Pendidikan

Digitalisasi Pembelajaran Bukan Mengganti Peran Guru, 50 Sekolah di Malteng Ikut Bintek Digitalisasi 

×

Digitalisasi Pembelajaran Bukan Mengganti Peran Guru, 50 Sekolah di Malteng Ikut Bintek Digitalisasi 

Sebarkan artikel ini
Digitalisasi Pembelajaran
Para peserta Bimtek Digitalisasi Pembelajaran Pemanfaatan Papan Interaktif Digital melakukan pose bersama di Masohi. f:KYE-

MASOHI, SentralPolitik.com – Digitalisasi pembelajaran bukan mengganti guru dengan mesin, melainkan memperkuat peran guru sebagai fasilitator pembelajaran yang cerdas, adaptif dan manusiawi dengan dukungan teknologi yang tepat.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah, Muhammad Arifin Ely, menegaskan itu saat membuka Bimtek Digitalisasi Pembelajaran Pemanfaatan Papan Interaktif Digital bagi Guru SD Tahun 2026.

Bimtek berlangsung di Hotel Isabela Masohi, Senin (21/9/2026). 50 perwakilan guru dari berbagai sekolah di Maluku Tengah mengikuti kegiatan ini.. 

Digitalisasi pembelajaran, tegasnya, bukan untuk menggantikan peran guru dengan teknologi, sebaliknya pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat peran guru.

Menurutnya, tidak ada teknologi maupun algoritma yang mampu menggantikan rasa empati, inspirasi dan keteladanan seorang guru dalam membentuk karakter peserta didik.

“Teknologi memperkuat, bukan menggantikan peran sentral guru dalam membentuk karakter murid,” katanya.

Arifin mengatakan, dunia pendidikan saat ini telah memasuki era transformasi digital. 

Bantuan perangkat digital yang telah diterima sejumlah satuan pendidikan merupakan bagian dari upaya percepatan transformasi digital nasional.

Karena itu, katanya, benar-benar memanfaatkan perangkat dari pemerintah untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, bukan fasilitas yang tersimpan di sekolah.

“Digitalisasi pembelajaran hadir sebagai respons strategis yang mendesak agar memanfaatkan bantuan dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Tim Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen yang telah menetapkan Malteng sebagai salah satu sasaran pelaksanaan Bimtek Digitalisasi Pembelajaran bagi Guru SD tahun 2026.

Pemkab Malteng melalui Dinas Pendidikan akan terus mendukung dan berkolaborasimenyukseskan program pemerintah pusat di bidang pendidikan.

“Bergerak bersama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ujarnya.

Namun, Arifin juga menyoroti tantangan geografis Maluku Tengah yang merupakan daerah kepulauan. 

Peserta Bimtek yang hadir belum mewakili seluruh kecamatan, terutama wilayah-wilayah yang berada jauh dan terpencil.

TARGET 50 SEKOLAH 

Tim Direktorat SD Kemendikdasmen, Nuril Farekha Fitri, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mengawal implementasi digitalisasi pembelajaran di sekolah.

Kegiatan tidak berhenti pada pemberian perangkat digital, namun lebih penting memastikan perangkat tersebut benar-benar digunakan dalam proses pembelajaran.

“Ini bukan sebatas program ataupun pemberian sebuah perangkat, tapi juga bagaimana mengawal implementasi pembelajaran mendalam, kemudian praktiknya, penggunaan papan interaktif digital ini bisa ada di sekolah,” jelasnya.

Ia berharap, pemanfaatan papan interaktif digital mampu membuat pembelajaran lebih aktif dan menyenangkan bagi murid.

“Pembelajaran menjadi interaktif di sekolahnya masing-masing. Murid menjadi aktif, kemudian pembelajaran menjadi menyenangkan dan interaktif,” katanya.

Setelah Bimtek, 50 sekolah wajibkan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk mengimplementasikan digitalisasi pembelajaran di sekolah masing-masing.

“Setelah kegiatan ini kami nanti ada RTL. 50 sekolah ini wajib mengimplementasikan digitalisasi di sekolahnya masing-masing,” ujarnya.

RTL mencakup rencana pembelajaran berbasis digital di sekolah. Implementasinya dalam bentuk video dokumentasi selanjutnya melaporkan kepada Direktorat SD.

Baca Juga:

Bupati Zulkarnain Temui Dirjen Bina Keuangan Daerah, Perkuat Koordinasi Keuangan untuk Pembangunan Malteng: https://sentralpolitik.com/bupati-zulkarnain-temui-dirjen-bina-keuangan-daerah-perkuat-koordinasi-keuangan-untuk-pembangunan-malteng/

Nuril juga mengakui kondisi geografis wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam menjangkau sekolah-sekolah yang berada di daerah jauh. (*)

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di Channel Telegram