MASOHI, SentralPolitik.com – Dinas Pendidikan (Dikbud) Kabupaten Maluku Tengah bersama lembaga SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization) mulai melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Pembelajaran ini melibatkan puluhan guru Sekolah Dasar (SD) dengan mulai mengenali proses PJJ.
Sekretaris Daerah, Rakib Sahubawa membuka kegiatan di aula Hotel Isabella, Kota Masohi, Senin (18/5).
Dinas Pendidikan Kabupaten Maltemg bersama lembaga SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization) yang menjadi fasilitator.
Serta SEAQIS (SEAMEO Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel (QITEP) in Science.
Untuk tahap pertama berlangsung selama tiga hari, mulai 18-20 Mei 2026 dengan melibatkan guru Non IPA. Menyusul tahap kedua bagi guru IPA yang akan digelar pada 21-23 Mei 2026.
Adapun metode dalam pelatihan ini meliputi PJJ dan transformasi pembelajaran, STIEM (Sains, teknologi, engineering, matematika), pembelajaran inovasi, serta implementasi dan kolaborasi.
JAWAB KEBUTUHAN PENDIDIKAN
Selanjutnya Sekda Rakib Sahubawa mengatakan, inovasi ini guna menjawab kebutuhan pendidikan di wilayah terisolir kepulauan dan pegunungan di Maluku Tengah.
“Langkah penting dan strategis memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Maluku Tengah, ” tegasnya saat membuka kegiatan itu.
Katanya, pendidikan berkualitas tidak hanya oleh sarana dan kebijakan, tetapi sangat bergantung pada kualitas guru sebagai ujung tombak pembelajaran.
Ia mengapresiasi SEAMOLEC dan SEAQIS atas kolaborasi, dukungan, serta membangun komitmen bersama Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah ini.
Mengingat Maluku Tengah memiliki wilayah kepulauan yang luas dengan bentang geografis yang unik dan kaya akan potensi.
Kondisi ini memberikan tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan untuk berinovasi dalam menghadirkan layanan pendidikan yang menjangkau seluruh anak di berbagai wilayah.
“Dalam konteks itulah, model Pembelajaran Jarak Jauh menjadi salah satu solusi strategis untuk memperluas akses pendidikan yang merata dan berkualitas, ” ujarnya.
Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bukan lagi sekadar pilihan, tapi menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan masa kini.
“Dengan dukungan teknologi, proses belajar dapat berlangsung lebih fleksibel, interaktif, dan mampu menjangkau peserta didik secara lebih luas, ” jelasnya.
ARTIFICIAL INTELLIGENCE
Era transformasi digital, teknologi informasi, internet, hingga Artificial Intelligence atau AI telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan.
Kondisi ini membuka peluang yang sangat besar bagi para guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Anak-anak kita hari ini tumbuh sebagai generasi digital yang sangat dekat dengan teknologi.
Mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, cepat beradaptasi, dan memiliki akses luas terhadap informasi.
Baca Juga:
Maluku Tengah jadi Titik Refleksi Pendidikan Maluku: https://sentralpolitik.com/maluku-tengah-jadi-titik-refleksi-pendidikan-maluku/
Karena itu, ia menuntut guru terus belajar, berkembang, dan memperkuat kompetensi agar mampu menjadi fasilitator pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. (*)






