Blok Abadi Masela bukan sekedar Proyek MIGAS. Ini adalah peluang untuk Maluku ber TRANSFORMASI EKONOMI Jangka Panjang.
Blok Abadi Masela ini dikembangkan melalui Proyek Abadi LNG yang dioperasikan oleh INPEX MASELA Ltd bersama mitranya PERTAMINA & PETRONAS.
Pengembangan Proyek ini dengan skema kilang LNG Darat tentu memiliki efek ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan skema Offshore murni, menurut Pemerintah waktu Itu.
Artinya aktivitas ekonominya akan terjadi di darat di Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Provinsi Maluku. Dan ini membuka peluang keterlibatan masyarakat Maluku secara langsung.
Secara nasional, Blok Masela adalah Proyek Strategis Ketahanan Energi. Investasi nya sangat besar dan Jangka panjang multi dekade.
Negara memperoleh manfaat dari penerimaan pajak, PNBP serta Dana Bagi Hasil MIGAS.
MANFAAT DAN STRATEGINYA
Pertanyaan pentingnya dari Beta, seberapa besar Maluku akan mendapatkan manfaat ekonomi langsung? Apa Strategi yang kita miliki?
Beta mengusulkan agar Pemerintah Daerah gunakan teknokrat yang ada dalam Manajemen Pemerintahannya, untuk berkenan berkolaborasi dengan Operator/ KKKS, Dunia Pendidikan, UMKM, Pelaku Usaha Swasta, Tokoh Masyarakat, Agama, Adat untuk duduk bersama dalam sebuah FORUM DISKUSI DAERAH/ SEMINAR untuk meng formulasikan sebuah strategy yang Good Governance dan terukur.
Disinilah pentingnya kita menyusun strategy sejak dari awal. Dampak Proyek ini Tidak hanya pada Sektor MIGAS karena akan tumbuh Sektor Logistik, Transportasi, Perdagangan, Pertanian, Perikanan, Jasa, Konstruksi hingga UMKM dll.
Tetapi manfaat ini tidak akan menjadi otomatis jika tidak dipersiapkan bersama sama dari awal.
Peluangnya bisa diambil pihak luar daerah yang lebih siap. Karena Itu kesiapan Daerah menjadi kunci terutama di wilayah Pusat Pengembangan proyek di Pulau Yamdena, KKT.
TANTANGAN
Beta harus jujur mengakui bahwa TANTANGAN nyata itu ada di Maluku.
PERTAMA; Kesiapan SDM industri MIGAS yang terbatas.
KEDUA; Kapasitas vendor lokal bidang MIGAS di Maluku yang juga terbatas.
KETIGA; Standar industri persaingannya sangat ketat.
KEEMPAT; Akan terjadi risiko DOMINASI Tenaga Kerja, Produk, dan Kontraktor masuk dari luar daerah.
Jika keempat hal diatas tidak diantisipasi dari awal, akan terjadi “Economic Leakage” yaitu manfaat ekonominya Bocor sehingga keluar dari Maluku.
STRATEGISNYA APA SAJA
Strategi 1, Penguatan dengan memetakan kebutuhan tenaga kerja mulai dari fase Land Clearing, sampai konstruksi, Operasi dan maintenance.
Kemudian Vokasi berbasis industri migas dan perlu memiliki sertifikasi kompetensi Pelatihan teknis spesifik migas kemudian magang di Perusahan migas dan ada transfer knowledge dari operator.
Strategi yang ke 2, Optimalisasi produk lokal. Proyek sebesar ini membutuhkan ribuan jenis barang dan jasa, mulai dari material konstruksi, catering, transportasi, akomodasi hingga logistik.
Pertanyaan Beta lagi, Apakah UMKM dan Pengusaha lokal Maluku sudah Siap secara kualitas dan kuantitas.
Maluku perlu konsolidasi Supply Chain Lokal, Standarisasi mutu, dukungan pembiayaan dan inkubasi bisnis sehingga produk Maluku benar-benar masih dalam rantai pasok proyek.
Strategi 3, Pemberdayaan vendor.
Vendor lokal harus naik kelas, karena masalah umum mereka adalah skala usaha kecil dan kurang pengalaman di proyek migas besar.
Solusinya adalah KEMITRAAN dengan Kontraktor Nasional dengan cara skema join operation, Pelatihan manajemen proyek dan memiliki data base vendor yang terintegrasi.
Dengan pendekatan ini, vendor lokal tidak hanya menjadi sub kontraktor kecil tetapi mitra strategis untuk pengalaman jangka panjang.
Pemerintah Daerah memegang peran Sentral karena yang dibutuhkan adalah Regulasi yang affirmative.
Insentif Investasi , Fasilitas Perizinan dan bilamana berkenan, membentuk Tim pencepatan khusus untuk proyek Blok Masela.
Tanpa kebijakan yang terstruktur dari Pemerintah Daerah, Optimalisasi Local content sulit tercapai.
Model kolaborasi ideal untuk keberhasilan Proyek Blok Masela bukan kerja satu pihak, harus ada sebuah model kolaborasi sinergi beberapa pilar seperti dijelaskan di awal.
Kolaborasi ini akan menciptakan stabilisasi sosial dan kepastian Investasi dari Investor. Tanpa kolaborasi manfaat tidak optimal.
Harus ada juga Roadmap jangka panjang 2026-2046, karena Roadmap dibutuhkan dan dengan adanya Roadmap, kita tidak berjalan tanpa arah.
Target yang hendak dicapai nanti dalam sebuah Forum Diskusi Daerah/Seminar diharapkan menghasilkan kesepakatan konkrit, berapa persen Tenaga kerja lokal, berapa persen produk lokal, berapa persen vendor lokal, program Pelatihan apa yang ditargetkan sebagai prioritas ?
Sebab tanpa target terukur, sulit mengawal implementasi.
Apa resiko kalau kita tidak siapkan tenaga kerja, produk, dan vendor lokal ?
Jika kita tidak siap, tenaga kerja dari luar daerah akan mendominasi, vendor lokal menjadi penonton, manfaat ekonomi keluar daerah termasuk peredaran uangnya, ketimpangan sosial meningkat.
Maka dari itu kesiapan adalah KEHARUSAN.
KESIMPULAN STRATEGIS
Proyek Blok Masela adalah momentum EMAS.
Namun kesiapan Daerah merupakan sebuah UJIAN, karena bisa terjadi lompatan Ekonomi terbesar dalam Sejarah Maluku modern, setelah kita gagal di dekade dan abad yang lalu; ketika kita kehilangan momentum dari hasil rempah-rempah dan Ikan yang mendunia.
Keberhasilan tidak datang Otomatis, ia harus direncanakan, menjadi tanggung jawab bersama, diperjuangkan, dan dikawal bersama.
Tulisan ini beta akhiri dengan satu pertanyaan reflektif: Apakah kita Maluku siap menjadi pelaku utama di negeri sendiri?
Baca Juga:
Prospek Hilirisasi Gas Abadi Blok Masela: https://sentralpolitik.com/prospek-hilirisasi-gas-abadi-blok-masela/
Semoga sebuah Forum Diskusi Daerah dapat melahirkan komitmen nyata demi masa depan Maluku yang lebih kuat dan Mandiri. (*)
#Bersatu Kita Teguh
#Selamat berjuang
#Lawamena Haulala.
#Kida Bela
#Kalwedo. (*)
—
*) Penulis adalah Praktisi Bidang MIGAS Nasional. Anggota KMI – Komunitas MIGAS Indonesia.






