Keagamaan

Wakil Uskup TNI-Polri Bertemu Ormas Katolik; Ini Sejarah Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI)

×

Wakil Uskup TNI-Polri Bertemu Ormas Katolik; Ini Sejarah Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI)

Sebarkan artikel ini
Bersama Ormas Katolik Keuskupan Amboina
Wakil Uskup Militer (TNI-Polri), Pastor Kolonel (Sus) Yos Bintoro Pr berpose bersama Ormas Katolik Keuskupan Amboina. fLIST-

Wakil Uskup Militer (TNI-Polri), Pastor Kolonel (Sus) Yos Bintoro Pr, Kamis (28/5/2025) bertemu dengan Ormas Gereja Katolik di rumah Keuskupan Amboina, Kota Ambon.

Apa itu Keuskupan Militer? Bagaimana sejarahnya? Berikut ulasan redaksi SentralPolitik.com

Suasana kekeluargaan mengelilingi silaturahmi antar Pastor Kolonel (Sus) Yos Bintoro Pr bersama Ormas  Katolik Keuskupan Amboina.

Ormas Katolik yang hadir yakni Pemuda Katolik, PMKRI, WKRI, ISKA dan Paguyuban Wartawan Katolik Maluku.

Ikut pula dalam pertemuan pastoral ini, Ketua Komisi KERAWAM Keuskupan Amboina, Pastor  Lucky Kelwulan Pr dan Pastor TNI-Polri Keuskupan Amboina, RD Angky Kandunmas Pr.

Oiya, selama di Kota Ambon Pastor Kolonel (Sus) Yos Bintoro Pr bertemu dengan Anggota Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) atau anggota TNI-Polri yang beragama Katolik dan sejumlah kolega.

Dalam pertemuan bersama Ormas Katolik, Pastor Kolonel (Sus) Yos Bintoro Pr memaparkan kehadiran OCI secara global yang berpusat di Vatikan Roma dan kelahirannya di Indonesia.

PRAJURIT KRISTEN AWAL

Kehadiran prajurit Kristen sebetulnya sudah ada sedari awal Masehi. Dalam Kitab Suci Perjanjian Baru terungkap kalau seorang Perwira Romawi yang menunjukan iman dan ketulusan hati.

Dalam Injil Lukas 7:10 tercatat seorang Perwira berkata kepada Yesus: ‘’Ya Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang ke rumahku, tetapi bersabdalah sepatah kata, maka hambaku akan sembuh.”

‘’Ucapan perwira itu sampai hari ini selalu menjadi doa umat (Katolik) saat perayaan Ekaristi Suci,’’ terang Pastor Kolonel (Sus) Yos Bintoro Pr.

Dalam perkembangan sejarah, prajurit selalu berada di tengah perang (antar negara) dan konflik gereja. Sejarah Katolik mencatat bahwa sebagian prajurit menjadi martir karena imannya.

Para prajurit Katolik bahkan seorang Pastor hadir di tengah-tengah pasukan sebagai pemandu moral dan spiritual di medan pertempuran.

Sebagian dari mereka menjadi Santo karena iman, ketulusan hati dan pengabdian bagi gereja dan melayani kemanusiaan dalam hidupnya.

PENDIRIAN VIKARIAT MILITER DUNIA

Bagi banyak orang, istilah Keuskupan Militer atau Ordinariatus Castrensis kurang dikenal. Namun kehadirannya sangat penting bagi anggota militer yang membutuhkan bimbingan rohani dalam tugas.

Berbeda dengan keuskupan umumnya yang membutuhkan batas wilayah tertentu, Keuskupan Militer adalah keuskupan kategorial yang berfokus pada pelayanan rohani bagi mereka yang bertugas di  lingkungan militer dan keluarga.

‘’Gereja Katolik memahami kebutuhan ini dan memberikan tanggapan dengan mengutus Pastor khusus untuk mendampingi para tentara,’’ terangnya.

Melihat pentingnya pelayanan rohani dalam ketentaraan, pada 24 November 1917 Paus Benediktus XV mengeluarkan Decretum yang mengangkat Mgr Patrick J Hayes sebagai Uskup Militer pertama di Amerika Serikat.

Selanjutnya menerbitkan berbagai Surat Keputusan yang mengatur peran Vikariat Militer yang menegaskan pentingnya pelayanan rohani bagi anggota militer.

Keputusan ini menandai lahirnya Vikariat (Keuskupan) Militer dunia, dengan tujuan utama memberikan reksa pastoral bagi Anggota Angkatan Bersenjata yang beragama Katolik.

SEJARAH PENDIRIAN OCI di INDONESIA
Wakil Uskup Militer (TNI-Polri), Pastor Kolonel (Sus) Yos Bintoro Pr saat memperkenalkan OCI kepada Ormas Katolik Keuskupan Amboina. fLIST-

Pasca Proklamasi 17 Agustus 1945, dinamika sosial, politik dan militer di tanah air terus berkembang.

Pada 3 November 1949, Sri Sultan Hamengkubuwono IX selaku Menteri Pertahanan mengambil langkah strategis untuk memperkuat moral dan mental prajurit.

Sri Sultan kemudian membentuk unit pelayanan rohani dan mental di Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Unit ini bertujuan memberikan dukungan moral kepada para prajurit sebagai bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Sebulan setelah itu, Gereja Katolik turut memperkukuh upaya ini dengan mendirikan Vikariat (status setingkat di bawah keuskupan) Castrensis atau Militer di Indonesia.

Pendiriannya berdasarkan Surat Keputusan No 102/50 oleh Kongregasi Evangelisasi Bangsa-Bangsa pada 25 Desember 1949.

SK ini menetapkan pendirian Vikariat Castrensis atau Militer di Indonesia, dengan Mgr Albertus Soegijapranata SJ, Vikaris Apostolik Semarang sebagai Uskup Militer Pertama di Indonesia.

Mgr Albertus Soegijapranata tidak hanya memberikan pelayanan rohani kepada Prajurit Katolik tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebangsaan, keadilan dan perdamaian.

Dengan pembentukan ini, saat itu Indonesia satu-satunya negara di Asia yang memiliki Vikariat Militer atau urutan ke 6 di dunia.

Saat ini sudah terdapat 36 Vikariat di dunia termasuk di Asia ada tiga yakni Filipina (21 Juli 1950) dan Korea Selatan (23 Oktober 1989).

Peran Mgr Albertus Soegijapranata SJ bagi pengakuan dunia atas kemerdekaan RI cukup signifikan.

Dalam satu momen penting, pada 18 Januari 1947 Mgr Albertus menyurati Paus Pius XII dan memohon agar Vatikan mengakui Kemerdekaan Indonesia.

Atas surat itu, pada 6 Juli 1947 Vatikan sebagai negara berdaulat, menjadi negara pertama di Benua Eropa memberikan pengakuan resmi dan mendukung Kemerdekaan Indonesia.

Pengakuan ini juga diikuti dan ditandai dengan pembentukan delegasi apostolik di Indonesia.

Belakangan Mgr Albertus Soegijapranata SJ yang terkenal dengan slogan “100 Indonesia, 100 Persen Katolik” ini menjadi Pahlawan Nasional.

VIKARIS MILITER KEDUA

Setelah Uskup Albertus wafat, pada 1 Agustus 1962 Tahta Suci menunjuk Mgr Justinus Darmojuwono sebagai Vikaris Militer kedua di Indonesia.

Peran strategis Mgr Justinus Darmojuwono yakni mengarahkan para Pastor Militer Tituler untuk memberikan pelayanan kepada korban ketidakadilan demi pemuliaan martabat manusia.

Ini sesuai dengan Ensiklik Populorum Progressio (1967) dan Ensiklik Humanae Vitae (1968) yang mengangkat manusia seutuhnya khusus di negara-negara kerkembang termasuk Indonesia.

PERUBAHAN VIKARIAT CASTRENSIS MENJADI ORDINARIAT (KEUSKUPAN)

Tahta Suci menyadari bahwa Gereja selalu penuh dengan perhatian menjamin reksa pastoral para anggota militer, sesuai berbagai keadaan.

Karena itu pada 21 April 1986, Paus Yohanes Paulus II mengeluarkan Konstitusi Apostolik tentang Ordinariat Militer.

Dengan konstitusi ini sejak saat itu, terjadi perubahan dari Vikariat Militer di Indonesia menjadi Ordinariat Militer Indonesia atau dalam Bahasa Latin; Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI).

Pada 28 April 1984, Paus Yohanes Paulus II mengangkat Julius Rijali Kardinal Darmaatmadja SJ sebagai Uskup Vikaris Militer ketiga Indonesia.

Di era Kardinal Darmaatmadja SJ, Keuskupan Militer Indonesia resmi ditetapkan Pemerintah Indonesia melalui SK Kementerian Agama nomor 276 yang menetapkan OCI menjadi iman bagi Prajurit Katolik.

Tentu dengan perhatian khusus pada penguatan spiritual dan moral.

OCI sendiri berfungsi sebagai wadah yang meneguhkan iman sekaligus mendukung profesionalisme prajurit TNI-Polri dalam melaksanakan tugas negara.

IGNATIUS KARDINAL SUHARYO
Uskup Militer
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Syafrial bersama Uskup Militer (TNI-Polri), Prof Dr Ignatius Kardinal Suharyo. -F:ISTIMEWA-

 

Setelah Kardinal Darmaatmadja SJ purna tugas, tongkat estafet penggembalaan beralih kepada Ignatius Kardinal Suharyo sebagai Uskup Militer Indonesia oleh Paus Benediktus XVI.

Kardinal Suharyo melanjutkan visi gereja untuk memperkuat kehadiran pastoral di tengah dinamika politik dan sosial yang terus masa kini.

Kardinal Suharyo adalah sosok yang dikenal murah hati, sederhana dan partisipatif. Ia membangun kepemimpinan bukan di atas kekuasaan, tapi di atas solidaritas dan subsidiaritas.

Dalam berbagai kesempatan Kardinal Suharyo selalu menekankan pentingnya keadilan sosial, kesadaran lingkungan dan dialog antar agama sebagai bagian dari kesaksian gereja saat ini.

Pada penggembalaannya Kardinal Suharyo sudah mengunjungi hampir semua Kodam dan Polda di Indonesia, sambil memperkenalkan kehadiran Keuskupan Militer kepada Pangdam dan Kapolda.

Di Maluku, Kardinal Suharyo berkunjung pada Agustus 2024 sekalian membentuk OCI di Keuskupan Amboina.

Saat silaturahmi bersama Ormas Katolik di Kota Ambon, Wakil Uskup Militer, Pastor Kolonel (Sus) Yos Bintoro Pr juga memperkenalkan Kiprah OCI selama 75 Tahun Pengabdian OCI di Tanah Air dan Gereja.

Baca Juga:

Pangdam Pattimura Terima Kunjungan Uskup TNI-Polri: https://sentralpolitik.com/pangdam-pattimura-terima-kunjungan-uskup-tni-polri/

Ordinariatus Castrensis Indonesia mempersembahkan sebuah karya yang berhasil di-buku-kan dengan judul “Setia pada Iman Teguh Dalam Tugas”. Proficiat..! (*)

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di Channel Telegram