Lingkungan

“Walikota Ambon Bisa Tangkap?” Flayer Provokatif Beredar; Wattimena: Salah Alamat A

×

“Walikota Ambon Bisa Tangkap?” Flayer Provokatif Beredar; Wattimena: Salah Alamat A

Sebarkan artikel ini

AMBON, SentralPolitik.com — Sebuah flyer provokatif kembali beredar media sosial.  Nama Walikota Ambon Bodewin Wattimena kembali menjadi sorotan.

“Walikota Ambon nama boleh baik di publik, tapi di lapangan nama rusak, kira-kira menurut kalian Walikota Ambon boleh di tangkap polisi atau tidak?” 

Demikian bunyi flayer oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab dan beredar Kamis (10/9/2026).

Selebaran ini mencantumkan nama Walikota Ambon Bodewin M Wattimena bersama seorang kontraktor bernama Wilson.

Selanjutnya kertas pengumuman ini memuat sejumlah narasi dan pertanyaan terkait persoalan lingkungan di kawasan BTN Poka, Kota Ambon. 

Dalam materi yang beredar, para pelaku sengaja mencantumkan nama Walikota Ambon bahkan muncul pertanyaan mengenai kemungkinan aparat kepolisian menangkapnya.

Flyer itu juga mencantumkan nama Moh. Patty Rumbouw serta membawa narasi mengenai Bodewin M. Wattimena dan kontraktor Wilson dalam kaitannya dengan persoalan lingkungan di BTN Poka.

Menanggapi upaya provokatif ini, Wattimena menyebut kalau itu salah alamat. “Salah alamat,” singkatnya menjawab media.

PAHAMI TUPOKSI WALIKOTA

Praktisi hukum, Noke Philips Pattiradjawane, S.H memandang para aktivis lebih bijak dalam memahami tugas, pokok dan fungsi (Tupoksi) Walikota Ambon.

‘’Tidak semua persoalan yang menjadi persoalan publik otomatis menjadi kewenangan Walikota,’’ katanya memberi tanggapan.

“Para aktivis harus lebih bijak memahami Tupoksi walikota,’’ sambungnya.

Ia juga mengingatkan kemungkinan langkah hukum bila tuduhan kepada walikota sudah merugikan nama baik.

“Bagaimana bila walikota menuntut balik tuduhan tersebut lewat UU ITE?” katanya.

Noke selanjutnya mengingatkan para aktivis agar mempertimbangkan dampak dari narasi yang beredar di ruang publik, terutama terhadap nama baik seorang pejabat.

“Fakta hukum sudah jelas, sebaiknya adik-adik aktivis menjaga nama baik walikota yang justru menerima penghargaan Kompas TV,” ujarnya.

Ia berharap persoalan yang berkembang dapat disikapi secara lebih bijaksana dan tidak sekadar membangun narasi di media sosial.

“Sebagai warga kota Ambon yang baik, sebaiknya adik-adik aktivis lebih bijak,” tegas Noke.

Baca Juga:

Pemkot Ambon Bakal Lapor Korlap Seruan Aksi ke Polisi, Dianggap Provokatif dan Sudutkan Walikota: https://sentralpolitik.com/pemkot-ambon-bakal-lapor-korlap-seruan-aksi-ke-polisi-dianggap-provokatif-dan-sudutkan-walikota/

Sebab, ingatnya, berbagai tudingan atau pertanyaan dalam flyer tidak serta-merta sebagai fakta hukum sebelum terdapat verifikasi, bukti, maupun keterangan resmi pihak yang berwenang. (*)

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di Channel Telegram