Soal Ilegal Oil; Syahbandar Akui Ada Kesalahan, Pertamina Bilang Begini

SAUMLAKI, SentralPolitik.com _ Praktek illegal oil di Larat, Tanimbar Utara membuat pihak Syahbandar dan PT Pertamina angkat bicara.

—-

Kalau Syahbandar akui ada kesalahan pembelian, PT Pertamina justru menyebut pemuatan kebutuhan di Kabupaten MBD, bukan di Larat sebagaimana yang terjadi.

Sebagaimana media ini melansir sebelumnya, terjadi praktek dugaan illegal oil di salah satu pangkalan minyak milik Wanto di Kota Larat.

Terjadi penyalahgunaan ribuan liter BBM jenis Minyak Tanah dan Solar bersubsi pemerintah di Larat, Tanimbar Utara.

Sedikitnya 1,5 ton minyak illegal yang diangkut ke kapal Perintis KM Dandelion. Ilegal oil itu dalam kemasan jirigen sebanyak 43 buah dengan kapasitas 35 liter per buah.

Syahbandar alias Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Saumlaki, Rodrieggo Diaz mengaku pihaknya sudah meminta keterangan dari Petugas Syahbandar Larat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *