MASOHI, SentralPolitik.com – Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalata mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya bekerja dan menjalankan tanggung jawab sehari-hari, tapi juga meluangkan waktu untuk beribadah dan berdoa demi kemajuan daerah.
Mario menyampaikan pesan itu saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Maluku Tengah di Gedung Islamic Center, Masohi, Senin (21/9/2026).
“Jangan lupa kita harus selalu sempatkan waktu untuk beribadah, untuk berdoa. Karena negara, provinsi, bahkan kabupaten ini perlu untuk didoakan,” kata Mario.
Momentum Maulid Nabi ini berlangsung dengan mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Sebagai Pondasi Guna Mempererat Persaudaraan.”
Menurutnya, pemda tidak mungkin bekerja sendiri dalam membangun Maluku Tengah.
Dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk KKSS, menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan daerah.
“Pemerintah kabupaten tidak bisa bekerja sendiri. Kami perlu semua stakeholder termasuk KKSS untuk bekerja bersama, bertukar pikiran membangun kemajuan kabupaten,” ujarnya.
Mario juga menegaskan kehadirannya dalam perayaan Maulid KKSS bukan sekadar memenuhi undangan.
Ia ingin menunjukkan hubungan antara pemda dan berbagai komunitas masyarakat di daerah ini harus terus dibangun melalui silaturahmi dan kebersamaan.
“Kenapa saya ngotot harus hadir di acara ini? Karena kami ingin buktikan kepada semua bahwa Kabupaten Malteng punya sebuah silaturahmi yang baik, sebuah hubungan yang baik,” tegasnya.
KUATNYA TOLERANSI
Menurutnya, perayaan Maulid menjadi salah satu ruang penting untuk memperlihatkan kuatnya toleransi dan persaudaraan masyarakat Maluku Tengah.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu yang beredar dan justru menjadikannya sebagai alasan untuk menciptakan jarak antar kelompok.
“Apapun yang terjadi mungkin ada isu-isu yang beredar, tapi kita harus ingat bahwa kita semua ini adalah satu. Kita semua ini orang Basudara,” kata Mario.
Ia bahkan menegaskan tidak boleh ada sekat berdasarkan latar belakang asal daerah di tengah kehidupan masyarakat Maluku Tengah.
“Seng ada bilang ini dari mana, seng ada. Katong samua sama-sama masyarakat Kabupaten Maluku Tengah,” ujarnya.
Pesan Mario tersebut sejalan dengan semangat yang dibawa KKSS Malteng melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
PEDOMAN KKSS
Ketua KKSS Malteng, Ilyas Beddu, mengatakan Maulid Nabi harus dimaknai lebih jauh dari sekadar kegiatan seremonial keagamaan.
Keteladanan Rasulullah SAW, kata dia, harus menjadi pedoman bagi keluarga besar KKSS dalam membangun kehidupan organisasi sekaligus bermasyarakat.
“Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kita berharap seluruh keluarga besar KKSS terus menjaga persaudaraan, memperkuat silaturahmi, mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Ilyas.
Perbedaan maupun perselisihan dalam sebuah organisasi merupakan sesuatu yang wajar. Namun, hal itu tidak boleh sampai merusak hubungan persaudaraan.
Peringatan Maulid menghadirkan penceramah Ustad H. Jumaedi dari Makassar.
Turut hadir Kepala Kementerian Agama Malteng, pimpinan Forkopimda, pimpinan OPD, Ketua MUI, para ketua pilar KKSS, pengurus dan keluarga besar KKSS, tokoh agama, tokoh masyarakat serta sejumlah tamu undangan.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, selanjutnya tausiah dan doa bersama.
HUBUNGAN HARMONIS
Dalam tausiahnya, Ustad H. Jumaedi mengajak jamaah menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun hubungan harmonis dengan sesama.
“Saya ingatkan untuk jangan lupa sholat dan terus belajar mengaji serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dan disiplin,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kedekatan dengan ibadah sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan yang lebih baik.
Selain itu, Jumaedi mengingatkan agar perbedaan tidak berubah menjadi permusuhan. Rasulullah SAW, kata dia, tidak mengajarkan kebencian, melainkan kedamaian, persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.
“Pemerintah harus dekat dengan ulama, tokoh agama dan masyarakat, maka daerah ini akan aman, damai dengan penuh cinta dan tolong-menolong, saling membantu,” ujarnya
Sementara itu, Mario dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar KKSS yang telah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ia berharap hubungan baik yang selama ini terbangun antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat terus dipertahankan.
Mario juga menyambut kehadiran penceramah dari Makassar dan mengajak para tamu menikmati suasana Kota Masohi.
“Ini kota kami, Kota Masohi yang kecil tapi sangat indah sekali,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, dengan satu pesan utama yang mengikat seluruh rangkaian acara menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pondasi.
Baca Juga:
Ribuan Warga Malteng Hadiri Maulid Nabi di Baileo Soekarno: https://sentralpolitik.com/ribuan-warga-malteng-hadiri-maulid-nabi-di-baileo-soekarno/
Pondasi untuk memperkuat persaudaraan, menjaga toleransi dan membangun Maluku Tengah secara bersama-sama. (*)






