Banner Iklan

Banner Iklan
Pemerintahan

HUT Kota Masohi Berlangsung Tegang, Bupati Malteng sempat Tinggalkan Acara

×

HUT Kota Masohi Berlangsung Tegang, Bupati Malteng sempat Tinggalkan Acara

Sebarkan artikel ini
HUT Kota Masohi
HUT Kota Masohi, Selasa (3/11/2026) di Masohi berlangsung tegang. Bupati sempat meninggalkan acara. F:NAS-

MASOHI, SentralPolitik.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kota Masohi di Lapangan Nusantara, Selasa (3/11/2026), diwarnai ketegangan.

Ketegangan terjadi saat prosesi adat penyerahan Pataka Pamahanunusa oleh pasukan Cakalele Negeri Amahai kepada Bupati Maluku Tengah.

Pemicu insiden menyangkut miskoordinasi antara panitia acara pemerintah daerah dan pelaksana prosesi adat.

Suara pengeras dari perangkat sound system panitia terdengar ketika pasukan Cakalele Negeri Amahai masih menjalankan rangkaian prosesi adat.

BUPATI TINGGALKAN ACARA

Situasi ini memicu keberatan dari pihak pelaksana prosesi. Ketegangan kemudian terjadi di sekitar  mimbar utama sehingga Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir meninggalkan tempat acara.

Sejumlah tamu undangan dan peserta upacara bahkan terlihat beranjak dari tempat duduk ketika situasi mulai memanas.

Akibat insiden tersebut, jalannya upacara terpaksa berhenti sementara. Agenda yang sedianya berlangsung pukul 08.00 WIT itu baru kembali dilanjutkan sekitar pukul 10.40 WIT.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat yang hadir menyaksikan langsung jalannya peringatan hari jadi Kota Masohi.

Sejumlah warga menyayangkan insiden tersebut karena menilainya tidak sejalan dengan semangat persaudaraan dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang seharusnya menjadi bagian penting dalam perayaan HUT kota.

“Kondisi ini harusnya seng boleh terjadi, panitia seng hargai adat paskali e,” ujar salah seorang warga.

Warga lainnya menilai kejadian tersebut memperlihatkan lemahnya kesiapan panitia dalam mengatur rangkaian acara yang melibatkan unsur pemerintah dan masyarakat adat.

“Kejadian ini menunjukkan bahwa panitia seng (tidak) siap,” ungkapnya.

BUPATI SEBUT MISKOMUNIKASI

Merespons situasi tersebut, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menyampaikan klarifikasi di hadapan tamu undangan dan peserta upacara.

Didampingi Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath serta unsur Forkopimda, Zulkarnain menegaskan insiden tersebut bukan merupakan aksi saling serang antarkelompok masyarakat.

Menurutnya, ketegangan terjadi akibat miskomunikasi antara bagian acara pemerintah daerah dan pelaksana prosesi adat.

“Insiden tadi bukan saling serang, tetapi miskomunikasi antara bagian acara dan prosesi adat. Sehingga terjadi hal yang tidak kita inginkan. Namun, sudah kita luruskan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membangun persepsi seolah-olah telah terjadi konflik atau aksi penyerangan antarkelompok.

“Jadi perlu saya ingatkan, tidak ada saling serang-menyerang,” tegasnya.

Zulkarnain turut mengakui adanya kesalahan teknis dari pihak penyelenggara.

Baca Juga:

HUT Kota Masohi Dimeriahkan Pameran UMKM dan Budaya: https://sentralpolitik.com/hut-kota-masohi-dimeriahkan-pemeran-umkm-dan-budaya/

Ia kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada Raja Negeri Amahai, Raja Negeri Soahuku, seluruh masyarakat, serta berbagai entitas adat di Kabupaten Maluku Tengah. (NAS)

Baca Berita Menarik Lainnya! Dapatkan informasi terbaru dari SentralPolitik.com
Channel Telegram ➜