AMBON, SentralPolitik.com – Alimudin Kolatlena, anggota Komisi 8 DPR RI menggelar Bacarita Santai dengan Ormas Katolik, Jumat (8/5/2026).
Ada Korwil Pemuda Katolik Maluku-Malut, Ketua Pemuda Katolik, Ketua PMKRI Ambon, Kepulauan Aru, Ketua ISKA Maluku dan PWKI Propinsi Maluku.
Bacarita Santai berlangsung di lantai 2 teras Gedung Puspaskup, kompleks Katedral Keuskupan Amboina, Kota Ambon.
Anggota Komisi 8 yang memiliki koordinasi tugas dengan Kemenag RI, BNPB dan lainnya ini menyatakan apresiasi bagi umat Katolik termasuk Ormas yang sejauh ini turut membangun Maluku.
“Pendidikan Katolik itu sudah berkontribusi bagi nusantara sebelum kita merdeka. Dari empat jenjang pendidikan, saya bersekolah di dua pendidikan Katolik, dan dua institusi pendidikan IsIam,” kata bang Ali membuka cakap.
Bacarita berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Fransiskus Alimuddin ini menerima aspirasi dari komponen Ormas dan berharap elemen Katolik terus ikut membangun Maluku.
“Kita terus berkontribusi sesuai peran masing-masing. Mari dukung program pemerintah, pusat maupun daerah demi Maluku pung Bae,” ajak politisi Gerindra ini.
Selain soal struktur Kantor Kemenag Kepulauan Aru dan Kota Tual, salah satu aspirasi yang mencuat adalah status Maluku terkait kebencanaan dan rencana Apel dan Kemar Akbar Pemuda.
SEKSI URUSAN UMAT KATOLIK
Pada kesempatan itu, Bung Ali juga menerima aspirasi dari Ketua PMKRI Kepulauan Aru, Jeremias Pardjala.
Ia menyebut di Maluku terdapat dua kabupaten yang sudah memiliki Kepala Seksi (Kasie) Katolik di Kantor Kemenag Kabupaten yakni SBT dengan umat Katolik sebanyak 1.799 jiwa dan SBB 1.203 jiwa.
Sayangnya di Kabupaten Kepulauan Aru pada tahun 2024 terdapat 10.840 jiwa dan Kota Tual ada 5.163 jiwa umat Katolik, tidak memiliki Kasie Katolik kabupaten/ kota.
“Nah, dengan jumlah umat yang lebih besar itu kok tidak ada Kasie Katolik. Kami minta pak Ali bisa memperjuangkan itu lewat Kementerian Agama RI,” sebutnya.
Menanggapi masalah ini Kolatlena berjanji akan meneruskan aspirasi penting ini ke Kementrian Agama. “Ini memang ada sedikit ketimpangan, kami akan memperjuangkan itu,” katanya.
KEBENCANAAN

Pada kesempatan itu muncul aspirasi soal kebencanaan di Maluku. Sejak ratusan tahun silam sebagian daerah di Maluku pernah dilanda gempa tektonik dan tsunami dahsyat.
Maluku dengan kontur kepulauan dengan lembah dan bukit terjal memiliki potensi kebencanaan baik hujan deras, banjir rob, gempa dan tsunami.
Karena itu Ormas Katolik berharap agar Kolatlena harus terus memperjuangkan kondisi dan keberadaan kontur daerah Maluku ini ke pemerintah pusat (BNPB) lewat Komisi 8 DPR RI.
Terhadap kondisi ini ia mengiyakan kalau Kota Ambon sendiri sering disebut sebagai Kota dengan Seribu gempa, mengacu pada gempa 2019 yang membawa korban jiwa dan kerusakan massif.
“Tentu ini juga tetap menjadi perhatian kami. Kami akan mengawal setiap usulan yang masuk lewat pemerintah daerah. Ini sangat penting bagi kami,” sebutnya.
APEL AKBAR DAN KEMAH PEMUDA LINTAS IMAN
Selanjutnya dalam Bacarita Santai ini, Komda Pemuda Katolik menggambarkan rencana kegiatan Apel Akbar yang melibatkan 10 ribu pemuda Katolik dari Tanimbar, MBD, Tual-Malra, Kota Ambon.
Dalam proyeksinya Pemuda Katolik akan menggelar apel akbar dan kemah lintas iman yang berpusat di Pulau Fordata, salah satu Pulau Terpencil, Terluar dan Terdepan.
Selain momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, kegiatan ini juga terkait dengan perayaan 25 Tahun Imamat Uskup Diosis Amboina, Mgr Inno Nguta pada Oktober 2026 mendatang.
“Apel Akbar ini juga kita tunjukkan kalau Pemuda Katolik dan Pemuda Maluku siap mensukseskan dan mendukung Program Srategis Nasional yakni Blok Masela,” ingat Ketua Pemuda Katolik Denis Oratmangun.
Lantaran itu ia mengharapkan dukungan pemerintah pusat terutama Alimuddin Kolatlena bisa mendukung rencana Akbar ini. Apalagi ini butuh koordinasi lintas sektor.
“Saya siap mendukung. Ini ide besar untuk menggelorakan kembali semangat generasi muda. Tolong masukan saya dalam komposisi kepanitiaan. Saya siap,” katanya sambil mendekap tangan kanan di dada disambut antusiasme peserta pertemuan.
Silaturahmi ini berakhir dengan foto bersama dengan para pimpinan Ormas di depan gereja Katedral Ambon. (*)






