AMBON, SentralPolitik.com – Sebanyak 8.000 warga Kota Ambon menjadi penerima Bantuan Pangan sebagai program pemerintah.
Penyalurannya di Kompleks Pergudangan Bulog Halong, Rabu (12/8/2026), melibatkan 70 personel Bulog Maluku–Malut dan Dinas Sosial Kota Ambon sekitar 78 orang.
Walikota Ambon, Bodewin M Wattimena mengingatkan penyaluran bantuan pangan ini bukan sekadar membagikan beras dan minyak goreng, melainkan bentuk nyata kehadiran negara.
‘’Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran negara guna memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga daya beli masyarakat,’’ katanya saat peluncuran penyaluran.
Pemerintah, katanya, memiliki kewajiban menjaga ketersediaannya. Program ini juga berperan penting menjaga daya beli, terutama bagi keluarga kurang mampu.
Karena itu Pemkot mengapresiasi kerja sama dengan Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional.
“Kami akan terus mendukung setiap langkah yang diambil Bulog demi kelancaran penyaluran ini,” tambahnya.
STABILITAS SOSIAL DAN EKONOMI
Wattimena memandang program ini sebagai upaya menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.
“Jika kebutuhan pangan terpenuhi, masyarakat dapat beraktivitas dengan baik. Kesulitan pangan bisa memicu masalah sosial lainnya,” katanya.
Pemkot rutin berkoordinasi setiap hari Senin bersama Badan Pangan Nasional dan pihak terkait untuk memantau pasokan serta menjaga laju inflasi tetap terkendali.
DATA PENERIMA
Selanjutnya, walikota menegaskan pentingnya pemutakhiran data penerima bantuan sosial.
Bantuan ini bagi kelompok desil 1 hingga 4, sehingga proses perbaikan dan digitalisasi data terus berjalan agar tepat sasaran.
“Jangan sampai yang mampu justru mendapat bantuan, sementara yang benar-benar butuh tidak terlayani. Kami minta masyarakat mendukung proses pendataan,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar penerima memnfatkan bantuan sebaik-baiknya untuk kebutuhan rumah tangga.
Baca Juga:
Pengamanan Penyaluran Bantuan Pangan di Waihaong Berjalan Lancar: https://sentralpolitik.com/pengamanan-penyaluran-bantuan-pangan-di-waihaong-berjalan-lancar/
“Ini adalah wujud kepedulian nyata. Dan yang paling penting, bantuan sampai ke tangan yang berhak,” pungkasnya. (*)






