AMBON, SentralPolitik.com — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Bahlil Lahadalia secara resmi melantik jajaran pengurus DPD Partai Golkar Maluku 2025‑2030 di Santika Hotel Ambon, Sabtu (7/11/2026).
Susunan kepengurusan tertuang dalam SK DPP Nomor Skep‑148/DPP/GOLKAR/I/2026 tertanggal 28 Januari 2026.
Umar A. Lessy, SP, MM menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Maluku. Mendampinginya adalah Ir. Ridwan Rahman Marasabessy sebagai Ketua Harian, Anos Yermias, S.Sos, M.Si sebagai Sekretaris, dan Mariam Yamin sebagai Bendahara.
Secara keseluruhan, ada 123 nama yang masuk ke dalam struktur, meliputi pimpinan, koordinator bidang, hingga jajaran biro yang menangani berbagai urusan organisasi dan strategi pemenangan pemilu.
Pelantikan berlangsung bersamaan dengan Rapat Kerja Daerah 2026 dengan tema “Bersama Rakyat Berkarya Nyata Untuk Maluku Bangkit.”
Dalam sambutannya, Umar mengungkapkan terima kasih kepada Bahlil Lahadalia atas perhatian dan kehadiran langsung di Ambon.
Ia menyatakan kehadiran Ketua Umum menjadi dorongan semangat sekaligus pengingat bahwa kepengurusan baru memikul tanggung jawab sejarah.
TITIK BALIK
Umar juga secara terbuka mengakui kinerja partai pada dua pemilu terakhir belum memuaskan. Pada Pemilu 2019 dan 2024, Golkar Maluku belum berhasil mengirimkan wakilnya ke DPR RI.
Bahkan pada Pemilu 2024 tidak masuk ke dalam unsur pimpinan DPRD Provinsi Maluku.
Menurutnya, kenyataan itu tidak untuk disesali atau menjadi alasan saling menyalahkan, melainkan menjadi titik balik berbenah secara menyeluruh.
“Kami maknai periode 2025‑2030 ini sebagai kepengurusan konsolidasi total dan kebangkitan Partai Golkar di Maluku,” ujar Umar.
Salah satu target strategisnya merebut kembali posisi pimpinan di DPRD Provinsi Maluku, dengan alasan jabatan parlemen bukan sekadar kedudukan, melainkan sarana memperjuangkan kepentingan rakyat.
Ia menyoroti tantangan pembangunan di Maluku sebagai wilayah kepulauan, mulai dari ketimpangan antar‑daerah, biaya logistik yang tinggi, hingga kesejahteraan petani dan nelayan.
Karena itu, Golkar harus hadir dengan agenda politik yang membumi, memperjuangkan keadilan pembangunan di pulau‑pulau kecil.
Serta memperkuat ekonomi maritim, serta memastikan kekayaan alam daerah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Konsolidasi organisasi akan berjalan berjenjang, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa, agar tidak ada struktur yang hanya ada di atas kertas.
Menghadapi Pemilu 2029, partai juga berencana menjaring lebih banyak kader muda berintegritas, merangkul tokoh adat, tokoh agama, kalangan professional.
Selanjutnya membangun kepercayaan rakyat secara berkelanjutan, bukan hanya menjelang hari pemungutan suara.
AM SANGADJI
Di akhir pidatonya, Umar menyampaikan permintaan khusus kepada Ketua Umum DPP.
Jelang Hari Pahlawan 10 November, pihaknya meminta dukungan Bahlil untuk memperjuangkan status pahlawan nasional bagi Abdul Muthalib Sangadji.
Sangadji merupakan tokoh pergerakan nasional asal Desa Rohomoni, Kecamatan Pulau Haruku, Maluku.
Selama puluhan tahun, status kepahlawanan tokoh tersebut belum terealisasi. Padahal banyak rekan seangkatannya telah mendapat penetapan sebagai pahlawan nasional.
Baca Juga:
2 Kali Pemilu Golkar Gagal Kirim Kader di Senayan, Lessy Janji Berbenah: https://sentralpolitik.com/2-kali-pemilu-golkar-gagal-kirim-kader-di-senayan-lessy-janji-berbenah/
“Mari bekerja dengan hati, berjuang dengan pikiran jernih, rawat persatuan dan jaga solidaritas,” ajak Umar kepada seluruh pengurus yang baru. (SS)






