedua program V Start Snack Video.
Program ini mencakup program pengembangan kapasitas content creator dari berbagai desa di Indonesia.
Indonesia Fair juga menghadirkan bazaar dari sekitar 30 stand aneka produk kerajinan, batik dan makanan minuman Indonesia yang telah masuk pasar Tiongkok.
Berikutnya, sajian berupa air kelapa, sarang burung walet, hingga durian.
Merek makanan Indonesia seperti Indomie, Kopi Kapal Api, Tango, Mi Gemez, Mi Sedap, Kara Santan, dan kerupuk udang laris diburu pengunjung.
Durian Indonesia pun habis dalam 2 jam. Pengunjung juga dapat menikmati makanan Indonesia seperti martabak, bakso, siomay, sate ayam, sate padang.
Serta nasi goreng dan aneka makanan khas Indonesia lainnya oleh berbagai stand, termasuk dari dua restoran Indonesia di Beijing, Warisan dan NomNom.
Indonesia Fair merupakan program tahunan KBRI Beijing untuk promosi budaya dan produk Indonesia sekaligus sebagai bagian dari perayaan HUT RI.
Melalui Indonesia Fair ini diharapkan juga dapat memperkokoh persahabatan dan menjembatani mutual trust antara kedua negara.
Menurut Duta Besar Djauhari Oratmangun, selama beberapa tahun terakhir, kemitraan komprehensif Indonesia-Tiongkok terus menguat.
Angka perdagangan mencapai lebih dari USD 167 miliar tahun lalu dan lebih dari USD 102 miliar dalam 6 bulan pertama di tahun 2026. Investasi tahun lalu juga mencapai sekitar USD 7.5 miliar.
Baca Juga:
Ini Gempita Merdeka 78 di KBRI Beijing, Quiqiao Juga Datang: https://sentralpolitik.com/ini-gempita-merdeka-78-di-kbri-beijing-guiqiao-juga-datang/
Indonesia Fair 2026 merupakan hasil kolaborasi KBRI Beijing, bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Beijing dan Indonesia Chamber of Commerce in China (*)






