MASOHI, SentralPolitik.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mulai memperkuat langkah pencegahan korupsi dengan menggelar kick-off sekaligus submission laporan pelaksanaan Program Pariwara Antikorupsi Tahun 2026, Senin (28/9/2026)
Kegiatan berlangsung di lantai II Kantor Bupati Maluku Tengah, Jalan Geser, Kota Masohi.
Penyampaian dan pengunggahan laporan melalui sistem aplikasi resmi Pariwara Antikorupsi menandai kegiatan.
Proses submission laporan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tengah, Rakib Sahubawa, bersama Tim Pariwara Antikorupsi Kabupaten Maluku Tengah.
Rakib mengatakan, pelaksanaan Program Pariwara Antikorupsi merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat budaya integritas.
Sekaligus mendorong pencegahan korupsi yang transparan dan akuntabel.
Program tersebut mengusung tema “Sasi Bukan Sekadar Tradisi, tetapi Cerminan Integritas.”
Menurut Rakib, pengangkatan nilai kearifan lokal Sasi dalam program antikorupsi menjadi upaya untuk menghubungkan nilai-nilai budaya masyarakat dengan semangat membangun pemerintahan dan pelayanan publik yang berintegritas.
“Sebagai wujud komitmen Pemerintah Daerah dalam memperkuat budaya integritas serta mendorong upaya pencegahan korupsi yang transparan dan akuntabel,” ujar Rakib.
NILAI-NILAI INTEGRITAS
Ia menegaskan, momentum tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Malteng untuk terus menanamkan sekaligus menerapkan nilai-nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah berkomitmen terus menanamkan dan menerapkan nilai-nilai integritas,” katanya.
Nilai tersebut, lanjut Rakib, tidak hanya bagi aparatur pemerintahan, tetapi juga berharap tercermin dalam kehidupan bermasyarakat.
“Baik dalam setiap sikap dan tindakan, baik di lingkungan pemerintahan maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.
Baca Juga:
Digitalisasi Pembelajaran bukan Mengganti Peran Guru, 50 Sekolah di Malteng Ikut Bintek Digitalisasi: https://sentralpolitik.com/digitalisasi-pembelajaran-bukan-mengganti-peran-guru-50-sekolah-di-malteng-ikut-bintek-digitalisasi/
Dengan mengangkat filosofi Sasi, Pemkab Malteng menjadikan kearifan lokal bukan sekadar simbol budaya, tetapi juga sebagai nilai yang dapat memperkuat komitmen bersama terhadap integritas, kepatuhan dan pencegahan korupsi. (*)






