Lingkungan

Dari Krisis Air hingga Sampah Plastik, Masa Depan Ekologi Tanimbar Dipertaruhkan

×

Dari Krisis Air hingga Sampah Plastik, Masa Depan Ekologi Tanimbar Dipertaruhkan

Sebarkan artikel ini
Dialog Publik
Dialog Publik terkait Krisis lingkungan di Tanimbar oleh Lembaga Kalesang, Pemuda Katolik dan ISKA KKT. f:YS-

SAUMLAKI, SentralPolitik.com – Krisis lingkungan bukan lagi ancaman yang jauh dari kehidupan masyarakat. 

Kebakaran hutan dan lahan, polusi udara, deforestasi, pencemaran plastik, hingga perubahan iklim kini menjadi persoalan serius.

Kondisi ini menuntut tindakan nyata, baik di tingkat global maupun daerah, termasuk di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Persoalan tersebut menjadi sorotan dalam dialog publik bertajuk “Kalesang Alam Tanimbar: Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Berbasis Masyarakat Adat untuk Ekologi yang Lestari dan Kesejahteraan Masyarakat”.

Dialog, berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Sabtu (10/10/2026). 

Dialog publik ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyongsong agenda Gelar Apel 10.000 Pemuda Katolik di Tanimbar pada bulan November mendatang

Di tengah ancaman krisis iklim global, masyarakat Maluku mulai merasakan dampak musim kemarau yang berkepanjangan. 

Sejumlah sumber air alami mengalami kekeringan. Kondisi ini menjadi peringatan bahwa perlindungan lingkungan tidak bisa terus dipandang sebagai urusan pelengkap pembangunan. 

Sebab air, tanah, hutan, dan laut merupakan fondasi kehidupan masyarakat.

Di tingkat nasional, kebakaran hutan dan lahan berpotensi memicu kabut asap, gangguan kesehatan, serta kerusakan ekosistem. 

Sementara itu, pencemaran udara di kawasan perkotaan, deforestasi, dan alih fungsi lahan terus menjadi tantangan.

Situasi ini memperlihatkan bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, bukan justru menambah tekanan terhadap alam.

KONDISI TANIMBAR

Tanimbar pun perlu bersiap menghadapi tantangan serupa.

Perubahan penggunaan lahan, pertumbuhan aktivitas industri, dan peningkatan jumlah penduduk dapat memperbesar tekanan terhadap ekosistem bila tidak diimbangi perencanaan yang matang serta pengawasan yang konsisten. 

Sampah plastik yang saat ini belum menjadi persoalan besar di kawasan perkotaan padat juga perlu diantisipasi sejak dini, terutama untuk melindungi pesisir dan laut.

Melalui dialog publik ini, Kalesang Lingkungan Maluku bersama Pemuda Katolik dan ISKA Tanimbar, mendorong pentingnya keterlibatan masyarakat adat dalam menjaga sumber daya alam.

Perlu menempatkan kearifan lokal sebagai bagian penting dalam kebijakan lingkungan, mulai dari perlindungan sumber air, pengelolaan sampah, pencegahan kerusakan hutan, hingga pelestarian wilayah pesisir.

PERENCANAAN DAN PENGELOLAAN

Dialog menghadirkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup KKT, Ir. Messala Hutabarat, MM, yang membawakan materi tentang perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan lingkungan.

Sekretaris Bappeda KTT, Zakarias Lamere, S.Sos., M.Si yang membahas visi dan misi pembangunan daerah dalam RPJMD lima tahun ke depan.

Serta Sekretaris Forum Lembaga Pelatihan Industri Maluku, Mathias Watunglawar, SH, yang mengulas kesiapan tenaga kerja menghadapi perkembangan industri dengan tetap memperhatikan persoalan lingkungan.

Pesan penting dari forum ini adalah perlindungan lingkungan harus dibuktikan melalui kebijakan dan tindakan nyata, bukan berhenti pada slogan. 

Pemda perlu memastikan perencanaan pembangunan memperhitungkan daya dukung lingkungan, memperkuat pengawasan, melindungi sumber air, serta membuka ruang partisipasi masyarakat adat dalam pengambilan keputusan.

Sebab, ketika sumber air mengering, hutan kehilangan tutupan, dan laut tercemar, masyarakatlah yang pertama kali menanggung akibatnya. 

Baca Juga:

Sumber Air Bomaki Ditanami Pohon, Demi Kelestarian Sumber Air: https://sentralpolitik.com/sumber-air-bomaki-ditanami-pohon-demi-kelestarian-sumber-air/

Menjaga alam Tanimbar bukan semata-mata urusan aktivis lingkungan, melainkan tanggung jawab bersama untuk memastikan generasi mendatang tetap memiliki air bersih, lingkungan sehat, dan ruang hidup yang layak. (*) 

Baca Berita Menarik Lainnya! Dapatkan informasi terbaru dari SentralPolitik.com
Channel Telegram ➜