AMBON, SentralPolitik.com – Walikota Ambon Bodewin Wattimena menginstuksikan Dinas Pendidikan, Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan agar mempercepat kerjasama dengan Fakultas Sains dan Teknologi Unpatti, Ambon.
Instruksi tersebut ia sampaikan saat menerima audiensi jajaran pimpinan Fakultas Saintek di Balai Kota Ambon, Rabu (3/6/2026).
Hasil pertemuan ini tidak boleh berhenti hanya di tataran diskusi atau kesepakatan semata, melainkan segera menindaklanjutinya.
‘’Tindak lanjut melalui kerja sama yang konkret dan terukur antara perangkat daerah dengan perguruan tinggi,’’ katanya.
Dinas Pendidikan katanya, menindaklanjuti kerjasama strategis dengan Fakultas Sainstek Unpatti guna memperkuat kualitas pendidikan di daerah.
Di saat yang sama, Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) serta Dishub juga menjalin kemitraan dengan fakultas tersebut.
Terutama dalam pelaksanaan program uji emisi kendaraan bermotor, sebagai langkah nyata pengendalian pencemaran udara di kota.
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Khusus untuk sektor pendidikan, ia meminta Dindik Kota Ambon segera merancang langkah kolaborasi bersama FST Unpatti.
Perjanjian kerja sama yang berfokus pada peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta pengembangan sistem pembelajaran berbasis teknologi.
“Kita butuh dukungan perguruan tinggi untuk memperkuat kapasitas guru, sekaligus menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan Iptek saat ini,” ujarnya.
Menurutnya, memulai peningkatan mutu pendidikan harus dari penguatan kompetensi guru, sebagai ujung tombak proses belajar mengajar.
Guru yang memiliki kompetensi profesional, dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi akan berperan besar, dalam membentuk generasi muda yang kreatif, berpikir kritis, dan memiliki daya saing tinggi.
Ia menilai Fakultas Sainstek memiliki keunggulan dan kapasitas akademik, yang dapat memanfaatkannya untuk mendukung transformasi pendidikan di Kota Ambon.
Terutama dalam pengembangan literasi digital, teknologi pendidikan, serta penerapan model pembelajaran berbasis sains yang kontekstual sesuai kebutuhan siswa.
UJI EMISI
Selanjutnya di bidang lingkungan hidup, Wattimena juga menaruh perhatian besar pada upaya pengendalian pencemaran udara di kawasan perkotaan.
Salah satu langkah strategis yang akan segera adalah penerapan kebijakan uji emisi kendaraan bermotor secara bertahap.
Karena itu, Wali Kota menginstruksikan DLHP dan Dishub, untuk segera berkoordinasi dengan fakultas guna menyiapkan dukungan ilmiah, data, serta asistensi teknis dalam pelaksanaan program tersebut.
Wattimena meminta segera melakukan langkah kolaborasi ini. Sebab Pemkot membutuhkan pendekatan ilmiah dan dukungan akademik.
‘’Terutama dalam pengukuran kualitas udara, pemetaan data pencemaran, hingga perumusan kebijakan pengendalian yang tepat sasaran di Kota Ambon,” ujarnya.
Uji emisi tidak hanya bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran yang oleh kendaraan, tapi menjadi dasar ilmiah dalam penyusunan kebijakan lingkungan yang lebih terukur, akurat, dan berbasis data nyata.
Melalui kemitraan antara Pemkot dan perguruan tinggi, ia berharap, berbagai program pembangunan memiliki dukung hasil penelitian dan kajian ilmiah.
Sehingga dukungan ini menghasilkan kebijakan yang lebih efektif, baik di sektor pendidikan maupun pengelolaan lingkungan hidup.
Baca Juga:
Pemkot Ambon Gandeng Fakultas Sains dan Teknologi Unpatti, Perkuat Pembangunan Berbasis Sains dan Teknologi: https://sentralpolitik.com/pemkot-ambon-gandeng-fakultas-sains-dan-teknologi-unpatti-perkuat-pembangunan-berbasis-sains-dan-teknologi/
“Kolaborasi dengan perguruan tinggi harus memberikan manfaat nyata, dan masyarakat langsung merasakannya,’’ ingatnya. (*)






