AMBON, SentralPolitik.com — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-451 Kota Ambon, semarak perayaan mulai menyelimuti kota bertajuk Manise ini.
Berbagai kegiatan digelar bukan sekadar untuk memeriahkan Hari Jadi, melainkan sebagai wadah mempererat kebersamaan, mendorong hidup sehat, mengembangkan kreativitas, sekaligus melestarikan budaya.
Semangat ini terlihat jelas dalam pembukaan rangkaian lomba yang diselenggarakan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Ambon di Lapangan Merdeka, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan ini melibatkan masyarakat lintas generasi — mulai dari anak-anak PAUD, pelajar, remaja, masyarakat umum, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga lansia.
Kehadiran beragam kelompok ini menunjukkan bahwa peringatan HUT Kota Ambon bukan sekadar agenda pemerintah, melainkan milik semua warga untuk mempererat persaudaraan, membangun interaksi sosial, serta meneguhkan kecintaan terhadap identitas kota.
RASA MEMILIKI
Walikota Ambon, Bodewin M Wattimena, menegaskan usia 451 tahun bukan sekadar angka. Peringatan ini harus dimaknai sebagai momentum memperkuat rasa memiliki dan membangun kembali semangat persaudaraan di tengah masyarakat.
“HUT ke-451 Kota Ambon bukan sekadar perayaan seremonial. Ini harus menjadi momentum untuk memperkuat rasa memiliki terhadap kota ini, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan kegembiraan yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan pembangunan Kota Ambon tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh warga.
“Kota Ambon adalah milik kita semua — rumah bersama yang harus kita jaga, bangun, dan kembangkan dengan semangat kebersamaan,” ingatnya.
Rangkaian perlombaan mencakup permainan tradisional, bola Cakaiba, olahraga dan kreativitas lansia, goyang kreasi, sepak bola antar-OPD, panjat pinang, hingga tari kreasi Nusantara bagi anak-anak PAUD.
Kegiatan ini tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga menyampaikan pesan hidup sehat, memperkuat hubungan sosial, serta mengenalkan nilai budaya kepada generasi muda.
“Kita ingin anak-anak tumbuh dengan kegembiraan, memiliki kreativitas tinggi, dan mencintai budaya kita,” kata Wattimena.
Pemerintah juga mengarahkan perhatian kepada generasi muda agar semakin peka terhadap persoalan sosial.
KREATIFITAS
Ia berharap kegiatan positif menjadi wadah menyalurkan energi dan kreativitas secara sehat, sekaligus menjauhkan remaja dari perundungan, kekerasan, dan tawuran antarpelajar.
Masyarakat pun didorong lebih mencintai dan memanfaatkan pangan lokal guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi keluarga.
Bagi kelompok lansia, ia juga berharap kegiatan olahraga dan kreativitas menjadi ruang tetap aktif, sehat, dan bahagia.
Sehingga setiap kelompok usia dapat berpartisipasi sesuai kemampuan dan kebutuhannya.
“Olahraga menyatukan kita, budaya memperkuat identitas kita, dan kebersamaan akan membuat Ambon semakin kuat dalam keberagaman,” tegasnya.
Wattimena juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Sportivitas, kebersamaan, dan persahabatan jauh lebih berharga.
“Yang lebih penting adalah kita bisa bertemu, berkumpul, bergembira, membangun persaudaraan, dan menciptakan kebersamaan yang indah.”
Kepada peserta yang belum meraih juara, ia berpesan: “Jangan berkecil hati. Kegagalan hari ini bisa jadi kemenangan yang tertunda.”
Sementara bagi yang menang, diharapkan tetap rendah hati dan menjadikan prestasi sebagai motivasi untuk terus berkembang.
APRESIASI
Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada KORMI, TP-PKK, jajaran Pemkot Ambon, serta seluruh warga yang telah berpartisipasi.
Ia berharap semangat kebersamaan tidak berakhir saat perlombaan selesai, melainkan nilai-nilai persaudaraan, sportivitas, kesehatan, dan kecintaan terhadap budaya terus melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Menjelang usia 451 tahun, Kota Ambon diajak tidak hanya mengenang sejarah, tetapi memperkuat fondasi sosial menghadapi masa depan.
Melalui semangat “Ambon Par Samua”, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga persaudaraan, merawat keberagaman, melestarikan budaya, dan bergerak bersama mewujudkan Kota Ambon yang bersih, sehat, maju, aman, dan nyaman. (*)






