SAUMLAKI, SentralPolitik.com – Insiden kecelakaan yang merusakan pangkalan Minyak dan dugaan kekerasan terhadap supir di Saumlaki berujung damai.
Oknum Densus 88 yang juga terindikasi mengancam media ini juga meminta maaf kepada pimpinan dan wartawan SentralPolitik.com.
Selain melibatkan Satlantas Polres KKT, upaya damai berlangsung dalam suasana kekeluargaan dengan mengedepankan adat duan lolat.
KEJADIAN AWAL
Peristiwa berawal pada Kamis (30/10/2025) malam, ketika truk milik Distributor Semen Tonasa Cabang Maluku mengalami masalah teknis saat melintasi tanjakan.
Supir David Laiyan tidak dapat mengendalikan truk sehingga serentak mundur menabrak kios pangkalan minyak tanah milik istri Brigpol Domi Batsira.
Kecelakaan spontan itu memicu ketegangan dan miskomunikasi di lokasi.
Domi Batsira dan keluarga yang datang ke tempat kejadian, dan terjadi tindakan main hakim sendiri terhadap sopir truk tersebut.
Pada Selasa, 4 November 2025, kedua pihak bertemu dan menyepakati penyelesaian secara damai. Turut sebagai saksi pihak Distributor Semen Tonasa.
Pihak perusahaan bersedia memperbaiki dinding kios yang mengalami kerusakan dan mengganti kerugian minyak tanah senilai Rp.850 ribu.
Usai sepakat ganti rugi, mobil truk yang sebelumnya ditahan sebagai barang jaminan, Satlantas Polres Kepulauan Tanimbar kemudian melepasnya.
Kesepakatan damai ini tertuang dalam surat perjanjian bersama di Mapolres Kepulauan Tanimbar.
SENGKETA LANJUT DENGAN MEDIA
Selanjutnya media ini memberitakan insiden berikut alur penyelesaiannya.
Namun pemberitaan tersebut menimbulkan keberatan dari pihak Brigpol Domi Batsira dan kerabatnya.
Oknum Densus 88 ini kemudian menyampaikan ancaman secara terbuka melalui grup WhatsApp di daerah itu.
SentralPolitik.com menilai tindakan itu tidak patut, dan selanjutnya mengajukan pengaduan resmi ke Divpropam Polri.
MAAF & PERDAMAIAN ADAT
Karena itu, Domi Batsira selanjutnya mengambil langkah damai dengan menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf kepada pihak media.
Proses penyampaian permohonan maaf berlangsung Kamis, 6 November 2025, di Desa Kabiarat dengan mengedepankan ritus adat Duan Lolat.
Ia meminta maaf dan menekankan kehormatan, kesetaraan dan pemulihan hubungan.
“Saya mengaku khilaf dan tidak bermaksud memperkeruh keadaan.’’ katanya
‘’Secara pribadi dan mewakili keluarga, kami menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan dan awak media atas tindakan dan pernyataan yang tidak semestinya,” ujarnya.
Pimpinan Redaksi SentralPolitik.com lewat Biro Kepulauan Tanimbar menerima permohonan maaf tersebut dan menegaskan akan menarik laporannya.
‘’Kami menghargai langkah Brigpol Domi Batsira menyelesaikan perselisihan melalui dialog dan adat sebagai tatanan adat warga Tanimbar,’’ kata Yanto Samangun, Kepala Biro SentralPolitik.com
Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa pemulihan hubungan sosial tidak selalu harus melalui jalur hukum.
Namun penyelesaian masalah melalui nilai-nilai budaya dan kekeluargaan yang menjadi warisan leluhur.
Baca Juga:
Oknum Densus 88 Aniaya Seorang Supir Gara-gara Tabrak Kios Minyak Tanah Milik Istri: https://sentralpolitik.com/oknum-anggota-densus-88-aniaya-seorang-supir-gara-gara-tabrak-kios-minyak-milik-istri/
‘’Adat Duan Lolat berhasil menjadi jembatan rekonsiliasi, menjaga kehormatan dan harmoni di tengah masyarakat Tanimbar.’’ katanya. (*)






