Banner Iklan
Organisasi

Ketua ISKA Kota Ambon Ingatkan Negara Kehilangan Rasa Hormat pada Pimpinan

×

Ketua ISKA Kota Ambon Ingatkan Negara Kehilangan Rasa Hormat pada Pimpinan

Sebarkan artikel ini
Matias Neis Watunglawar, S.H., M.H
Ketua ISKA DPC Kota Ambon, Matias Neis Watunglawar, S.H., M.H. f:Koleksi Pribadi-

AMBON, SentralPolitik.com – Musyawarah Nasional XVII Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) meninggalkan pesan teologis yang kuat bagi semua daerah di Indonesia.

MUNAS berlangsung 11-13 September 2026 di Balikpapan dan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan tema “Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan bagi Semua”.

Ketua ISKA DPC Kota Ambon, Matias Neis Watunglawar, S.H., M.H., menilai tema tersebut tidak bisa dilepaskan dari perspektif dasar iman Katolik tentang “manusia” sebagai Imago Dei – Citra Allah.

IMAGO DEI JADI CERMIN MUNAS ISKA XVII

Munas XVII bukan hanya sekadar pergantian pengurus.

Di Balikpapan, ISKA menegaskan kembali bahwa keadilan dan kesejahteraan hanya mungkin jika kita memandang manusia lain, termasuk pimpinan negara, sebagai Citra Allah,” ujar Watunglawar dalam keterangannya di Ambon, Kamis (5/11/2026).

MANUSIA BUKAN SEKEDAR JABATAN

Watunglawar merujuk pada Kejadian 1:26-27, bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

Dalam perspektif ini, martabat manusia tidak ditentukan oleh jabatan, partai, suku, atau agama, melainkan oleh citra Allah yang melekat sejak penciptaan.

“Kalau kita sungguh percaya setiap orang adalah Imago Dei, maka menghina, merendahkan, serta meruntuhkan kepemimpinannya dan tidak menghormati pimpinan adalah bentuk pengingkaran terhadap citra Allah itu sendiri,” katanya.

Ia menegaskan, kritik terhadap kebijakan pemerintah adalah sah dan bahkan wajib dalam negara demokrasi.

Namun kritik yang berubah menjadi penghinaan personal, penyebaran hoaks, dan penolakan terhadap legitimasi pimpinan, menurutnya, telah melampaui batas demokrasi.

KRISIS HORMAT DALAM BERNEGARA

Ketua ISKA Kota Ambon itu menyoroti situasi kebangsaan saat ini yang dinilainya mengalami krisis penghormatan dalam aspek kenegaraan.

“Kita sedang melihat gejala yang mengkhawatirkan. Pimpinan negara, dari pusat sampai daerah, tidak lagi dihormati sebagai representasi negara. Yang dihormati hanya jika sesuai selera politik kita. Kalau tidak sesuai, kita caci maki,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi ini berbahaya karena jika wibawa pimpinan negara runtuh, maka yang runtuh bukan hanya personalnya, melainkan wibawa negara itu sendiri.

Masyarakat kemudian kehilangan kepercayaan pada hukum, pada institusi, dan pada proses demokrasi.

“Imago Dei’mengajarkan kita untuk membedakan antara pribadi yang bisa dikritik dan martabat jabatan yang harus dihormati. Kita boleh tidak setuju dengan kebijakan presiden, gubernur, wali kota, atau bupati. Tapi kita tidak boleh merobek martabatnya sebagai manusia dan sebagai pemegang amanah negara,” tegas Watunglawar.

PESAN UNTUK AMBON DAN MALUKU

Bagi ISKA Kota Ambon, hasil Munas XVII di Balikpapan – yang kembali memilih Bapak Dr. Luky Agung Yusgiantoro sebagai Ketua Presidium Pusat ISKA periode 2026-2030.

Ini menjadi momentum untuk memperkuat peran sarjana Katolik sebagai penjaga martabat manusia di ruang publik.

Watunglawar menyebut tiga panggilan konkret dari semangat Imago Dei pasca-Munas:

Pertama, Menghormati Tanpa Menjilat, Mengkritik Tanpa Menghina.

Sarjana Katolik harus menjadi teladan dalam berdialog. Berani mengkritik kebijakan yang tidak adil, tetapi dengan bahasa yang menjaga martabat dan santun.

Kedua, Merawat Persaudaraan di Tengah Polarisasi.

Perbedaan pilihan politik tidak boleh merusak persaudaraan.

“Kita semua Citra Allah yang sama, meski berbeda pilihan,” ujarnya.

Selanjutnya, ketiga, Menjaga Keadilan Sebagai Wujud Kasih.

Keadilan bukan sekadar pembagian proyek atau jabatan, tetapi memastikan setiap warga negara diperlakukan sebagai Citra Allah yang bermartabat, bukan sebagai alat politik.

Munas XVII di IKN mengingatkan kita, Penguatan Peran Intelektual ISKA sebagai wadah pemikiran (think tank) dan pengabdi kebaikan bersama.

Berpikir positif dan senantiasa menyuarakan cinta kasih dalam gambaran citra Allah dalam diri manusia.

Baca Juga:

Groundbreaking Blok Masela, ISKA KKT: Merawat Bumi Bagian dari Iman: https://sentralpolitik.com/ground-breaking-blok-masela-iska-kkt-merawat-bumi-bagian-dari-iman/

“Sehingga perwujudan semangat dalam ‘Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan’ terus menginspirasi dalam membangun manusia baru yang menghargai Pimpinan Negara sebagai Citra Allah,” pungkas Watunglawar. (DENIS)

Baca Berita Menarik Lainnya! Dapatkan informasi terbaru dari SentralPolitik.com
Channel Telegram ➜