Pendidikan

Lomba Bertutur Ambon 2026: Lawan “Tragedi Nol Buku”

×

Lomba Bertutur Ambon 2026: Lawan “Tragedi Nol Buku”

Sebarkan artikel ini
Pembukaan Lomba Bertutur se-Kota Ambon
Wakil Walikota Ambon membuka Lomba Bertutur tingkat SD/ MI se-Kota Ambon. f:SS

AMBON, SentralPolitik.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon menggelar Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kota Ambon 2026 di salah satu hotel di Ambon, Senin (20/7/2026).

Mengusung tema “Melalui Bertutur Kita Tingkatkan Minat Baca dan Kecintaan terhadap Budaya dan Bangsa”, kegiatan ini menjadi langkah nyata mendongkrak literasi sekaligus melestarikan kearifan lokal sejak usia dini.

Hadir bersama Wakil Walikota Ambon Elly Toisutta, Kadis Kesehatan; Kadis Kominfo dan Sandi, Ronald Lekransy; Kadis Diknas, Ferdinand Tasso, beserta, dewan juri dan guru pendamping.

Dalam sambutannya, Toisutta menekankan urgensi membangun budaya membaca di tengah gempuran konten digital dan dominasi media sosial. 

Ia mengutip ungkapan sastrawan Taufiq Ismail yang menyebut rendahnya budaya baca pelajar Indonesia sebagai “tragedi nol buku” – sebuah kondisi yang menurutnya masih sangat relevan hingga saat ini.

HABISKAN WAKTU DI MEDSOS

Data BPS memperkuat kekhawatiran tersebut: Minat baca anak Indonesia hanya tercatat 17,66 persen. Sementara minat menonton konten digital capai 91,67 persen.

“Anak-anak kita lebih banyak menghabiskan waktu menonton YouTube, Facebook, Instagram, dan media sosial lainnya.’’

Rata-rata waktu membaca orang Indonesia per hari hanya 30 hingga 59 menit – angka ini masih jauh di bawah standar UNESCO,” ujar Elly.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh satuan pendidikan di Kota Ambon untuk membiasakan siswa membaca minimal satu buku setiap minggu. 

Setelah membaca, ia mendorong siswa menceritakan kembali isi bacaan, menyusun ringkasan, resensi atau karya kreatif lain sebagai bentuk penguatan literasi.

Elly juga meminta dukungan seluruh kepala sekolah untuk mempererat kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon. 

Hal ini guna meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM). 

Pada tahun 2025, capaian TGM Kota Ambon tercatat 59,75, sedangkan IPLM berada di angka 11,74, angka yang masih perlu ditingkatkan secara bersama-sama.

Literasi katanya, adalah pondasi utama membangun generasi emas. 

‘’Lewat lomba bertutur, anak-anak tidak sekedar membaca, tapi juga memahami isi, bangun karakter, asah imajinasi, dan melatih keberanian berbicara,” jelasnya.

LEGENDA LOKAL

Plt Sekdi Perpustakaan dan Kearsipan Cornelis Moniharapon menjelaskan, lomba bertutur untuk menumbuhkan minat baca sekaligus melestarikan cerita rakyat dan legenda lokal yang sarat nilai moral.

“Kegiatan bertutur berakar dari kebiasaan membaca, fondasi pendidikan yang harus terus kita jaga dan tingkatkan lewat berbagai program,” katanya dalam laporannya.

Kegiatan ini juga bertujuan melestarikan budaya dan kearifan lokal, membentuk karakter peserta didik, serta mengasah kemampuan berkomunikasi di depan umum.

Sebanyak 46 siswa dari jenjang SD/MI se-Kota Ambon telah mendaftar pada tahap seleksi awal dengan mengirimkan video bertutur berdurasi lima hingga tujuh menit. 

Dari jumlah tersebut, 30 peserta terpilih melaju ke babak final.

Baca Juga:

Dorong Minat Baca, Pemkot Ambon Gelar Bimtek Membaca Daring: https://sentralpolitik.com/dorong-minat-baca-pemkot-ambon-gelar-bimtek-membaca-nyaring/

Panitia menyiapkan hadiah bagi enam pemenang mulai dari juara pertama hingga keenam, dengan total anggaran sebesar Rp 18 juta dari APBD Kota Ambon. (*)

Baca berita menarik lainnya dari SentralPolitik.com di Channel Telegram