MEDAN, SentralPolitik.com – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq membuka Rakernas XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), di Ballroom Hotel Grand City Hall, Kota Medan, Rabu (1/7/26).
Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan, penguatan kota tangguh menjadi salah satu fondasi utama, dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.
Menurut Hanif, perkembangan global yang ditandai dengan perubahan iklim, pertumbuhan jumlah penduduk, serta ketidakpastian kondisi ekonomi menuntut setiap pemkot kota memiliki kemampuan beradaptasi.
Sekaligus membangun sistem perkotaan yang tangguh dan berkelanjutan.
“Kota yang tangguh bukan hanya mampu menghadapi berbagai tantangan, tapi juga mampu terus berkembang, memberikan pelayanan terbaik serta menjaga keberlanjutan pembangunan,” ujarnya.
Hanif menjelaskan, Pemkot memiliki peran strategis, sebagai garda terdepan dalam menghadirkan pelayanan publik, sekaligus memastikan masyarakat tetap terlindungi dari berbagai risiko yang dapat mengganggu stabilitas daerah.
Oleh karena itu, menurutnya, konsep kota tangguh harus diwujudkan, melalui pembangunan yang terpadu.
Mulai dari penguatan ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana, hingga penerapan tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif.
“Pemerintah kota tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu menjamin ketersediaan pangan, menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat ketahanan terhadap bencana, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat,” kata Hanif.
TANTANGAN PEMBANGUNAN PERKOTAAN
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada APEKSI yang selama ini menjadi wadah bagi pemerintah kota untuk memperluas jejaring, bertukar pengalaman, serta melahirkan berbagai inovasi dalam menjawab tantangan pembangunan perkotaan.
Menurutnya, kerja sama antar daerah menjadi modal penting, untuk menghasilkan solusi yang dapat disesuaikan dan diterapkan, sesuai dengan karakteristik masing-masing kota.
Hanif berharap, Rakernas XVIII APEKSI mampu melahirkan rekomendasi strategis yang tidak hanya memperkuat kapasitas pemerintah daerah, tetapi juga mempercepat terwujudnya kota-kota di Indonesia yang aman, tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Kita membutuhkan sinergi yang semakin erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Berbagai tantangan ke depan hanya dapat dihadapi melalui kolaborasi yang berkesinambungan demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
KETERLIBATAN MASYARAKAT
Sementara itu, Walikota Ambon, Bodewin M Wattimena menegaskan membangun kota yang tangguh tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah daerah.
Tapi butuh keterlibatan seluruh elemen masyarakat, agar setiap kebijakan pembangunan mampu menjawab tantangan zaman.
‘’Mulai dari perubahan iklim, risiko bencana, hingga dinamika sosial dan ekonomi,’’ tandasnya saat Dialog Kota Tangguh pada rangkaian Rakernas XVIII APEKSI.
Membangun Kota tangguh, katanya, harus melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, dan seluruh pemangku kepentingan.
‘’Dengan kota yang kuat dan mandiri, kita turut berkontribusi mewujudkan bangsa yang berdaulat,” ujarnya.
Ia mengatakan, Pemkot memiliki peran strategis dalam memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, sekaligus menciptakan pembangunan yang mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Menurutnya, ketangguhan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh kemajuan pembangunan fisik, tapi juga dipengaruhi kualitas tata kelola pemerintahan.
Baca Juga:
Walikota Ambon Hadiri Gala Dinner Apeksi 2026. Perkuat Sinergi antar Pemerintah Kota: https://sentralpolitik.com/walikota-ambon-hadiri-gala-dinner-apeksi-2026-perkuat-sinergi-antar-pemerintah-kota/
Selanjutnya kesiapan menghadapi bencana, kemampuan memperkuat ekonomi masyarakat, serta tingginya partisipasi warga dalam pembangunan. (*)






