MASOHI, SentralPolitik.com – Arah kebijakan pembangunan Kabupaten Maluku Tengah tahun 2027 dirancang untuk mempercepat kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Zulkarnain Awat Amir alias Ozan menyampaikan itu saat membuka Musrembang RKPD di Kota Masohi, Kamis (9/4/2026).
Ia menegaskan, program tersebut mencakup berbagai sektor strategis yang perlu didorong secara terencana dan terukur.
Salah satu fokus utama adalah pengembangan kawasan pariwisata Banda sebagai destinasi unggulan kelas dunia.
Selain itu, pemerintah juga mendorong hilirisasi komoditas kelapa dalam dan pala di wilayah Teluk Elpaputih dengan nilai investasi sebesar Rp 640 miliar.
Ozan, sapaan akrab Bupati juga fokus penataan lingkungan dan pengelolaan persampahan di beberapa lokasi rawan sampah yang sampai saat ini belum maksimal.
Peningkatan kualitas dan kuantitas sektor perhubungan untuk konektivitas wilayah melalui pembangunan pelabuhan ferry di wilayah Teluk Dalam.
Selanjutnya menyangkut pengembangan pasar, terminal, dan sarana transportasi yang lebih representatif.
KAWASAN KOTA TERPADU MANDIRI
Selain itu Ozan memaparkan soal Kobi sebagai pengembangan Kawasan Kota Terpadu Mandiri.
Kawasan Kobi harus dikembangkan secara lebih serius, objektif, tepat fungsi dan tepat sasaran sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Maluku Tengah.
Bupati juga memaparkan menyangkut peningkatan kemandirian daerah melalui optimalisasi PAD dan penguatan sektor pariwisata unggulan daerah.
Seperti Kawasan Natsepa, Pulau Tujuh, Ora Beach dan sekitarnya, Banda serta beberapa potensi pariwisata lainnya.
Berikutnya soal revitalisasi kolam renang Masohi dan fasilitas publik lainnya sebagai bagian dari peningkatan ruang rekreasi masyarakat, serta penguatan kreativitas dan inovasi daerah.
“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Keterbatasan fiskal harus dijawab dengan inovasi kebijakan, kolaborasi lintas sektor, serta kemitraan dengan swasta dan masyarakat, ” tegasnya.
KUALITAS HIDUP MASYARAKAT
Seluruh perencanan ini sebutnya untuk Meningkatkan PAD, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, lapangan kerja, mengurangi kemiskinan dan pengangguran, menciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka statistik, tetapi dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat, ” ujarnya.
Ia menegaskan dokumen perencanaan yang baik dan berkualitas memiliki outcome yang jelas, terukur dan dapat berlangsung.
Melalui seluruh tahapan sesuai ketentuan, mulai dari perencanaan partisipatif, sinkronisasi lintas sektor, hingga penganggaran yang realistis.
“Saya minta perkuat sinergi antar perangkat daerah, tingkatkan koordinasi lintas sektor, hindari program tumpang tindih.’’
Baca Juga:
Terisolasi 80 tahun Bupati Ozan Hidupkan Internet di Pedalaman Seram: https://sentralpolitik.com/terisolasi-80-tahun-bupati-ozan-hidupkan-internet-di-pedalaman-seram/
‘’Fokus pada program berdampak langsung ke masyarakat serta tetap mengutamakan efisiensi dan efektivitas anggaran, ” tutupnya. (*)






