Banner Iklan
OPINI

Golkar Maluku Menuju 2029; Saatnya Bangkit, Bukan Sekadar Mengulangj Kejayaan, Tetapi Menjadi Lokomotif Kemajuan Maluku

×

Golkar Maluku Menuju 2029; Saatnya Bangkit, Bukan Sekadar Mengulangj Kejayaan, Tetapi Menjadi Lokomotif Kemajuan Maluku

Sebarkan artikel ini

Oleh Hendrik Jauhari Oratmangun

Pernyataan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar Lessy, mengenai komitmennya menjadikan Golkar sebagai kekuatan politik utama di Maluku merupakan sebuah pesan politik yang patut diapresiasi.

—

Target menjadikan Golkar sebagai partai pemenang, meningkatkan perolehan kursi legislatif di 11 kabupaten/kota, merebut kembali kursi DPR RI dari Dapil Maluku, serta mempersiapkan kader terbaik menghadapi Pilkada merupakan agenda besar yang membutuhkan keseriusan, konsistensi, dan kerja kolektif seluruh kader.

Namun, menurut saya, ada satu hal mendasar yang perlu menjadi perhatian dalam membaca arah dan masa depan Golkar Maluku.

Golkar Maluku tidak boleh hanya bercita-cita mengembalikan kejayaan politik masa lalu. Golkar harus berani menetapkan target pada fase yang lebih tinggi, yakni menjadi lokomotif kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Maluku.

KITA PERNAH BERJAYA, KITA MEMILIK SEJARAH

Sejarah mencatat bahwa Golkar Maluku pernah berada pada posisi politik yang sangat strategis.

Kita pernah memiliki Gubernur dan Wakil Gubernur sekaligus yang berasal dari Golkar, yakni Said Assagaff sebagai Gubernur dan Zeth Sahuburua sebagai Wakil Gubernur Maluku.

Kita juga pernah memiliki kader yang menduduki posisi Ketua DPRD Maluku, seperti Richard Louhenapessy dan almarhum Fatani Sohilauw.

Di tingkat nasional, Golkar Maluku pernah mengantarkan kader-kader terbaiknya menjadi anggota DPR RI, di antaranya almarhum Edison Betaubun dan Hamzah Sangadji.

Ini bukan sekadar catatan sejarah atau romantisme kejayaan masa lalu. Ini adalah bukti bahwa Golkar Maluku pernah memiliki kapasitas, pengalaman, jaringan, dan sumber daya politik untuk menjadi kekuatan utama dalam menentukan arah pemerintahan dan pembangunan daerah.

Karena itu, ketika hari ini kita berbicara tentang target merebut kembali kursi DPR RI, meningkatkan perolehan kursi DPRD, serta menempatkan kader terbaik dalam kepemimpinan daerah, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang capaian yang pernah dimiliki Golkar.

Pertanyaannya, apakah kita hanya ingin mengulang kejayaan tersebut?

Menurut saya, tidak boleh berhenti sampai di situ. Mengembalikan kejayaan politik adalah target, tetapi membawa Maluku menuju kemajuan dan kesejahteraan adalah tujuan perjuangan yang sesungguhnya.

KONSOLIDASI: MENGAKHIRI SEKAT, MEMBANGUN KEKUATAN

Salah satu tantangan terbesar partai politik adalah menjaga soliditas internal setelah melewati berbagai dinamika dan kontestasi politik.

Golkar Maluku membutuhkan konsolidasi yang sungguh-sungguh. Seluruh kader, baik yang berada dalam struktur kepengurusan maupun di luar struktur, harus diberikan ruang dan kesempatan untuk berkontribusi.

Tidak boleh ada kader yang merasa ditinggalkan hanya karena perbedaan pilihan, dinamika organisasi, ataupun kepentingan politik masa lalu.

Golkar harus menjadi rumah besar yang mampu menyatukan berbagai generasi dan latar belakang politik.

Partai yang kuat bukanlah partai yang hanya memiliki banyak pengurus, melainkan partai yang mampu menggerakkan seluruh potensi kadernya.

Dukungan terhadap kepemimpinan Umar Lessy harus diwujudkan melalui kerja nyata, gagasan, kritik konstruktif, dan kontribusi bersama untuk membesarkan organisasi.

REGENERASI: MEMBERI RUANG GENERASI MUDA

Golkar Maluku juga harus berani melakukan percepatan regenerasi kepemimpinan.

Kader muda jangan hanya ditempatkan sebagai pelengkap kegiatan seremonial atau sekadar penggerak ketika partai membutuhkan tenaga di lapangan.

Mereka harus diberikan ruang dalam proses pengambilan keputusan, pendidikan politik, kepemimpinan organisasi, hingga kesempatan menjadi representasi partai dalam kontestasi politik.

Regenerasi bukan berarti menyingkirkan kader senior. Justru pengalaman kader senior harus menjadi fondasi, sementara energi, gagasan, dan kreativitas generasi muda menjadi kekuatan pembaruan.

Perpaduan keduanya akan menjadi modal penting bagi Golkar menghadapi tantangan politik masa depan.

STRATEGI HARUS BERBASIS KARAKTER KEPULAUAN

Maluku bukan wilayah politik yang homogen. Karakter sosial, budaya, geografis, dan konfigurasi politik di setiap kabupaten/kota memiliki perbedaan.

Karena itu, strategi pemenangan Golkar tidak bisa menggunakan pendekatan yang seragam.

Golkar membutuhkan peta politik yang terukur di setiap daerah, pemetaan basis suara, penguatan organisasi hingga desa dan negeri, serta kaderisasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sebelas kabupaten/kota di Maluku harus mendapatkan perhatian yang proporsional. Jangan sampai konsolidasi hanya terlihat kuat di pusat pemerintahan, tetapi lemah di wilayah-wilayah kepulauan.

Golkar harus hadir dan bekerja di tengah masyarakat, bukan hanya menjelang pemilu, tetapi sepanjang waktu.

MOMENTUM KEBANGKITAN

Target merebut kembali kursi DPR RI dari Dapil Maluku merupakan pekerjaan serius yang tidak bisa dilakukan secara instan.

Demikian pula target peningkatan kursi DPRD Provinsi dan kabupaten/kota serta mempersiapkan kader terbaik untuk kontestasi Pilkada.

Semua membutuhkan persiapan sejak sekarang, mulai dari penguatan struktur, seleksi calon legislatif yang berkualitas, pengembangan jaringan politik, hingga kerja-kerja nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

Namun, saya ingin menegaskan bahwa kemenangan elektoral tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan Golkar.

Golkar Harus Menjadi Lokomotif Kemajuan Maluku. Inilah fase yang menurut saya harus mulai menjadi orientasi perjuangan Golkar Maluku.

Semua pencapaian politik Golkar harus bermuara kepada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Maluku.

Ketika Golkar memiliki kekuatan politik di legislatif, kekuatan itu harus diterjemahkan menjadi kebijakan anggaran yang berpihak kepada rakyat, pengawasan pemerintahan yang efektif, serta regulasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketika kader Golkar mendapatkan kepercayaan memimpin pemerintahan, kepemimpinan tersebut harus mampu menghadirkan pembangunan yang merata, membuka lapangan pekerjaan, memperkuat ekonomi masyarakat, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan.

Maluku memiliki potensi sumber daya alam, perikanan, kelautan, pariwisata, energi, dan posisi strategis maritim yang luar biasa.

Namun, potensi tersebut harus diterjemahkan menjadi kesejahteraan nyata bagi masyarakat. Jangan sampai Maluku terus dikenal sebagai daerah kaya sumber daya, tetapi masyarakatnya belum menikmati hasil pembangunan secara optimal.

Golkar harus memiliki agenda besar pembangunan daerah yang diperjuangkan secara konsisten, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun pemerintah pusat.

Kekuatan politik Golkar harus digunakan untuk memastikan kepentingan Maluku mendapatkan tempat dan perhatian yang lebih besar dalam kebijakan nasional.

Inilah makna sesungguhnya menjadi kekuatan politik utama: bukan hanya kuat dalam perebutan kekuasaan, tetapi juga kuat dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

SAATNYA GOLKAR NAIK KELAS

Saya meyakini bahwa Golkar memiliki sejarah, pengalaman, jaringan, dan sumber daya politik yang cukup untuk kembali menjadi kekuatan utama di Maluku.

Kepemimpinan Umar Lessy memiliki momentum untuk membangun fondasi tersebut.

Namun, target ke depan harus lebih besar daripada sekadar mengembalikan posisi politik yang pernah dicapai.

Kita pernah memiliki Gubernur dan Wakil Gubernur, Ketua DPRD, serta anggota DPR RI dari Golkar. Itu adalah bukti sejarah sekaligus modal kepercayaan diri untuk melangkah lebih jauh.

Kini saatnya Golkar membuktikan bahwa kekuatan politik yang dimilikinya mampu memberikan dampak langsung terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Maluku.

Kita membutuhkan Golkar yang solid secara internal, kuat secara elektoral, berkualitas dalam kaderisasi, berpengaruh dalam kebijakan, dan nyata kontribusinya bagi masyarakat.

Golkar Maluku tidak boleh hanya sibuk mengejar kejayaan politik masa lalu. Golkar harus menjadi lokomotif yang menggerakkan kemajuan Maluku dan memastikan setiap capaian politiknya bermuara pada kesejahteraan rakyat.

Karena pada akhirnya, ukuran kebesaran sebuah partai bukan hanya berapa banyak kursi yang berhasil direbut, siapa yang berhasil menduduki jabatan, atau seberapa besar kekuasaan yang dimiliki.

Ukuran kebesaran sebuah partai adalah seberapa besar manfaat dan kontribusinya bagi masyarakat.

Baca Juga:

Mengembalikan HMI ke Garis Perjuangan Keumatan Kebangsaan dan Keilmuan; https://sentralpolitik.com/mengembalikan-hmi-ke-garis-perjuangan-keumatan-kebangsaan-dan-keilmuan/

Saatnya Golkar Maluku bersatu, berbenah, bergerak, dan bangkit menuju 2029. Bukan sekadar untuk kembali berjaya, tetapi untuk membawa Maluku lebih maju dan masyarakatnya lebih sejahtera. (*)

Baca Berita Menarik Lainnya! Dapatkan informasi terbaru dari SentralPolitik.com
Channel Telegram ➜