Lingkungan

Ini Alasan Kodam Pattimura soal Pekerjaan di Sungai Waitomu; Penataan Area Parkir dan Kamtibmas Jadi Dasar Utama

×

Ini Alasan Kodam Pattimura soal Pekerjaan di Sungai Waitomu; Penataan Area Parkir dan Kamtibmas Jadi Dasar Utama

Sebarkan artikel ini
Animasi Pekerjaan di Sungai Waitomu
Animasi Pembangunan di Sungai Waitomu oleh Kodam XV/Pattimura sebelum dan sesudah pekerjaan -F:Pendam Pattimura-

AMBON, SentralPolitik.com – Kodam XVI Pattimura kembali bersuara terkait pekerjaan di Sungai Waitomu yang memicu polemik hebat di publik Kota Ambon.

Kapendam XV/Pattimura Letkol Inf Adi Swastika menjelaskan pembangunan tersebut akan dimanfaatkan tidak semata-mata untuk menyediakan ruang bagi kendaraan.

‘’Tetapi menjadi bagian dari upaya penataan kawasan, khususnya dalam mendukung aktivitas pedagang dan pelaku UMKM,’’ tandasnya melalui rilis,Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, dengan adanya area yang tertata, aktivitas kendaraan dan kegiatan perdagangan diharapkan dapat memisahkan aktivitas secara lebih teratur.

Sekaligus mengurangi potensi penggunaan badan jalan yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas perdagangan.

“Penataan area kawasan tersebut perlu agar aktivitas masyarakat berlangsung secara lebih teratur dan nyaman, tanpa mengabaikan fungsi ruang publik seperti akses masyarakat, kebersihan, serta kelancaran lalu lintas,” jelasnya.

KERAWANAN KAMTIBMAS

Selain itu, Kapendam mengatakan pembangunan area interaksi masyarakat tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi dampak sosial dan kerawanan Kamtibmas, sekaligus memberikan citra positif bagi kawasan Pasar Mardika.

“Kawasan Pasar Mardika merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat dengan mobilitas yang cukup tinggi, selain kawasan ekonomi dan terminal besar dari berbagai trayek angkutan umum.’’

‘‘Apalagi adanya tempat hiburan, dengan penataan ini pelan-pelan kita ubah menjadi citra positif,” tambah Kapendam.

Terkait klaim pekerjaan yang melanggar ketentuan penataan ruang dan sempadan sungai, ia menilai hal tersebut perlu didasarkan pada kondisi faktual di lapangan. 

Pemeriksaan terhadap posisi pembangunan, garis sempadan sungai, rencana tata ruang, serta dokumen dan ketentuan perizinan menjadi penting sebelum menyimpulkan adanya pelanggaran. 

Apalagi pembangunan ini justru dapat menyentuh sendi kebutuhan ekonomi masyarakat yang saat ini membutuhkan fasilitas untuk berkembang melalui UMKM. 

“Kami mengajak seluruh pihak untuk membangun bersama demi Maluku jadi lebih baik,” ajaknya

POTENSI SEDIMENTASI

Ia juga menjelaskan potensi sedimentasi dan penumpukan sampah, terutama saat musim penghujan, menjadi salah satu aspek teknis yang telah diperhitungkan sejak awal penataan kawasan. 

Upaya mitigasi melalui pengelolaan sistem drainase, pengendalian limpasan air, pengelolaan sampah, serta pemeliharaan kawasan secara berkala. 

Menurutnya, berbagai aspek tersebut telah menjadi bagian dari pertimbangan dalam proses penataan guna meminimalkan potensi dampak yang dapat terjadi.

“Selama ini juga, sungai tersebut secara rutin dirawat dan dibersihkan oleh pihak Kodam, sehingga tidak terjadi penumpukan sampah di bagian hilir sungai,” tegasnya.

Dengan demikian, pembangunan area parkir dan penataan pedagang maupun UMKM seharusnya memandangnya sebagai bagian dari satu kesatuan penataan kawasan. 

Tujuannya bukan hanya menyediakan tempat parkir, tapi menciptakan kawasan yang lebih tertib sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan fungsi ruang. 

Dengan lokasi yang lebih tertata, kegiatan ekonomi dapat berlangsung secara lebih nyaman bagi pedagang maupun masyarakat yang datang beraktivitas. 

Karena sejatinya pemanfaatan ruang sebesar-besarnya untuk kepentingan publik saat ini.

Pada akhirnya, penataan kawasan tetap berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap ketentuan tata ruang, perlindungan fungsi sungai, pengelolaan lingkungan, serta kepentingan masyarakat. 

Baca Juga:

Soal Pekerjaan di Sungai Waitomu, Ini Arahan Pangdam Pattimura, Begini Kata Walikota: https://sentralpolitik.com/soal-pekerjaan-di-sungai-waitomu-mardika-ini-arahan-pangdam-xv-pattimura-begini-kata-walikota/

Karena itu, setiap kekuatiran maupun kritik dapat menjadi masukan untuk memastikan aspek teknis dan lingkungan dalam pelaksanaan. (*)

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di Channel Telegram