Pemerintahan

Walikota Ambon Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Salawaku 2026; Pengamanan Idul Fitri 1447 H

×

Walikota Ambon Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Salawaku 2026; Pengamanan Idul Fitri 1447 H

Sebarkan artikel ini
OPERASI KETUPAT SALAWAKU
Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Salawaku 2026 di halaman Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kamis (12/03/26).
Iklan

AMBON, SentralPolitik.com – WaliKota Ambon, Bodewin Wattimena memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Salawaku 2026 di halaman Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kamis (12/03/26).

Kegiatan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana dalam mengamankan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Iklan

Wattimena menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan wujud komitmen dan sinergitas lintas sektor yang melibatkan unsur TNI, Polri, dan pemerintah.

“Gelar pasukan ini merupakan pengecekan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana, sekaligus komitmen dan sinergitas lintas sektor dalam menyukseskan Operasi,” ujarnya.

Ia berharap melalui operasi tersebut, pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri dapat berlangsung dengan aman, nyaman, tertib, dan lancar bagi seluruh masyarakat.

KEWASPADAAN

Walikota juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada stabilitas ekonomi dunia.

Kondisi ini juga berpotensi mempengaruhi harga minyak dunia hingga stabilitas ekonomi nasional.

Meski demikian, pemerintah melakukan langkah strategis melalui diplomasi internasional dan kebijakan ekonomi untuk menjaga stabilitas nasional, termasuk ketersediaan dan stabilitas harga energi.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa momentum Idul Fitri merupakan agenda nasional yang berdampak besar terhadap pergerakan masyarakat dan perputaran ekonomi.

Sehingga pengamanan masa mudik menjadi sangat penting.

SURVEY KEMENHUB

Sesuai survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 sesuai perkiraan mencapai ratusan juta orang.

Ini menuntut kesiapan aparat dalam mengantisipasi lonjakan arus mudik dan balik.

Untuk mendukung kelancaran pengamanan, Polri bersama TNI dan berbagai pemangku kepentingan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Kegiatan ini melibatkan ratusan ribu personel gabungan di seluruh Indonesia.

Ribuan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu juga disiapkan sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan potensi gangguan keamanan, seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, hingga konflik antar kelompok.

Dia meminta aparat meningkatkan patroli rutin serta melakukan pendataan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik.

Wattimena juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh personel pengamanan yang terlibat.

Baca Juga:

Kesiapsiagaan Operasi Ketupat Salawaku 2026, Personil Polresta Ambon Ikut TFG di Polda Maluku: https://sentralpolitik.com/kesiapsiagaan-operasi-ketupat-salawaku-2026-personel-polresta-ambon-ikut-tfg-di-polda-maluku/

‘’Mari terus tingkatkan soliditas dan sinergitas dalam menjalankan tugas demi mewujudkan mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” tutupnya. (*)

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di Channel Telegram