Ini Dalang Korupsi di Tanimbar, Towelly Hanya Kurir PF

SAUMLAKI, SentralPolitik.com _ Sonny Hendra Ratissa, pelapor kasus Korupsi di KKT di Kejari Kepulauan Tanimbar akhirnya angkat bicara terkait persoalan SPPD fiktif yang dia laporkan ke kejaksaan.

Selain menuding Bupati KKT 2017-2023 Petrus Fatlolon, Ratissa juga membuka siapa yang menjadi kaki tangan PF untuk merampok uang negara.

“Sebagai pelapor, saya mendesak Jaksa Penuntut Umum dan Hakim untuk mengejar otak di balik dugaan korupsi SPPD fiktif di BPKAD. Tangkap dan penjarakan biang kerok ini,” tandas Ratissa kepada media ini, Rabu (22/11).

Mantan anggota DPRD KKT ini misalnya menunjuk, dari rancangan hingga penetapan Perda APBD, anggaran SPPD BPKAD telah di rancang agar bisa di rampok oleh si biang kerok dan para kroninya.

Hal ini merupakan kejahatan besar, lantaran dari sisi penyelenggaraan pemerintahan daerah, bupati yang paling bertanggungjawab terhadap dokumen rancangan APBD yang di usulkan ke DPRD.

Selanjutnya RAPBD di bahas bersama dewan dan mendapatkan persetujuan sebelum di tetapkan menjadi Perda.

KAKI TANGAN

Terkait dengan sidang di PN Ambon yang menghadirkan 20 orang saksi kasus SPPD palsu di BPKAD KKT, Ratissa menyebut salah satu saksi atas nama Albyan Towelly adalah kaki tangan PF.

Dalam sidang kemarin terungkap kalau Towelly yang mengantar sejumlah uang kepada pihak-pihak yang seperti anggota DPRD, Inspektorat sampai BPK RI.

Hal ini mengindikasi bahwa Albyan merupakan kurir yang hanya di pakai untuk mengamankan kebijakan sang sutradara, agar aliran uang korupsi berjalan mulus dan lancar.

“Sejak Bupati KKT Petrus Fatlolon di lantik pada Mei 2017, Albyan ini sering dipakai untuk mengeksekusi kebijakan-kebijakan bupati,” beber Ratissa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *