AMBON, SentralPolitik.com – Walikota Ambon Bodewin Wattimena melepas 461 Calon Jemaah Haji Kota Ambon untuk melaksanakan ibadah di Tanah Suci Mekkah, Senin (4/5/2026).
Prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat dan penuh haru ini berlangsung di Gedung Ashari, kawasan Masjid Agung Al-Fatah.
Turut hadir sejumlah pejabat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan keluarga yang mengantar keberangkatan orang-orang terkasih mereka.
Dalam sambutannya Wattimena menyampaikan apresiasi dan rasa bangga sekaligus menyampaikan pesan-pesan penting dan berharap dapat menjadi pegangan selama di tanah suci.
Ia menegaskan keberangkatan ini bukan sekedar perjalanan biasa, tapi sebuah anugerah dan kehormatan besar yang tidak diberikan kepada setiap umat Islam.
“Setiap tahun, data menunjukkan bahwa jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia mendaftar dan menunggu giliran untuk dapat beribadah di Baitullah,’’ ingatnya.
Antrean yang panjang menunjukkan betapa istimewanya kesempatan ini. Peserta adalah orang-orang yang dipilih dan diberi kepercayaan Allah SWT untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima ini.
‘’Karena itu, jalani setiap langkah dengan hati yang penuh sukacita dan niat yang tulus, semata-mata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan aspek kebersamaan dan solidaritas sebagai kunci keberhasilan pelaksanaan ibadah.
Mengingat kondisi pelaksanaan haji yang selalu dipadati jutaan jamaah dari berbagai negara, latar belakang budaya, dan bahasa.
Karena itu Wattimena berpesan agar persatuan di antara sesama jemaah Ambon tetap terjaga dengan baik.
JAGA PERSAUDARAAN
Dia mengingatkan pula kalau selama berada di Tanah Suci, peserta akan bertemu dengan saudara seiman dari segala penjuru bumi.
Namun di antara kita sendiri, yaitu sesama anak bangsa dan khususnya warga Kota Ambon, marilah kita jaga tali persaudaraan ini.
‘’Jangan sampai ada yang merasa kesulitan tanpa mendapat pertolongan. Saling membantu, saling mengingatkan jika ada yang lupa.’’
‘’Jangan bersikap acuh tak acuh terhadap sesama. Kebersamaan inilah yang akan membuat segala tantangan dan kepadatan,’’ pesannya.
Selanjutnya, ingat dia kelelahan fisik dapat teratasi dengan lebih ringan.
‘’Jika kita bersatu, maka ibadah pun akan terasa lebih khusyuk dan lancar,” tegasnya dengan nada yang penuh harap.
Selain aspek spiritual dan sosial, Wattimena juga menyoroti betapa krusialnya menjaga kondisi kesehatan fisik dan mental.
Lantaran itu ia mengingatkan rangkaian ibadah haji memiliki jadwal yang padat, menuntut banyak perpindahan tempat, serta kondisi iklim yang berbeda dengan di Indonesia, sehingga membutuhkan kesiapan fisik yang optimal.
Kesehatan adalah modal utama dan paling berharga yang harus Anda bawa ke tanah suci.
Tanpa tubuh yang sehat dan bugar, tentu akan sulit untuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan sempurna.
Sebagai komitmen nyata dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Pemkot juga menyiapkan berbagai dukungan dan fasilitas guna memudahkan perjalanan ibadah.
Salah satu pemberian uang saku serta bantuan biaya transportasi yang dapat meringankan beban biaya selama perjalanan maupun selama berada di luar negeri.
Baca Juga:
3 Jamaah Haji asal Ambon Meninggal Dunia, 1 Jamaah Dirawat di Arab Saudi: https://sentralpolitik.com/3-jamaah-haji-asal-ambon-meninggal-dunia-1-jamaah-dirawat-di-arab-saudi/
“Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi pelayanan publik,’’ tutupnya. (*)






