Pendidikan

Didukung Kemdiktisaintek melalui BIMA, Tomasoa Cs Perkuat Kompetensi Guru PJOK di Kepulauan Aru 

×

Didukung Kemdiktisaintek melalui BIMA, Tomasoa Cs Perkuat Kompetensi Guru PJOK di Kepulauan Aru 

Sebarkan artikel ini
Pengabdian kepada Masyarakat
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) oleh  para Dosen Program Studi Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Sekolah Dasar PSDKU Universitas Pattimura di Kabupaten kepulauan Aru . fIST-

DOBO, SentralPolitik.com – Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di wilayah Kepulauan terus dilakukan melalui kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat. 

Salah satunya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) oleh  dosen Program Studi Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Sekolah Dasar PSDKU Kabupaten kepulauan Aru Universitas Pattimura.

Para dosen ini masing-masing Yellia Tomasoa, S.Pd, M.Pd sebagai Ketua Tim Pelaksana serta Vicktor Apituley, Stenly Wenno dan Louvenska Latupeirissa.

Kegiatan berlangsung dengan tema Pemberdayaan Guru Penjas di Kabupaten Kepulauan Aru untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Gamifikasi.

‘’Ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang memperoleh dukungan pendanaan melalui BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek),’’ tandas Yellia Tomasoa.

KOMPETENSI GURU

Program tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi guru PJOK dalam merancang pembelajaran yang mampu mengakomodasi keberagaman kemampuan dan kebutuhan peserta didik.

Sekaligus memanfaatkan teknologi dan inovasi sederhana dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik.

Ketua Tim Pelaksana, Yellia Tomasoa,  memberikan penguatan materi mengenai konsep dan penerapan ‘’pembelajaran berdiferensiasi dalam PJOK’’.

Mereka memperkenalkan kepada guru kalau prinsipnya setiap peserta didik memiliki kesiapan belajar, kemampuan motorik, minat, serta karakteristik yang berbeda. 

‘’Karena itu, guru perlu merancang aktivitas pembelajaran yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar sesuai dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan,’’ katanya. 

Materi mencakup identifikasi karakteristik dan kemampuan awal peserta didik, diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk. 

Kemudian mengaitkan penerapan konsep tersebut dengan aktivitas gerak dalam pembelajaran PJOK.

“Pembelajaran berdiferensiasi memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya.’’ 

‘’Dalam PJOK, guru dapat memberikan variasi aktivitas, tingkat kesulitan, maupun bentuk tugas agar semua peserta didik dapat terlibat secara aktif,” jelas Tomasoa.

GAMIFIKASI

Selain pembelajaran berdiferensiasi, materi utama lainnya adalah “gamifikasi dalam pembelajaran PJOK”. 

Gamifikasi sebagai strategi untuk memasukkan unsur-unsur permainan ke dalam proses pembelajaran dengan tujuan meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan keaktifan peserta didik.

Dalam materi gamifikasi, guru mendapat pemahaman mengenai konsep dasar gamifikasi, manfaat gamifikasi dalam pembelajaran, serta menggunakan berbagai elemen dalam aktivitas pembelajaran. 

‘’Elemen tersebut antara lain poin, level, tantangan, misi, penghargaan dan sistem pencapaian,’’ tandasnya.

Guru juga mendapat contoh bagaimana unsur-unsur tersebut dapat diterapkan dalam pembelajaran PJOK. 

Misalnya, peserta didik memperoleh poin setelah berhasil menyelesaikan suatu aktivitas gerak, naik ke level berikutnya setelah mencapai kompetensi tertentu, atau menyelesaikan misi gerak secara individu maupun kelompok.

Penerapan gamifikasi tidak hanya diarahkan pada kompetisi, tetapi juga pada penciptaan pengalaman belajar yang menyenangkan dan memberikan tantangan yang sesuai dengan kemampuan peserta didik. 

Dalam praktiknya, guru dilatih merancang ‘tantangan aktivitas gerak bertingkat’. Sedangkan Peserta didik dapat memilih atau memperoleh misi sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. 

‘’Dengan demikian, prinsip gamifikasi dapat berjalan seiring dengan pembelajaran berdiferensiasi,’’ jelasnya.

TEKNOLOGI DAN PLATFORM DIGITAL

Untuk mendukung penerapan gamifikasi, guru juga diperkenalkan pada pemanfaatan ‘teknologi sederhana dan platform digital’ yang dapat digunakan dalam pembelajaran. 

Teknologi untuk membuat kuis, memberikan tantangan, mencatat pencapaian, memberikan penghargaan, serta meningkatkan interaksi peserta didik.

Guru kemudian melakukan praktik dalam menyusun aktivitas pembelajaran berbasis gamifikasi yang dapat diterapkan sesuai kondisi sekolah. 

Ia berharap pendekatan tersebut dapat menjadi alternatif bagi guru untuk menciptakan pembelajaran PJOK yang lebih interaktif tanpa harus bergantung pada teknologi yang kompleks.

Sebagai bagian dari penerapan teknologi dan inovasi, kegiatan PkM juga menghasilkan sejumlah produk yang dapat digunakan oleh guru, yaitu e-modul pembelajaran PJOK, kartu aktivitas siswa, dan video pembelajaran.

E-modul memuat materi pembelajaran dan panduan penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbasis gamifikasi. Kartu aktivitas siswa dirancang sebagai media untuk memberikan pilihan aktivitas gerak, tantangan, dan misi kepada peserta didik.

Sementara itu, video pembelajaran digunakan sebagai media visual untuk memberikan contoh gerakan dan aktivitas PJOK sehingga guru maupun peserta didik lebih mudah memahami tahapan pelaksanaan aktivitas.

‘’Ketiga produk tersebut diharapkan dapat menjadi  learning kit yang membantu guru menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan gamifikasi secara lebih praktis,’’ tandasnya.

Menurut Yellia, Tim Pelaksanaan tidak saja melakukan kegiatan melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui praktik, simulasi, diskusi, dan pendampingan. 

Guru juga mendapat kesempatan menyusun rancangan pembelajaran, membuat aktivitas berbasis permainan, menentukan sistem poin dan penghargaan, serta mencoba kartu aktivitas dan media digital yang telah dikembangkan.

Melalui praktik tersebut, guru diarahkan untuk memahami bahwa gamifikasi bukan sekadar membuat pembelajaran menjadi permainan, tapi bagaimana menggunakan unsur permainan digunakan secara terencana untuk mencapai tujuan pembelajaran.

“Yang kami tekankan adalah bagaimana guru dapat mengintegrasikan diferensiasi dan gamifikasi dalam satu pembelajaran.’’

‘’Sedangkan peserta didik mendapat tantangan yang sesuai dengan kemampuannya, tetapi tetap memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan dan memiliki tujuan yang jelas,” ungkap Tomasoa.

Ia berharap kegiatan PkM ini dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi guru PJOK di Kabupaten Kepulauan Aru. 

ADAPTIF

Selanjutnya ia berharap Guru mampu merancang pembelajaran yang lebih adaptif terhadap keberagaman peserta didik, sekaligus memanfaatkan teknologi sederhana untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

Pada sisi lain dia menyebut, dukungan pendanaan melalui BIMA Kemdiktisaintek menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program.

Selain itu masyarakat dapat memanfaatkan dan mengembangkan produk teknologi serta inovasi yang ada.

Melalui kegiatan ini, Universitas Pattimura menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tridarma Perguruan tinggi, khususnya melalui pengembangan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.

Ke depan, Yellia Tomasoa dan Tim PkM berkomitmen akan melanjutkan pendampingan, monitoring, dan evaluasi terhadap penerapan produk di sekolah. 

Hasil evaluasi untuk menyempurnakan e-modul, kartu aktivitas siswa, video pembelajaran, serta pengembangan model pembelajaran PJOK berdiferensiasi berbasis gamifikasi yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Baca Juga:

Jadi Rujukan Pendidikan, Kementrian dan 10 Propinsi Kunjungan Belajar ke Maluku Tengah: https://sentralpolitik.com/jadi-rujukan-pendidikan-kementerian-dan-10-provinsi-kunjungan-belajar-ke-maluku-tengah/

‘’Kami berharap program ini dapat melahirkan guru PJOK yang kreatif, inovatif, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi, sehingga peserta didik di Kabupaten Kepulauan Aru memperoleh pengalaman pembelajaran PJOK yang aktif, menyenangkan, dan bermakna,’’ tuntasnya. (*)

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di Channel Telegram